Terkini Daerah

Anak Hakim PN Medan Jamaluddin Ingin Bundanya Dihukum Seumur Hidup Dibanding Hukuman Mati, Kenapa?

Senin, 13 Januari 2020 18:14 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kenny Akbari Jamal, anak Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin menginginkan Zuraida Hanum ibu tiri sekaligus tersangka pembunuhan ayahnya tidak dihukum mati.

Ia justru berharap ibu tirinya dan dua pelaku lainnya dihukum penjara seumur hidup.

Sebab ia merasa hukuman mati lebih sebentar merasakan sakit dibanding penjara seumur hidup.

Kenny Akbari Jamal, anak Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55) mengaku sangat sedih dan terpukul dengan adanya kejadian yang menimpa ayahnya.

Bahkan, yang membuatnya tak menyangka lagi adalah pelaku pembunuh ayahnya tak lain ibu tirinya sendiri bernama Zuraida Hanum (41), dan dua orang suruhannya yakni, Jefri Pratama (42), dan Reza Fahlevi (29).

Dikutip dari Tribun Medan, setelah diperiksa, ketiga tersangka pun disangkakan pasal 340-sub-pasal 338, pembunuhan berencana.

Pasal tersebut menjerat pelaku untuk dihukum mati.

Namun ternyata putri dari korban Hakim PN Medan tak menginginkan hukuman mati bagi ibu tirinya dan dua pelaku lain.

Kenny Akbari Jamal, putri hakim PN Medan berharap ibu tirinya Zuraida Hanum tidak sampai dihukum mati.

Alasannya karena hukuman mati lebih sebentar merasakan sakit.

Meskipun Zuraida adalah ibu tirinya, ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hukum pun tetap berjalan, karena ibu tirinya itu menjadi otak pembunuhan terhadap ayahnya.

Kenny juga menyesalkan perbuatan bundanya yang tega melakukan kekejian terhadap PN Jamaluddin.

Sebab, semasa hidupnya, Jamaluddin memberi pengaruh besar terhadap istrinya.

Kenny menyangka ibu tirinya adalah orang baik, padahal ibunya sendiri yang membunuh ayahnya.

Ia baru sadar bahwa ada motif terselubung kehadiran ibu tirinya di tengah keluarga PN Jamaludin.

(*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul: Hakim PN Medan Jamaludin Ingin Bundanya Dihukum Seumur Hidup Dibanding Hukuman Mata, Kenapa?

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved