Minta Dinikahi, Pria Ini Pukul Pacar Pakai Balok hingga Tewas dan Ditinggal di Pos Polisi

Selasa, 11 Februari 2020 09:13 WIB
Tribun Padang

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang pria di Sulawesi Barat nekat memukul pacarnya pakai balok hingga tewas.

Hal itu dilakukan karena hal sepele, sang wanita mendesak agar pria yang telah beristri tersebut menikahinya.

Setelah memukul pacar pakai balok, korban ditinggal di bekas pos polisi dalam kondisi bersimbah darah.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga, namun nyawanya tak tertolong lagi.

Berikut sejumlah fakta pria pukul pacar gara-gara minta dinikahi:

1. Ditemukan di bekas pos polisi

Dilansir dari Kompas.com, peristiwa ini bermula pada Minggu (9/2/2020) pagi, seorang perempuan ditemukan tergeletak di dalam bekas kantor pos polisi di Desa Rea, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Perempuan dengan luka parah tersebut ditemukan pertama kali oleh Sarce, pedagang nasi kuning yang sedang berjualan tak jauh dari bekas kantor polisi.

Awalnya Sace mendengar suara rintihan seorang perempuan dari bekas pos polisi tersebut.

Ia pun segera memberitahu warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi.

Tallulangi, saksi mata bercerita ia sempat memanggil korban tapi tidak respons.

Sementara itu terlihat banyak darah di lokasi.

Saat diperiksa, perempuan yang mengenakan celana panjang tersebut tak membawa identitas apapun.

2. Lapor ke Polisi

Karena tak ada respons dan takut ada masalah, Talllulangi serta warga sekitar memilih melapor ke polisi.

“Saya sempat teriak dari luar pos polisi saat melihat korban terkapar penuh darah di sekitarnya, karena tak ada suara, saya lalu melaporkannya ke kantor polisi terdekat,” jelas Tallulangi.

Di lokasi, warga menemukan helm yang diletakkan di di atas meja pos polisi.

Selain itu ada kantong plastik berisi kerupuk dan camilan.

Perempuan tersebut kemudian dievakuasi puskesmas.

Sayangnya nyawa perempuan tersebut tak bisa diselamatkan. Ia meninggal dalam perjalanan.

3. Meninggal karena kehabisan darah

Kapolsek Binung, Iptu Syaiful mengatakan saat pertama kali ditemukan, gadis tersebut masih hidup.

Ia menduga korban meninggal karena kehabisan darah karena terlalu lama terkapar di bekas kantor polisi.

Menurut Syaiful tak ada warga yang berani memberikan pertolongan.

“Waktu ditemukan pertama kali oleh warga korban masih hidup, sehingga dievakuasi warga ke rumah sakit."

"Sayangnya dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit sebelum mendapat penanganan dokter,” jelas Iptu Syahrul.

4. Korban sempat dinyatakan hilang

Korban diketahui bernama Irmayanti (23) warga Majene, Sulawesi Barat.

Korban sempat dinyatakan hilang dan sudah lama dicari oleh keluarganya.

Abdullah, kerabat Irmayanti mengatakan ia melihat foto korban yang diunggah warganet di Facebook.

Karena ciri-cirinya sama dengan kerabatnya yang hilang, Abdullah segera mendatangi rumah sakit.

“Korban ini sudah dicari keluarganya sejak tadi malam. Saya kaget setelah melihat di Facebook dan ciri-ciri korban sama."

"Saya lalu ke Polewali untuk memastikannya dan ternyata betul adalah korban yang sedang dicari,” jelas Abdullah.

Setelah dipastikan, korban adalah Irmayanti, keluarga langsung melapor secara resmi ke Polres Polewali Mandar.

Polisi saat ini sedang memburu pacar korban yang diketahui bersama sebelum Irmayanti ditemukan tewas di bekas kantor polisi.

5. Ternyata dibunuh pacar

Polisi berhasil menangkap Muh Restu Basri (22), kekasih Irmayanti di rumahnya di lingkungan Pappota, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Restu mengaku menganiaya kekasihnya karena Irmayanti terus mendesak pelaku untuk menikahinya.

Namun pelaku menolak karena alasan sudah punya istri.

Irmayanti pun mengancam akan membeberkan hubungan asmaranya kepada keluarga pelaku dan korban.

Hal tersebut membuat Restu kalap.

Ia memukul kepala dan wajah kekasihnya dengan sebuah balok hingga jatuh terkapar dan berdarah di lantai pos polisi.

Di depan penyidik, pelaku juga mengaku sempat memukul pelaku hingga korban jatuh tak sadarkan diri.

Restu pun meninggalkan kekasihnya di bekas pos polisi.

“Saya kalap lantaran terus didesak menikahi dirinya sementara saya sudah punya istri,” jelas Restu kepada petugas yang menginterogasinya.

Kasat Reskrim Polres Polman AKP Syaiful Isnaini mengatakan Restu sempat membantah telah membunuh Irmayanti.

Menurut Syaiful, sebelum menikah, Restu pernah menjalin hubungan asmara dengan Irmayanti.

Namun hubungan tersebut kembali terjalin meski Restu telah menikah.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpadang.com dengan judul Minta Dinikahi, Pria Ini Pukul Pacar Pakai Balok, Korban Bersimbah Darah Ditinggal di Pos Polisi

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Padang
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved