Terkini Nasional

Pengakuan Mengejutkan Lutfi Alfiandi saat Sidang, Kapolres Jakbar: Pakai Logika Saja

Rabu, 22 Januari 2020 21:39 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Pengakuan mengejutkan diurai pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM, Lutfi Alfiandi saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pukul 17.00 WIB, Senin (20/1/2020).

Dalam persidangan, Lutfi Alfiandi menyatakan sempat ditahan di Polres Metro Jakarta Barat.

Saat ditahan di sana, Lutfi Alfiandi menyatakan sempat disetrum dan ditendangi aparat penegak hukum.

"Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar," ujar Lutfi Alfiandi di hadapan hakim.

Lutfi Alfiandi saat itu merasa tertekan dengan perlakukan penyidik terhadapnya.

Desakan itu membuat dia akhirnya menyatakan apa yang tidak dilakukannya.

"Karena saya saat itu tertekan makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu. Saat itu kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga," kata Lutfi Alfiandi.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S. Latuheru akhirnya buka suara.

Audie mengaku telah meminta penjelasan anak buahnya yang mengamankan Lutfi Alfiandi.

Dia tidak menemukan fakta seperti yang dilontarkan Lutfi Alfiandi saat persidangan, yakni adanya penganiyaan dengan cara disetrum.

"Saya sudah cek ke anak buah. Kejadian (penangkapan Lutfi) kan terjadi pada bulan September (2019). Saya cek, tidak ada kejadian seperti itu (Lutfi disetrum)," kata Audie di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Ia mengajak masyarakat untuk memikirkan pengakuan Lutfi Alfiandi dengan logika sehat.

Audie menjelaskan Lutfi Alfiandi ditahan bersama dengan massa demonstrasi yang lain.

Menurutnya apabila benar Lutfi Alfiandi disetrum maka akan banyak pihak yang menyaksikan perbuatan tak manusiawi itu.

"Itu kan keterangan dia di persidangan, kita pakai logika saja. Waktu itu yang diamankan banyak orang, kalau dia doang yang disetrum kan tidak mungkin. Misalnya kalau terjadi insiden penyetruman. Kalau pun terjadi, pasti kan dilihat banyak orang," lanjutnya.

Audie menjelaskan, pemeriksaan Lutfi Alfiandi dilakukan di Polres Jakarta Pusat.

Adapun, jajaran Polres Jakarta Barat hanya mengamankan Lutfi Alfiandi saat aksi demo berlangsung.

"Itu ditangani Polres Metro Jakarta Pusat. Kami hanya ketempatan untuk mengamankan saja. Kemudian Polres Metro Jakarta Pusat yang tindak lanjuti," ujar Audie.

Sementara itu Polri tak berkomentar banyak soal dugaan penyiksaan oknum polisi terhadap Lutfi Alfiandi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono meminta agar publik menunggu hingga pembacaan putusan kasus tersebut.

"Biarkan sidang berjalan dengan rampung, sidang belum rampung sudah ditanya, nanti setelah selesai putusnya seperti apa," kata Argo ketika ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Ketika ditanya bila ada anggota yang diduga melakukan pelanggaran, Argo juga enggan menjawab.

Ia kembali meminta agar proses persidangan ditunggu hingga selesai.

"Nanti (sidangnya) selesai dulu," kata dia. Argo pun mengatakan bahwa polisi bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Lutfi Alfiandi Ngaku Disiksa dan Disetrum Penyidik, Kapolres Jakbar Buka Suara: Pakai Logika Saja

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Buyung Haryo
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved