HOT TOPIC

HOT TOPIC: Fakta dari Fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019

Sabtu, 28 Desember 2019 20:02 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pada Kamis (26/12/2019) kemarin telah terjadi sebuah fenomena alam.

Fenomena alam yang dimaksuda adalah gerhana matahari cincin.

Gerhana matahari cincin ini dapat dilihat di berbagai belahan dunia, termasuk satu di antaranya di Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/12/2019), banyak hal-hal menarik tentang gerhana matahari cincin ini, berikut faktanya :

1. Penjelasan gerhana matahari cincin

Gerhana matahari cincin adalah fenomena alam yang terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada tepat segaris, dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.

Akibatnya itu Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Ketika fase cincin itu terjadi, kecerahan langit akan meredup hingga tampak seperti saat fajar atau senja.

2. Dapat dilihat di Indonesia

Gerhana matahari cincin pada kemarin itu melintasi 25 kota/kabupaten di 7 provinsi di Indonesia yaitu:

a. Aceh: Sinabang dan Singkil
b. Sumatera Utara: Sibolga, Pandan, Tarutung, Padang Sidempuan, Sipirok, Gunung Tua, dan Sibuhuan
c. Riau: Pasir Pengaraian, Dumai, Bengkalis, Siak Sri Indrapura, Selat Panjang
d. Kepulauan Riau: Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan Bandar Seri Bentan
e. Kalimantan Barat: Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Putussibau
f. Kalimantan Timur: Tanjungredep
g. Kalimantan Utara: Tanjungselor

3. Durasi waktu yang berbeda

Durasi gerhana dari awal sampai akhir tu beda-beda loh di setiap kota. Gerhana terlama di Indonesia terjadi di Bengkalis, Riau, selama 3 jam 51 menit 24,7 detik.

Durasi gerhana paling sebentar terjadi di Merauke, selama 2 jam 12 menit 11,2 detik.

Sedangkan, durasi gerhana ketika berbentuk cincin terlama ada di Selat Panjang, Riau yaitu selama 3 menit 38,9 detik, dengan magnitudo gerhana sebesar 0,984.

4. Gerhana kelima di tahun 2019

Gerhana yang terjadi Kamis (26/12/2019) itu adalah gerhana kelima yang terjadi selama tahun 2019.

Selama tahun 2019 ini terjadi beberapa kali gerhana matahari, tapi tidak bisa dilihat di Indonesia, yaitu:

a. Gerhana matahari sebagain (GMS) pada 5-6 Januari 2019

b. Gerhana bulan total (GBT) pada 21 Januari 2019

c. Gerhana matahari total (GMT) pada 2 Juli 2019

d. Gerhana bulan sebagian (GBS) pada 17 Juli 2019

e. Yang terakhir bisa diamati dari Indonesia yaitu Gerhana matahari cincin (GMC) pada 26 Desember 2019 kemarin.

5. Dapat dilihat di beberapa negara lain

Gerhana matahari cincin kemarin itu ga cuman melewati Indonesia aja, tapi juga melewati beberapa daerah di negera lain.

Seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilanka, Samudra India, Singapura, Malaysia, dan Samudera Pasifik.

Gerhana matahari kali ini juga dapat diamati di sedikit Afrika bagian timur, seluruh wilayah Asia, Samudra India, Australia bagian utara, dan Samudera Pasifik berupa gerhana matahari sebagian.

6. Kacamata hitam khusus gerhana

Saat melihat fenomena astronomi, khususnya gerhana matahari, sangat dilarang bila melihat dengan mata telanjang.

Sebab bila melihat dengan mata telanjang bisa menyebabkan kerusakan mata, bahkan bisa hingga kebutaan.

Bila ingin melihat, harus menggunakan kacamata hitam.

Kacamata yang digunakan juga bukan kacamata biasa, harus ada filter khususnya untuk melihat matahari.

(Tribun-video.com/Kompas.com)

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Gulang F.A Candra
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved