Kamis, 30 April 2026

Wiki on The Spot

Wiki on The Spot - Angkringan Pinggir Kali, Kampung Jawi, Semarang

Rabu, 29 Januari 2020 22:51 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Berkunjung ke Semarang selain beragam wisata yang unik serta menarik, dari yang bertema taman, alam, sejarah, kesenian, dan lain sebagainya, semua terhampar bersatu padu ada di Ibukota Jawa Tengah ini.

Lelah berwisata dengan beragam tempat-tempat tersebut, tak lengkap untuk singgah serta menjajakkan aneka jajanan.

Caffeshop, mall, atau tempat perbelanjaan mungkin terdengar tak asing bagi semua orang yang ingin bersantai setelah lelah berwisata.

Bosan dengan suasana tersebut, di Semarang ada suatu perkampungan yang mejajakkan aneka jajanan pasar dengan konsep tradisional Jawa.

Lampu sentir, obor, gubuk, alunan angklung, serta beberapa penjual mengenakan pakaian khas Jawa, berbatik, jarik, lengkap dengan ikat kepala maupun blangkon semakin menambah nostalgia pengunjung hidup tempo dulu di zaman tradisional Jawa.

Sejarah Singkat

Siswanto selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Jawi, terkait berdirinya Angkringan Pinggir Kali tak lepas dari Pasar Jaten yang terlebih dahulu mulai eksis serta dikenal oleh banyak orang.

Bersama Kampung Wisata Tematik Jawi, Pasar Jaten mulai di akui hingga kemudian diresmikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sebagai bagian dari desa wisata pada tanggal 25 Februari 2018.

Pasar Jaten yang dulu buka setiap hari Minggu Legi dan Kliwon menurut pasaran Jawa, di rasa kurang menarik, dan area terlalu sempit pula untuk dikunjungi para wisatawan.

Siswanto yang merasakan antusias pengunjung mulai ramai membanjiri Pasar Jaten, mengajak berdiskusi warga Kalialang RW 1 yang dihuni sekitar 7 Rumah Tangga (RT).

Diskusi tersebut menghasilkan konsep sebuah tempat bersantai, bernuansa tempo dulu kampung tradisional Jawa, namun waktu operasionalnya di malam hari.

Terkait telah disetujuinya konsep tersebut, pro kontra masih saja berlanjut hingga akhirnya tepat sekitar 10 bulan berjalan, akhir Desember 2018 Pasar Jaten dihentikan untuk sementara waktu.

Alunan musik keroncong menghibur pengunjung yang sedang menikmati gemerlap khas Angkringan Pinggir Kali

Perjuangan dan kegigihan Siswanto bersama pengelola Kampung Jawi, untuk membuka kulineran di malam hari lambat laun mulai diterima masyarakat setempat.

Tahun 2019 tepatnya bulan Januari, masyarakat di ajak untuk lebih gigih membangun, mempersiapkan pernak-pernik, dan mengembangkan kuliner khas tradisonal Jawa di malam hari.

Pasar Jaten yang resmi ditutup dan digantikan Angkringan Pinggir Kali yang buka setiap malam, lambat laun mulai diterima wisatawan.

Bertemakan sebuah kampung khas tradisional Jawa yang berada di pinggir Sungai Kripik, penerangan berupa lampu sentir, gubuk sebagai stand makanan, dan bangku maupun meja terbuat dari kayu sebagai tempat duduk pengunjung, yang kini membuat Angkringan Pinggir Kali mulai dapat menggantikan Pasar Jaten.

Lokasi

Berkunjung ke Angkringan Pinggir Kali, lokasi yang ditempuh dari pusat Kota Semarang lumayan jauh.

Namun, pengunjung tidak perlu khawatir, jauhnya tempat tersebut akan dibayarkan dengan keindahan, serta sensi kulineran malam bernuansa tradisional khas Jawa.

Dari Tugu Muda Semarang, Anda cukup ambil arah selatan menuju Jalan DR Sutomo hingga menuju pertigaan lampu lalu lintas samping RSUP Dr Kariadi.

 Pertigaan RSUP Dr Kariadi, silakan belok kanan menuju Jalan Kaligarang, Jalan Kelud Raya, menuju Taman Sampangan.

Lampu merah dekat dengan Taman Sampangan, silakan belok kanan menuju Jalan Menoreh Raya, Jalan Dewi Sartika Sampangan hingga sampai di lampu merah perempatan Masjid Nurul Ilmi.

Silakan belok kanan menuju gapura pintu masuk Jalan Dewi Sartika Barat, Sampangan, ikuti kelokan demi kelokan sepanjang jalan menuju Jalan Kalialang Lama, hingga sampai di sebuah Kelurahan Sukorejo, RT 02/RW 01, Kecamatan Gunungpati.

Gambaran Tempat

Berkunjung ke Angkringan Pinggir Kali, penglihatan pertama akan terbawa pada nyala lampu sentir, obor, yang menghiasi setiap area.

Sebuah gapura bertuliskan 'Sugeng Rawuh Ing Angkringan Pinggir Kali,' menggunakan bahasa Jawa sebagai ucapan selamat datang bagi para wisatawan, yang hendak menjajakkan makan maupun minuman bernuansa khas tempo dulu.

Semakin tak sabar, setiap langkah akan terperanjat membawa ke sebuah delapan belas stand makanan berbentuk gubuk, beratapkan daun pinang, berbahan kayu, dengan nyala lampu obor sebagai penerang.

Makanan dan minuman tradisonal menghiasi stand-stand tersebut, seperti wedangan, jamu tradisional, sego pecel pincuk, sop ndoro ayu, es campur, kopi, es gempol, sego kuluban, jagung bakar, kolang-kaling, dan lain sebagainya.

Harga yang dijual pun bersahabat, cukup untuk menemani waktu bersantai.

Tak lupa beragam alat makan, minum tradisonal yang terbuat dari kayu rotan, daun pisang, daun jati, semakin menambah identitas beragam jajanan yang terhampar di stand makanan tersebut.

Bersama suara lantunan musik, sambil bersantai menyantap jajan pasar, menyeduh wedang, ditemani lampu sentir yang menghiasi setiap meja menambah kenikmatan suasana.

Pengunjung juga dapat memberikan saweran kepada pemusik yang mengisi suasana bersantai, atau juga dapat menyumbangkan sebuah lagu guna menghibur semua pengunjung.

Di area Angkringan Pinggir Kali, pengunjung juga dapat menikmati keindahan suasana malam dengan menaiki menara setinggi hampir 15 meter yang bernama Menara Kepeng.

Setiap harinya, Kelurahan Kalialang merupakan Kampung Wisata Tematik bernama Kampung Jawi.

Jika pengunjung ingin belajar lebih terkait budaya Jawa, silakan dapat mengunjungi dan mengeksplore lebih Kampung Jawi yang berlokasi di Kelurahan Kalialang, Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Di sini Pengunjung akan diperkenalkan beragam kebudayaan Jawa, seperti karawitan, dolanan tradisional, egrang, bakiak, jongkat-jongkit, dan lain sebagainya.

Sarana dan Prasarana

Berkunjung ke Angkringan Pinggir Kali, selain kepuasan dengan nuansa tempo dulu yang dirasakan, ada beberapa sarana dan prasarana mendukung kenyamanan bagi setiap pengunjung, di antaranya:
- Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk
- Waktu operasional, buka setiap hari dari pukul 18.00-23.00 WIB
- Tempat parkir luas, dengan biaya motor Rp2 ribu, mobil Rp3 Ribu
- Musala dan MCK
- Swafoto dengan nuansa khas Angkringan Pinggir Kali
- Menu makanan: Gender pecel, lontong campur, nasi kucingan, aneka gorengan, getuk bakar, getuk goreng, sate lontong, ndog cenil, bakso bakar, sosis bakar, jagung bakar, jagung godhog, kacang godhog, nasi bakar.
- Menu minuman: Jahe rempah, jahe susu, kopi rempah, wedang kawi, susu kedelai, susu jahe, es gempol, es teh, wedang jarem, es jeruk.

(TRIBUNJATENGWIKI. COM/Muhammad Khoiru Anas)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatengwiki.com dengan judul Angkringan Pinggir Kali Kampung Jawi Semarang

Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribun Jateng

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved