Travel

Tempat Nongkrong Baru De Kleine Batu, Ada di Lereng Gunung Panderman

Minggu, 19 Januari 2020 14:36 WIB
TribunTravel.com

Laporan Wartawan TribunJatimTravel.com, Nur Ika Anisa

TRIBUN-VIDEO.COM - Wisata kuliner dengan pesona alam terus bermunculan, kali ini De Kleine Culinary and Camp menjadi tempat hits dengan spot foto unik.

Wisata kuliner ini mulai beroperasional sekitar bulan Juni 2019, yang kini terus diperbarui untuk memaksimalkan layanan pengunjung.

Terdapat spot-spot instagenic, pilihan menu yang bervariasi maupun penampilan tarian budaya setiap minggunya.

"Kota Batu ini kan dulu disebut De Kleine of Switzerland, hawanya dan masyarakat batu hampir sama di Switzerland. Dengan nama itu kami gabungkan dengan konsep alam," kata Marketing Communication Lila Widya, Kamis (16/1/2020).

1. Berada di lereng Gunung Panderman

Letaknya berada di kawasan peternakan kuda Mega Star Indonesia, Desa Oro-Oro Ombo Batu, De Kleine memanfaatkan latar belakang pesona city view Kota Batu.

Akses menuju De Kleine Batu cukup mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Rute perjalanan terbilang mudah, kalian yang dari Malang melewati Jalibar Batu.

Sepanjang perjalanan menuju De Kleine kalian akan disuguhkan panorama Kota Batu dari ketinggian.

Cafe ala Swiss ini dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, setiap hari.

2. Back to Nature

Back to nature itulah yang menjadi konsep de kleine. Pepohonan hijau yang rindang mengelilingi kafe, suasana sejuk dan langit cerah menyuguhkan city view Kota Batu.

Sembari menikmati suasana alam yang asri, pengunjung bisa bersantai sembari mengobrol satu sama lain.

Terlebih, letak De Kleine di kaki Gunung Panderman yang juga jauh dari hiruk pikuk kota.

"Kami ingin memberikan kesan arti kebersamaan menyatu dengan alam. Jadi yang datang kesini asyik, self service," kata Lila.

3. Spot foto piramida kaca hingga view taman.

Lantaran lokasi kafe berada di ketinggian, tentu udara di sana cukup dingin.

Bagi kalian yang tak menyukai cuaca dingin, bisa menjajal spot ruangan kaca berbentuk bangunan prisma.

Terdapat tujuh piramida kaca yang masing-masing memiliki kapasitas empat hingga enam orang.

Dengan minimal order Rp250 kalian bisa menikmati suasana bersantai di piramida kaca selama tiga jam.

Dengan begitu kalian bisa menikmati pemandangan alam tanpa khawatir hawa dingin.

Konsep alam dan kemewahan ini juga terletak pada piramida kaca yang menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto.

Bangunan kafe cukup unik, apalagi jika kalian mengunjung lantai dua De Kleine dan duduk di tepi pagar pembatas sembari melihat hamparan taman yang indah.

4. Sajian menu yang bisa self service

Menikmati kuliner di kawasan ini sangat menyenangkan, karena pengunjung juga disuguhkan suasana asri dan pemandangan luar biasa.

Ada banyak pilihan menu mulai dari kuliner tradisional hingga modern yang disajikan self service.

Kalian bisa order barbecue yang bisa disantap ramai-ramai dan dimasak sendiri.

Hawaiian Shewers, barbecue, steak, punch barbecue platter, oxtail soup, oxtail barbecue hingga sate rawon dan SOP buntut.

"Kami ada pilihan chicken barbecue, seafood dan fish. Ada juga pilihan reguler steak dan nasi goreng De Kleine," kata Lila.

Selain itu juga banyak pilihan kudapan tradisional yang dikemas modern seperti singkong kicir, polo pendem hingga tahu petis.

5. Live musik dan tarian budaya

Waktu yang tepat mengunjungi De Kleine adalah weekend. Kalian akan dimanjakan live musik hingga pertunjukan tari budaya.

Ditemani musik nan syahdu, membuat suasana nongkrong makin betah.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunjatimtravel.com dengan judul Review De Kleine Batu, Tempat Nongkrong Berkonsep Back to Nature di Kaki Gunung Panderman.

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Marsisca Puguh Setiari
Sumber: TribunTravel.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved