Viral di Medsos

Viral Video Pemuda Pamer Bakar Kucing dan Makan Dagingnya, Pecinta Hewan Minta Tindak Tegas

Rabu, 22 Januari 2020 17:11 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM- Viral pemuda bakar dan hobi makan kucing, komunitas pecinta hewan minta polisi ambil tindakan tegas.

Pendiri Animal Hope Shelter, Christian Joshua Pale kembali menyuarakan kekerasan terhadap hewan, khususnya kucing.

Melalui unggahan di instagramnya @christian_joshuapale, pada Senin (20/1/2020), pria yang akrab dipanggil 'nyai' itu menyampaikan adanya aksi penganiayaan hewan.

Hal tersebut ditunjukkan lewat sebuah video yang diunggahnya dalam status instagramnya.

Dalam video yang diunggahnya, pemuda yang diketahui bernama Jendry Pinontoan itu terlihat santai memegang nozzle las.

Api yang berkobar dari ujung nozzle kemudian diarahkan pemuda itu ke tubuh kucing untuk membersihkan bulunya.

Kucing berwarna kelabu bergaris itu terlihat mati dan kaku.

Tidak diketahui apakah kucing dalam kondisi hidup atau telah mati sebelum dibakar.

Namun, dalam potongan video tidak terlihat adanya bekas sayatan pada leher atau tusukan di kepala yang umumnya dilakukan ketika menjagal hewan.

"TEMEN-TEMEN AKU MINTA MAAF SEBELUMNYA APABILA POSTINGAN INI KE DEPANNYA MENIMBULKAN KEBENCIAN BAGI PELAKUNYA, AKU MOHON JANGAN CACI MAKI PELAKUNYA YA TAPI LANGSUNG DITINDAK TEGAS SESUAI PERBUATANNYA!," tulis Joshua.

Joshua pun mengungkapkan alasan pemuda itu tega membunuh kucing.

Alasan membunuh kucing katanya berawal dari kebiasaan pelaku yang hobi makan kucing.

"Pelaku ini hobinya mengkonsumsi daging kucing dan ini ia jelaskan di kolom komennya," ungkap Joshua.

"Dengan dalih populasi kucing sangat banyak dan hal wajar memakannya, ia pun langsung post cara membunuh dan memasak daging kucing. Kejadian di Bitung dan profil pelakunya ada di insta story nyai ya," tulis Joshua.

Status Facebook Pemuda Bitung Bakar Kucing Hidup-hidup (instagram @christian_joshuapale) Dalam instagram story, Joshua mengunggah tangkapan layar status facebook milik Jendry Pinontoan.

Jendry Pinontoan terlihat sangat bangga telah membunuh dan makan kucing.

Jendry Pinontoan bahkan menyebutkan populasi kucing di Bitung sangat banyak dan kucing yang dibunuh dan dimakannya itu diketahui bukan milik orang lain.

"Populasinya masih banyak, tidak dilarang selagi masih punya sendiri. Bukan punya orang lain," tulis Joshua.

Terkait hal tersebut, Joshua kembali menegaskan agar pihak Kepolisian dalam mengambil tindakan tegas atas aksi penganiayan hewan tersebut.

Sebab ditegaskannya, kucing maupun anjing bukanlah hewan ternak yang layak dikonsumsi manusia.

"Sekali lagi mohon maaf jika postingan ini melukai perasaan temen-temen pecinta dedek empus, aku berharap pelakunya bisa ditindak tegas karena kucing dan anjing BUKAN hewan ternak yg layak dikonsumsi sesuai UU Peternakan negara kita," tegas Joshua.

Postingan Joshua pun menarik kemarahan para pecinta hewan.

Namun tidak sedikit yang menyuarakan empati atas aksi pemuda yang bakar dan hobi makan kucing itu.

Dalam postingan tersebut banyak warganet yang menyayangkan perlakuan kejam Jendry Pinontoan.

Banyak warganet yang mengatakan bahwa masih ada makanan lain dibandingkan harus mengkonsumsi kucing seperti yang dilakukannya tersebut.

Selain itu banyak warganet yang jijik dan menyebut bahwa pelaku sudah sakit jiwa sehingga bisa melakukan perbuatan kejam tersebut.

Banyak warganet yang menginginkan kepolisian untuk menindak tegas aksi yang dilakukan oleh pelaku tersebut.

Menurut pantauan TribunnewsWiki, postingan di Instagram tersebut telah dilihat sebanyak 23,8 ribu dan dikomentari sebanyak 637 komentar pada Selasa (21/1/2020).

Berikut adalah beberapa komentar dari warganet:

(WartaKota/Dwi Rizki)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Video Pemuda Pamer Bakar Kucing dan Makan Dagingnya, Alasannya Populasi Banyak

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved