Kabar Selebriti
Tasya Kamila Jadi Guru Bimbingan Belajar, Sebut Tak Canggung meski Mengajar Tak Sesuai Studi
TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila (27) kini ditunjuk sebagai Super Teacher disalah satu platform pendidikan bernama Quipper.
Dalam platform ini, Tasya berperan menjadi guru pelajaran Geografi dan Bahasa Inggris. Hal ini terdengar ganjil sebab Tasya sendiri merupakan alumni fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Akuntansi.
Ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020), Tasya merasa terhormat bisa diangkat menjadi salah satu super guru di platform ini.
Dirinya menambahkan bahwa pengalaman hidupnya dalam menghadapi ujian saat bangku sekolah dapat membantu anak-anak Indonesia yang akan naik ke jenjang perguruan tinggi.
"Alhamdullilah salah satu concern aku kan pendidikan dan bisa aku salurkan dengan join di Quipper dan jadi super teacher," ujar Tasya Kamila.
Dalam mengajar geografi, Tasya menganggap ilmu geografi sangat diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari.
Mantan bintang iklan pasta gigi ini mengaku ilmu geografi sangat sesuai dengan ilmu yang dimiliki oleh Tasya selama ini.
"Ternyata setelah aku ngajar, aku jadi tahu bahwa ilmu yang diajarkan didalam geografi itu ilmu yang applicable di dunia nyata, Kita bahas mulai dari tempat-tempat di Indonesia, mancanegara. Sampai ngebahas juga soal kegiatan ekonomi, perubahan iklim, pemanasan global, apa pun itu yang sangat interdisipliner," ujar Tasya.
Dirinya merasa tidak canggung dalam berbagai ilmu geografi walaupun diketahui dirinya merupakan lulusan akuntansi. Sebab dirinya telah belajar ilmu multi interdisipliner saat mengambil kuliah di Columbia University.
"Pas banget sama aku yang belajarnya ke sana kemari. Dulu IPA kemudian ambil akuntansi, terus administasi publik di Columbia (University), di mana itu semua interdisipliner," tambah Tasya.
Tidak hanya mengajarkan ilmu geografi di platform online ini.
Tasya juga mengajarkan bahasa Inggris.
Dalam mengajarkan bahasa Inggris, Tasya mengajarkan percakapan bahasa Inggris yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Tidak hanya mengajar geografi sekarang aku juga mengajarkan percakapan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari," tutup Tasya.
Tasya Kamila merupakan pengajar mata pelajaran Geografi dan Bahasa Inggris.
Sebagai lulusan Ekonomi UI yang pernah mengikuti SBMPTN Tasya berbagi cerita mengenai pengalaman dirinya.
Tasya sendiri juga menjelaskan bahwa masalah siswa saat ini adalah terlalu dekat dengan teknologi sehingga banyak informasi yang diterima, siswa jadi sulit fokus dalam mencerna dan mengingat informasi yang diterima, atau singkatnya mengalami cognitive overload.
Tasya juga menyabut positif wacana dari menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang baru, Nadiem Makarim perihal program Kampus Merdeka.
Program Kampus Merdeka merupakan program yang dicanangkan oleh menteri Pendidikan yang baru bersama dengan program lainya yang bernama Merdeka Belajar.
Rencananya kedua program unggulan yang dicanangkan Nadiem Makarim bisa menjadi nilai positif untuk sistem pendidikan di Indonesia.
Salah satu sistem yang dicanangkan pada program Kampus Merdeka adalah kebebasan mahasiswa untuk dapat mengambil kuliah mata pelajaran di program studi fakultas lain.
Tasya Kamila menganggap bahwa program ini sangat baik dan dirinya pernah mengalami hal ini baik saat dirinya berkuliah di Universitas Indonesia atau berkuliah di Columbia University.
Sistem ini menurut Tasya sangat memberikan kesempatan bagi mahasiswa lain untuk merasakan pengalaman belajar di lintas fakultas atau jurusan.
Baginya sistem ini membuat mahasiswa mampu menyerap ilmu baru secara keseluruhan dan menjadi interdisipliner.
"Itu adalah experience yang sangat menyenangkan karena ilmu sifatnya luas. Interdisipliner membuat satu kasus dapat dilihat dari berbagai perspektif dan itu yang menambah keilmuan kita," ujar Tasya.
Tak hanya menambah ilmu, Tasya menilai kebijakan lintas prodi juga bisa membuat mahasiswa memiliki wawasan yang luas dalam memandang satu masalah, di samping lebih semangat untuk belajar.
"Ini adalah ide yang sangat baik," tambah Tasya.
Selain memandang positif kebijakan dari Nadiem Makarim mengenai Kampus Merdeka.
Tasya juga menyambut baik ide mengenai penghapusan ujian nasional.
Tasya senang ujian nasional akan dihapus sebab menurut ibu satu anak ini menganggap bahwa UN sudah seharusnya tak lagi dijadikan salah satu acuan untuk kelulusan siswa.
Dirinya setuju UN ditiadakan sebab tolak ukur dari kelulusan seorang murid di sekolah seharusnya tidak ditentukan oleh satu minggu waktu ujian.
Mantan bintang iklan pasta gigi ini lebih setuju bahwa sekolahlah yang seharusnya mengevaluasi hasil belajar siswanya karena pihak sekolah lebih mengetahui siswanya seperti apa.
"UN tidak dijadikan satu-satunya acuan kelulusan adalah sesuatu yang sangat baik. Karena setelah tiga tahun bersekolah, masa hanya dalam seminggu dievaluasinya. Pasti akan lebih baik bila sekolah yang mengevaluasi karena lebih tahu siswanya seperti apa," ujar Tasya.
Tasya sendiri berpesan mengenai UN dihapus tidak serta merta para pelajar di Indonesia bisa bersantai. Sebab baginya tetap ada satu evaluasi hasil belajar yang dilakukan sekolah untuk menilai hasil belajar siswa di sekolah.
"Ujian ataupun tes tetap diperlukan karena itu merupakan metode untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran," tambah Tasya.
Kedua rencananya menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang baru memang dipandang positif oleh beberapa kalangan khususnya bagi siswa dan para orang tua.
Tasya berharap kebijakan-kebijakan yang dihadirkan Nadiem Makarim dapat diaplikasikan dengan baik sehingga memberikan dampak positif bagi siswa dan siswi yang ada di Indonesia.
(Wartakotalive / Muhammad Naufal)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul VIDEO: Tasya Kamila jadi Guru Bimbingan Belajar Pelajaran Geografi di Aplikasi Quipper.
Sumber: Warta Kota
TJB Update
Potret Kompak Desta dan Natasha Rizky Rayakan Lebaran 2026 dengan Baju Seragam
Kamis, 26 Maret 2026
Selebritis
Kembali ke Identitas Asli, Potongan Rambut Baru Lucinta Luna Malah Tuai Kritik Pedas
Rabu, 25 Maret 2026
Selebritis
Sempat Tak Akur, Potret Denada Rayakan Lebaran Bareng Ressa Rossano Jadi Sorotan
Rabu, 25 Maret 2026
Shopping Live Update
Transformasi Fisik Ahmad Assegaf Pasca-pisah dari Tasya Farasya Tarik Perhatian
Rabu, 25 Maret 2026
Selebritis
Nasib Bayi Muhammad di Rumah Raffi Ahmad Terungkap, Nagita Singgung Status Lily
Rabu, 25 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.