Gerebek Prostitusi Online di Padang, Andre Rosiade Bantah Jebak PSK Lalu Beberkan Sejumlah Fakta

Rabu, 5 Februari 2020 14:09 WIB
Tribun Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUN-VIDEO.COM - Kabar penggerebekan dugaan praktik prostitusi online yang menyeret wanita pekerja seks komersial (PSK) inisial N (26) dan mucikarinya AS (24), hingga kini terus bergulir.

Sebelumnya, penggerebekan dugaan praktik praktik prostitusi online itu berlangsung di salah satu hotel berbintang di Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (26/1/2020)

Lantas seperti apa kronologi pengungkapan kasus prostitusi onlline tersebut?

Dihubungi TribunPadang.com, Rabu (5/2/2020) anggota DPR RI Andre Rosiade mengatakan penggerebekan bermula dari laporan dari masyarakat yang diterimanya sempat resah atas dugaan praktik prostitusi online di Kota Padang.

Selanjutnya Andre berkunjung ke Kota Padang hingga mendapati dugaan praktik prostitusi online pada 26 Januari 2020 lalu.

Pada saat itu, lanjutnya masyarakat juga sempat memperlihatkan aplikasi online yang digunakan oleh PSK tersebut kepada Andre Rosiade.

Selanjutnya, atas laporan yang diterimanya dari masyarakat itu kemudian Andre Rosiade melaporkan kepada pihak kepolisian (Polda Sumbar).

Berselang kemudian pihak kepolisian dari Subdit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

"Itu disaksikan banyak orang, termasuk wartawan. Ada lima hingga enam anggota tim Polda Sumbar di situ," kata Andre Rosiade.

Setelah itu, masyarakat memperlihatkan aplikasi Mi Chat itu kepada petugas kepolisian tersebut.

Kata polisi saat itu, silakan dibuktikan, pihak kepolisian back up untuk penegakan hukumnya.

Lalu, masyarakat yang melapor membuktikan dengan memesan melalui aplikasi.

Karena, masyarakat itu sibuk mengurus pemesanan di aplikasi, negosiasi dan segala macamnya, ajudan Andre Rosiade bernama Bimo membantu memesankan kamar.

"Bimo memesan kamar ke resepsionis. Dia juga yang membayar dan memberikan bukti KTPnya."

"Anehnya, pihak hotel menulis namanya Andre Rosiade bukan Bimo, padahal yang datang ke resepsionis Bimo dan pakai KTP Bimo," terang Andre Rosiade.

Setelah itu, yang bersangkutan (masyarakat yang memesan) langsung datang ke kamar hotel 606 karena wanita tersebut akan datang.

Selang beberapa menit kemudian, polisi bersama Andre Rosiade dan sejumlah wartawan menyusul.

Saat kamar dibuka, pengakuan Andre Rosiade yang masuk awalnya itu polisi.

Setelah polisi menemukan dan mengumpulkan barang bukti dan polisi memberikan keterangan, baru Andre Rosiade masuk ke ruangan itu.

"Saya masuk belakangan. Baru disebutkan BB masih utuh, kondom masih utuh," ucap Andre Rosiade.

Andre Rosiade menegaskan, dirinya tidak menjebak terduga pelaku prostitusi online tersebut.

"Masyarakat lah yang berinisiatif untuk membuktikan itu," tegas Andre Rosiade.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpadang.com dengan judul Andre Rosiade Bantah Tudingan Menjebak PSK di Padang Lalu Beberkan Sejumlah Fakta

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Padang
Tags
   #Andre Rosiade   #prostitusi online   #PSK
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved