TRAVEL

5 Negara yang Hilang dari Peta Dunia, Ada Tibet Hingga Yugoslavia

Kamis, 6 Februari 2020 09:17 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Peta dunia selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Dalam kurun waktu 100 tahun, peta dunia telah berubah banyak.

Tak cuma bentang alam, kondisi peta dunia yang berubah juga dibentuk oleh keberadaan dan atau hilangnya sebuah negara.

Tilik saja Yugoslavia, negara yang berdiri pada 1918 tetapi terpecah-pecah dan akhirnya runtuh pada 1990an.

Ketiadaan sebuah negara dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Mulai dari runtuhnya kerajaan kuno, perpecahan wilayah, hingga penggantian nama.

Kali ini, TribunTravel telah merangkum 5 negara di dunia yang 100 tahun yang lalu masih eksis tapi kini sudah tidak ada dari laman Reader's Digest.

1. Yugoslavia

Seratus tahun yang lalu, Perang Dunia I mendatangkan begitu banyak kekacauan di wilayah perbatasan Eropa.

Sebuah negara di Eropa tenggara berdiri pada 1918 sebagai "Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia" dan berganti nama menjadi Yugoslavia satu dekade kemudian.

Yugoslavia menyatukan banyak wilayah terdiri dari beragam budaya dan etnis yang merupakan bagian dari bekas Kekaisaran Austro-Hungaria.

Negara baru ini mencakup Slovenia, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Montenegro, Kosovo, dan Macedonia.

Namun, pada abad ke-20 Yugoslavia mengalami konflik berupa perpecahan dan dikuasai selama Perang Dunia II.

Yugoslavia pun bersatu kembali di bawah kepemimpinan komunis pasca-perang, diikuti oleh pertempuran selama tahun 1990-an.

Sekarang, Yugoslavia secara resmi telah tiada.

Banyak wilayahnya yang kini lebih damai pasca runtuhnya Yugoslavia.

Bahkan, kota pesisir Dubrovnik di Kroasia menjadi setting lokasi serial Game of Thrones King's Landing.

Inilah yang menjadikannya tujuan wisata populer sampai-sampai harus membatasi jumlah pengunjungnya yang membludak.

2. Tibet

Meskipun Tibet diasosiasikan dengan para biksu Buddha yang damai dan pemimpin spiritualnya, Dalai Lama, wilayah barat laut India ini telah menjadi rebutan selama berabad-abad.

Tibet sebenarnya adalah negara yang independen sepenuhnya, tapi hanya dari 1912 hingga 1951, ketika menjadi bagian dari China.

Upaya untuk "membebaskan Tibet" sedang berlangsung, dan Dalai Lama pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, yang kini sudah pensiun, masih tinggal di pengasingannya di India.

Tibet juga merupakan tempat tujuan bagi para petualang dan pendaki gunung karena tempat ini memiliki titik tertinggi di Bumi, Gunung Everest.

3. Neutral Moresnet

Jika kamu belum pernah mendengar tentang Netral Moresnet, itu bukanlah hal yang aneh.

Negara sangat kecil ini hanya memiliki luas wilayah tidak sampai satu mil persegi.

Neutral Moresnet dibentuk dari kesepakatan antara Belanda dan Prusia pada 1816, sehingga kedua negara dapat sama-sama memiliki akses ke tambang seng.

Neutral Moresnet memiliki bendera sendiri dan bahkan membuat uang koinnya sendiri.

Sejumlah upaya dilakukan untuk mengubah negara kecil menjadi wilayah utopia dengan 'bahasa buatannya; sendiri, Esperanto.

Namun, wilayah Neutral Moresnet menjadi korban Perang Dunia I, dan kini menjadi bagian dari Belgia.

Namun, penduduknya saat ini masih merayakan ulang tahun didirikannya Neutral Moresnet.

4. Abyssinia

Abyssinia sebenarnya adalah nama panggilan dari bangsa Arab dan Eropa untuk Ethiopia seratus tahun yang lalu.

Selama masa Scramble of Africa atau 'Perebutan Afrika' pada akhir abad ke-19, Italia mencoba untuk merebutnya, tetapi tidak dapat menggulingkan kekaisaran Ethiopia.

Faktanya, negara itu tidak pernah dijajah dan merupakan satu dari sedikit negara merdeka di Afrika sampai orang-orang Italia di bawah Mussolini menguasainya dalam waktu singkat di akhir 1930-an.

Setelah Perang Dunia II, Ethiopia menjadi satu di antara negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejarah Ethiopia memang kaya.

Hal itu dapat dilihat dari fosil manusia tertua di dunia yang pernah ditemukan, dan ditemukannya buku yang diduga Kitab Suci Tabut Perjanjian (Ark of the Covenant).

5. Ceylon

Pulau besar yang terletak di selatan India ini disebut Sri Lanka.

Namun, sebelum 1972 pulau itu disebut Ceylon.

Ceylon adalah nama yang diberikan oleh orang-orang Eropa ketika pulau itu dijajah berabad-abad sebelumnya.

Ceylon berada di bawah kekuasaan Inggris sampai 1948.

Namun, akhirnya Ceylon menjadi bangsa yang merdeka dan melepaskan nama kolonialnya pada 1972 dan berganti menjadi Sri Lanka.

Setelah mengalami beberapa perang saudara di awal abad 21, kondisi wilayah ini sekarang lebih stabil.

Pada 2011, pemerintah Sri Lanka memutuskan mengubah semua nama lembaga negara yang masih menggunakan nama Ceylon sebagai upaya untuk menghilangkan sisa-sisa kolonialisme.

(TribunTravel/Rizki A Tiara)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 5 Negara yang Hilang dari Peta Dunia, Ada Tibet Hingga Yugoslavia

 
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Rizky Cahya Nugraha
Sumber: TribunTravel.com
Tags
   #Tibet   #Yugoslavia   #Sri Lanka
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved