Hoax or Fact

5 Top Hoax or Fact: Anies Baswedan Selfie saat Banjir hingga Jokowi Pucat ketika Bahas Jiwasraya?

Minggu, 5 Januari 2020 21:14 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut rangkuman Hoax or Fact yang paling populer dalam minggu ini:

5. Moeldoko Punya Hubungan hingga Lindungi Eks Petinggi Jiwasraya?

Kasus dugaan korupsi PT asuransi Jiwasraya kini tengah hangat diperbincangkan.

Baru-baru ini Kepala Staf Kepresiden Moeldoko dikabarkan memiliki hubungan dengan mantan petinggi Jiwasraya, Harry Prasetyo.

Kabar tersebut pertama kali diunggah oleh salah satu akun di Facebook yang kemudian tersebar di media sosial.

Namun, menurut penelusuran Tribun Video, kabar tersebut tidak benar.

Dikutip dari Grid.ID, Moeldoko membantah bahwa dirinya memiliki hubungan kerabat dengan Harry Prasetyo.

Moeldoko mengaku mengenal Harry baru di Kantor Staf Presiden (KSP).

Tak hanya itu, Moeldoko juga menegaskan dirinya tak pernah melindungi mantan petinggi Jiwasraya itu.

Dikutip dari Kompas.com, Harry Prasetyo memang pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di KSP.

Namun, Moeldoko mengatakan, persoalan Jiwasraya diketahui pertama kali muncul pada tahun 2006 lalu, dimana pada saat itu KSP melihat belum ada gejolak.

Adapun, Moeldoko mengatakan gejolak tersebut baru muncul akhir-akhir ini.

Dijelaskan, Harry Prasetyo setelah keluar dari Jiwasraya memang diangkat sebagai tenaga ahli keuangan di KSP.

Namun, Moeldoko mengaku tak mengetahui jika Hary diguga terlibat dalam kasus gagal bayar yang melilit perusahaan asuransi tersebut.

Sehingga, nama Hary lolos ketika direkrut pada Mei 2018 lalu hingga akhirnya ia berkantor di KSP sampai periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo yang berakhir pada 19 oktober lalu.

4.Tahun Baru 2020 Iuran BPJS Naik?

Tahun baru, Indonesia dikejutkan dengan beberapa kabar mengenai kenaikan harga.

Satu diantara kenaikan BPJS Kesehatan. Iuran BPJS Kesehatan naik untuk menambal defisit yang makin membesar.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019, tentang Jaminan Kesehatan telah ditandatangani Presiden Jokowi pada 24 Oktober 2019, yang dirubah atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018.

Melansir money.kompas.com, Penerima Bantuan Iuran (PBI), iuran naik dari Rp23.000 menjadi Rp42.000 per jiwa. Hal ini juga berlaku bagi peserta yang didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD).

Iuran PBI dibayar penuh oleh APBN, dan untuk Peserta yang didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD) dibayar penuh oleh APBD.

Untuk Pekerja Penerima Upah Pemerintah (PPU-P), diantaranya untuk ASN/TNI/POLRI, awal besaran iurannya lima persen dari gaji pokok dan tunjangan keluarga, dengan rincian tiga persen ditanggung pemerintah dan dua persen ditanggung oleh ASN/TNI/POLRI yang bersangkutan, diubah menjadi lima persen dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan lain-lain, dengan batas sebesar Rp12 juta yang dimana empat persen ditanggung oleh pemerintah dan satu persen ditanggung oleh ASN/TNI/POLRI itu sendiri.

Kemudian, untuk Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU-BU), yang awalnya lima persen dari total upah dengan batas upah sebesar Rp8 juta. Dengan rincian empat persen ditanggung oleh Pemberi Kerja dan satu persen ditanggung oleh pekerja.

Kemudian diubah menjadi lima persen dari total upah dengan batas upah sebesar Rp12 juta, dengan rincian empat persen ditanggung oleh Pemberi Kerja dan satu persen ditanggung oleh Pekerja itu sendiri.

Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Peserta Mandiri yang terbagi menjadi 3 kelas, dengan rincian kelas 3 yang semula Rp25.500 naik menjadi Rp42.000 per jiwa. Kelas 2 semula Rp51.000 naik menjadi Rp110.000 per jiwa. Kelas 1 dari Rp80.000 naik menjadi Rp160.000 per jiwa.

3. Anies Baswedan dan Bima Arya Selfie saat Banjir di Bendung Katulampa?

Beredar kabar di media sosial bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tersenyum sambil selfie bersama Walikota Bogor, Bima Arya, disaat warga Jakarta sedang kebanjiran.

Kabar itu berupa foto Anies Baswedan dan Bima Arya sedang berselfie di Bendung Katulampa, Bogor, yang diunggah oleh Guntur Romli di akun Twitter miliknya.

Cuitan itu bernarasikan “Cengar cengir selfie di tengah warga Jakarta yang kebanjiran”.

Setelah ditelusuri, foto Anies Baswedan selfie dengan Bima Arya itu diambil pada Senin (12/02/2018).

Bima Arya memberikan klarifikasi melalui akun sosial medianya di Instagram @bimaaryasugiarto pada (02/01/2020).

Bima Arya mengatakan bahwa foto itu merupakan foto lama yang diambil saat Anies Baswedan berkunjung ke Bogor guna membicarakan kerjasama pencegahan banjir.

Rencananya Pemprov DKI Jakarta menganggarkan pembangunan kolam retensi di beberapa titik di Kota Bogor, agar volume air ke Jakarta berkurang.

Bima Arya sangat menyanyangkan bila foto selfienya dengan Anies Baswedan di Bendung Katulampa dijadikan sebagai senjata politik.

Bima Arya juga menegaskan bahwa foto selfie tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan banjir di Jakarta baru-baru ini.

2. Viral Foto Anies baswedan Dipotret Diam-diam hingga Tak Diliput Media

Baru-baru ini beredar foto Anies Baswedan yang diambil secara diam-diam saat meninjau korban banjir hingga viral di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh salah satu akun di Twitter.

Foto Anies Baswedan itu dilengkapi dengan keterangan unggahan bahwa Anies tampak bekerja untuk rakyatnya dan tak boleh difoto.

Bahkan, disebutkan pula bahwa foto yang disertakan pengunggah itu diambil secara sembunyi-sembunyi.

Namun, menurut penelusuran Tribun Video, kabar tersebut tidak benar.

Dikutip dari tribunnews.com, Foto tersebut yakni foto lama saat Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur pada Senin (20/Feb/2017) lalu.

Dijelaskan, saat itu Anies masih sebagai calon gubernur DKI Jakarta yang akan maju Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hal ini terlihat dari pakaian yang dikenakan Anies Baswedan tersebut.
Saat meninjau lokasi banjir di Cipinang Melayu, Anies mengenakan jakat warna merah dengan motif abu-abu.

Ia juga mengenakan kemeja warna putih, sama seperti foto Anies saat minum teh yang diambil diam-diam.

1. Video Jokowi Mulai Pucat SBY Ungkap Pelaku Korupsi Jiwasraya?

Baru-baru ini banyak beredar kabar mengenai korupsi di Tanah Air.

Satu diantaranya kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Berkaitan dengan kasus korupsi Asuransi Jiwasraya, beredar video yang berjudul “Jokowi Mulai Pucat SBY Ungkap Pelaku Korupsi Jiwasraya Diduga Orang Belakang Jokowi (Heboh)”.

Video itu diunggah oleh akun Garuda Nusantara di Youtube. Di awal video tersebut terdapat cuplikan Presiden Jokowi terlihat pucat karena efek editan.

Video tersebut berdurasi 10 menit, namun Jokowi hanya muncul tiga detik di awal video. Selain itu juga tidak terdapat pernyataan dari Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, seperti pada judul video.

Narasi yang terdapat di dalam video itu mengambil berita dari cnnindonesia.com yang berjudul “Kejagung: 95 Persen Dana Investasi Jiwasraya di Saham Buruk” dan “Mengulas dan Menghindari Saham Gorengan yang Jerat Jiwasraya” yang tayang pada 13 Desember 2019 dan 23 Desember 2019.

Visual pada video tersebut merupakan gambar dan cuplikan video dari berbagai sumber.

Sehingga, judul video tidak ada kaitannya dengan konten video. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved