TRIBUNNEWS UPDATE

Timbulkan Utang karena Beli Hak Siar Liga Inggris, Helmy Yahya Dipecat dari Direktur Utama TVRI

Rabu, 22 Januari 2020 16:07 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Helmy Yahya diketahui telah resmi diberhentikan dari jabatan Direktur Utama pada 16 Januari 2020 oleh Dewan Pengawas (Dewas) TVRI.

Disebutkan, alasan Helmy dipecat karena hak siar penayangan Liga Inggris yang dibeli telah menimbulkan risiko gagal bayar atau utang mirip dengan krisis keuangan.

Dikutip dari Kompas.com, hal tersebut disampaikan oleh angoota Dewas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (21/1/2020).

Baca: Helmy Yahya Dipecat karena Beli Hak Siar Liga Inggris, Dewas TVRI: Tak Sesuai Jati Diri Bangsa

Bahkan, Moko menyatakan bahwa risiko utang tersebut mirip dengan krisis keuangan di PT Asuransi Jiwasraya.

Moko menyampaikan, Helmy juga sempat mengatakan bahwa program Liga Inggris itu ditayangkan tanpa biaya.

Padahal nyatanya, penayangan Liga Inggris itu berbiaya senilai Rp126 miliar untuk kontrak tiga sesi yaitu selama 2019-2022.

Berdasarkan invoice yang diterima Dewas TVRI dari Global Media Visual (GMV), ada kewajiban bayar pada 31 Oktober 2019 senilai Rp27 miliar.

Sementara itu, pada Maret dan September 2020, masing-masing senilai Rp21 miliar.

Dengan demikian, total kewajiban bayar utang pada 2019 dan 2020 adalah senilai Rp69 miliar.

Selain itu, Moko mengatakan, tidak pernah ada permintaan persetujuan dari Helmy kepada Dewas TVRI untuk menyiarkan Liga Inggris.

Sebelumnya diberitakan, Dewas TVRI sudah resmi memberhentikan Direktur Utama Helmy Yahya pada 16 Januari 2020.

Surat keputusan (SK) pemecatan Helmy dikatakan merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2005 tentang LPP TVRI.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Alasan-alasan Dewas TVRI Pecat Helmy Yahya sebagai Direktur Utama.

Editor: Teta Dian Wijayanto
Reporter: Ruth Aurora Chintya Natasha Iswahyudi
Video Production: Desy Noormawati Amalia
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved