Terkini Nasional

Bertemu Pimpinan DPR, Ketua KPK Firli Bahuri: Tak Bahas Perkara

Jumat, 7 Februari 2020 11:17 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dan empat komisioner KPK lainnya bertemu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Firli dan empat komisioner KPK yaitu Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar dan Nurul Ghufron.

Amatan Tribunnews.com, pimpinan DPR yang menerima adalah Puan Maharani, Aziz Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, Muhaimin Iskandar dan Rachmat Gobel.

Menurut Firli, kedatangan pimpinan KPK ke DPR RI tidak membahas mengenai kasus hukum yang sedang digarap Lembaga antirasuah.

"Ini adalah pertemuan resmi, tidak terkait dengan perkara. Siapa pun statusnya kalau memang itu proses hukum kita akan proses hukum. Jadi jangan ditanya yang itu dulu, tadi kita tidak bicara perkara," ujar Firli usai bertemu pimpinan DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Dia menjelaskan, pimpinan KPK hanya ingin memperkenalkan diri kepada pimpinan DPR RI.

"Ini adalah kementerian lembaga ke-16 yang kami hadiri. Agendanya pertama satu, sebagai orang Indonesia, kami memperkenalkan secara resmi kepada lima pimpinan DPRI RI," jelasnya.

Dalam pertemuan itu, kata dia, pimpinan KPK menyampaikan roadmap lembaga antirasuah di bawah kepemimpinannya.

"Roadmap KPK ke depan. Apa visinya, misinya apa, programnya apa, grand strategy-nya bagaimana, sasaran strategi, tujuannya apa, itu yang kami sampaikan," ucapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, rangkaian kunjungan pimpinan KPK ini ke Kementerian dan Lembaga dalam rangka melaksanakan perintah Undang-Undang KPK.

Yakni dalam pasal 6 huruf (a) UU KPK disebutkan, lembaga antirasuah melakukan pencegahan supaya tidak terjadi tindak pidana korupsi.

" Untuk melakukan pencegahan itu, satu, DPR adalah pembuat Undang-Undang, kami KPK adalah pelaksana Undang-Undang. DPR menentukan jumlah anggaran belanja negara, kita pun menggunakan anggaran belanja negara. Jadi banyak hal yang perlu kita bicarakan, tidak berbicara tentang perkara," tegasnya.(*)

 
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Srihandriatmo Malau
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved