Travel

Fakta Trenggiling, Hewan Penyebab Virus Corona Menyebar?

Senin, 10 Februari 2020 23:42 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Trenggiling diduga oleh para ahli sebagai penyebar virus corona ke manusia.

Pasalnya, para peneliti South China Agricultural University mendapati bahwa urutan genom virus trenggiling 99 persen identik dengan yang terdapat pada pasien virus corona.

Menanggapi temuan ini, Arnaud Fontanet dari France's Pasteur Institute yang terlibat dalam penelitian menyebut bahwa trenggiling memang bisa diduga sebagai penyebar virus corona.

Petugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020).

Dia menjelaskan bahwa virus corona Wuhan diduga pindah dari kelelawar ke manusia lewat hewan perantara yang kemungkinan besar adalah mamalia.

Pernyataan Fontanet ini mungkin membuat sebagian orang yang tidak begitu mengenal trenggiling bingung.

Pasalnya, hewan ini memiliki sisik yang membuatnya sering dikira reptil.

Selain itu, ada sejumlah fakta unik lainnya soal trenggiling:

1. Satu-satunya mamalia yang seluruh tubuhnya ditutupi sisik

Dilansir dari situs resmi WWF dan National Geographic, trenggiling merupakan satu-satunya mamalia yang seluruh tubuhnya ditutupi sisik.

Karakteristik ini membuat trenggiling yang memakan semut, rayap dan larva sering juga disebut sebagai "pemakan semut bersisik".

2. Sisik trenggiling berguna untuk melindungi diri

Trenggiling menggunakan sisiknya untuk melindungi diri dari predator.

Ketika merasa terancam, trenggiling akan menggulung dirinya seperti bola bersisik dan mengeluarkan cairan yang bau dari kelenjar di dasar ekornya.

3. Sisik trenggiling diyakini berkhasiat

Sayangnya, sisik juga membuat trenggiling banyak diburu oleh manusia karena diyakini berkhasiat sebagai obat.

4. Diperdagangkan secara ilegal dan terancam punah

Trenggiling bahkan diyakini sebagai mamalia non-manusia yang paling banyak diperdagangkan secara ilegal di dunia.

Ahli memperkirakan, puluhan ribu trenggiling dibunuh setiap tahunnya untuk diambil sisik dan dagingnya.

Mayoritas diselundupkan ke China atau Vietnam, meskipun seluruh spesies trenggiling telah dilindungi secara nasional dan internasional.

Pada saat ini, ada delapan spesies trenggiling yang tersebar di dua benua.

Empat di antaranya yang dapat ditemukan di Asia adalah trenggiling China (Manis pentadactyla), Sunda (Manis javanica), India (Manis crassicaudata) dan Filipina (Manis culionensis).

Sementara itu, empat sisanya yang dapat ditemukan di Afrika adalah trenggiling berperut hitam (Phataginus tetradactyla), trenggiling berperut putih (Phataginus tricuspis), trenggiling tanah raksasa (Smutsia gigantea) dan trenggiling tanah Temminck (Smutsia temminckii).

Kedelapan spesies ini terdaftar dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) dengan status rentan punah hingga kritis.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Trenggiling, Hewan Langka yang Dituduh Penyebar Virus Corona.

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Marsisca Puguh Setiari
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved