TRIBUNNEWS UPDATE

Kata Forensik soal Pemeriksaan Racun yang Dilakukan Polisi Terhadap Jasad Lina, Ini Penjelasannya

Sabtu, 11 Januari 2020 10:51 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepolisian telah membongkar dan melakukan autipsi hingga mengecek organ dalam dan luar jenazah Lina Zubaedah, mantan istri Sule Kamis (9/1/2020).

Dalam autopsi tersebut, Puslabfor Mabes Polri juga mengambil sampel dan memeriksa apakah ada racun atau zat yang mengandung racun di dalam tubuh Lina.

Hal ini biasanya disebut sampel racun.

Pengambilan sampel racun ini adalah prosedur forensik yang bernama Toksikologi.

Dokter spesialis Forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Berlian Isnia Fitrasanti menjelasakn bahwa Toksikologi adalah ilmu tentang racun.

Termasuk cara pemeriksaan, cara deteksi, cara racun bekerja dalam tubuh.

Namun Isnia, tidak semua jenazah manusia memiliki racun.

Hanya saja obat-obatan, hingga minuman beralkohol bisa menjadi racun di dalam tubuh.

Pengambilan sampel racun juga merupakan bagian dari prosedural dari forensik.

Hasil analisis data dari toksokologi ini yang nantinya akan menjadi hasil akhir dari autopsi.

Secara teknis, analisis toksikologi ini ada yang menggunakan pemeriksaan sederhana dan canggih.

Untuk pemeriksaan sederhana bisa dilakukan dengan mengambil darah, atau organ tubuh lain, misal hati, otot, urine, hingga rambut.

Sementara pemeriksaan canggih perlu menggunakan alat yang disebut kromatografi (has atau cair) dan mass specteometry.

(Tribun-Video.com/Nila)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Sebut Ambil Sampel Racun dari Jenazah Lina, Begini Penjelasan Ahli Forensik"


Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Nila
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: Kompas.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved