Wiki On The Spot

Wiki On The Spot - Shio Tikus Logam dan Imlek Menurut Budayawan Tionghoa di Palembang

Rabu, 29 Januari 2020 15:36 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Di tahun 2020 ini merupakan Shio Tikus Logam.

Menurut Budayawan Tionghoa di Palembang Tjik Harun, jika di tahun ini ada cobaan ya dijalani saja.

Namun harus tetap bersyukur.

"Bagaimana pun tahun ini harus lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya," kata Harun saat dikunjungi Tribun Sumsel Wiki di Kelenteng Candra Nadi Soei Goeat Kiong (Dewi Kwan Im), Kelurahan 9/10 Ilir, Kecamatan Sebarang Ulu I.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika ada cobaan ya dijalani.

Bagaimana pun harus tetap bersyukur, sebeb sudah bisa melewati tahun-tahun yang sudah lewat.

"Di tahun ini paling tidak harus introspeksi diri dan banyak bersyukur," ujarnya.

Sementara itu terkait Imlek, menurut Harun yang juga sebagai Pengurus Kelenteng Dewi Kwan Im mengatakan, kalau bicara Imlek itu durasinya panjang.

"Dimulai dari satu Minggu sebelum Imlek yaitu tanggal 24 menurut Tionghoa bukan kalender nasional, bisanya di bulan Desember, sudah mulai melakukan upacara nganter dewa," katanya.

Baca: Ganjar Pranowo Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang

Namanya Dewa Dapur tugasnya itu mencatat perbuatan manusia, dari yang baik ataupun yang buruk yang dilakukan selama setahun.

Lalu Dewa Dapur akan naik ke langit untuk melaporkannya.

"Setelah Dewa Dapur naik, maka kita bersih-bersih rumah dan persiapan Imlek," kata Harun.

Kemudian satu hari sebelum Imlek ada ritual sembahyang kepada leluhur, baik itu kepada orang tua, saudara dan lain-lain yang lebih tua dari kita, mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek.

Lalu malam harinya ada juga tradisi keluarga yang memang sudah melekat dan tidak bisa dilepas yaitu reuni keluarga.

Ini merupakan ajang kumpul bersama keluarga, jadi kalau yang jauh merantau pada pulang.

Seperti tradisi pulang kampung.

Setelah itu ada juga yang bagi-bagi angpao.

Namun ada juga yang keesokan harinya baru bagi-bagi angpao.

Di tahun ini, perayaan Imlek jatuh pada 25 Januari 2020.

Namun untuk puncak sembahyangnya biasanya dilakukan pada tanggal 24 Januari 2020 malam hari.

Sebab biasanya orang berlomba-lomba ingin menancapkan gaharu yang pertama atau pukul 00.00 tepat tanggal 25 Januari 2020.

Masyarakat Tionghoa percaya hal tersebut agar rezekinya datang lebih awal.

"Nah saat Tahun Baru Imlek kita juga tidak boleh bersih-bersih. Sebab kalau rumah kita sapu maka mengusir rezeki yang masuk," pesannya.

Lalu nggak boleh juga motong dan mengunting.

Jadi sebelum hari Imlek semua sudah pada dipersiapkan, maka ketika hari H Imlek, namanya gunting, pisau di tempatkan ditempat yang jauh dari pandangan mata.

Hal ini tentu sarat akan filosofi.

(Tribunsumselwiki.com / Linda)

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunsumselwiki.com dengan judul Shio Tikus Logam dan Imlek Menurut Budayawan Tionghoa di Palembang, Tjik Harun.

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved