Terkini Nasional

Rano Karno Singgung Tentang Banjir di Jakarta, Dibutuhkan Fokus dan Keseriusan

Jumat, 17 Januari 2020 16:30 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan Tribun Network, Mohamad Yusuf

TRIBUN-VIDEO.COM - Aktor Rano Karno, kini tengah sibuk mempromosikan trilogi film Si Doel, Akhir Kisah Cinta Si Doel yang akan tayang 23 Januari 2020 mendatang.

Meski, tengah kesibukannya itu, ia kini aktif sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024, yang dilantik pada Selasa (1/10/2019) lalu.

Pemeran Si Doel itu, melaju ke Senayan lewat PDI Perjuangan. Ia pun ditempatkan di KomisI X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, olahraga, dan sejarah.

Namun, ia mengaku, enggan untuk menjadi seorang birokrat lagi. Dimana Rano pernah menjabat sebagai Gubernur Banten pada 12 Agustus 2015 hingga 11 Januari 2017.

Lalu, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten sejak 13 Mei 2004 hingga 12 Agustus 2015. Rano menggantikan Ratu Atut Choisiyah yang dinonaktifkan karena kasus suap pilkada di MK.

Meski demikian, ditemui saat mengunjungi Redaksi Tribun Network, Kamis (16/1/2020), ia menyebut masih terus mengikuti isu-isu di Indonesia.

Termasuk dengan isu DKI Jakarta sebagai Ibu Kota yang kini tengah ramai diperbincangkan mengenai permasalahan banjir.

Rano menyebut bahwa penanganan banjir di Jakarta belum sempurna. Karena itu dibutuhkan keseriusan dan fokus pada permasalahan penangan banjir.

Berikut petikan wawancara khusus Tribun Network dengan Rano Karno:

Apa kesibukan Anda sekarang di bidang politik?

Saat ini saya menjadi anggota Komisi X DPR RI. Kebetulan mitranya hanya empat, yang membidangi pendidikan, kebudayaan, olahraga, dan sejarah.

Yaitu Kemendikbud, Kementerian Pariwisata dan Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Perpustakaan Nasional.

Apakah Anda masih tertarik untuk menjadi seorang birokrat kembali?

Barangkali sebagai birokrat, seperti Gubernur, Wali Kota, tidak ya. Saya lebih ingin pada pengabdian.

Kalau pengabdian terakhir ya ke nasional lah. Yaitu DPR. Lebih luas lingkupnya. Karena saya passionnya lebih pada konsep.

Tidak tertarik, untuk mengisi kekosongan kursi Wagub DKI atau mencalonkan sebagai Gubernur DKI?

Nggak terfikir. Silakan yang lain, yang lebih lebih sanggup daripada saya. Saya sekarang lebih fokus, bahasanya itu, ikut dalam membangun bangsa.

Bicara mengenai Gubernur, apa yang harus dilakukan untuk membangun sebuah kota?

Begini, sebuah pembangunan tidak bisa dilakukan dalam waktu pendek. Walaupun dibatasi 10 tahun, misalnya sebagai pimpinan daerah.

Itu sulit untuk mewujudkan program kerja, apa yang bisa kita kerjakan. Nggak akan selesai. Jadi kita harus punya prioritas.

Untuk Jakarta, apa prioritasnya dalam pembangunan?

Jakarta cuma punya dua poin, banjir dan macet. Misalkan, banjir saja fokusnya, nggak akan selesai dalam lima tahun. Sama seperti macet, juga nggak akan selesai dalam waktu itu. Apalagi kalau dibarengi, akan sulit.

Jadi sebagai pimpinan daerah harus fokus. Tahun pertama pembangunan drainase banjir DKI, memerlukan waktu enam tahun. Tapi memang pertanyaannya kapan mau mulai? Ya segera.

Bagaimana penilaian Anda mengenai pembangunan di Jakarta?

Prioritas pertama, banjir. Bukan tidak dilakukan, tapi tidak sempurna. Saya cukup mengikuti, memang drainase di Jakarta itu lama semua.

Memang kapasitasnya dulu masih kecil. Tapi sekarang nggak bisa. Harus lebih besar 5 sampai 10 meter.

Seperti pada MRT. Terjadi banjir Jakarta, tapi (di MRT) nggak banjir. Mereka menyiapkan gorong-gorong besar.

Artinya drainase Jakarta harus membangun drainase yang baru. Peninggalan yang lama harus mulai diperbesar.(*)

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Bayu Romadi
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved