Kabar Tokoh
Pengalaman Pertama Gus Miftah Dakwah di Lokalisasi, Diancam Dibunuh dengan Pistol
TRIBUN-VIDEO.COM - Penceramah Gus Miftah menceritakan pengalaman pertamanya datang ke lokalisasi untuk memberikan ceramah.
Hal itu diungkapkan Gus Miftah saat menjadi narasumber di acara E TalkShow tv One pada Senin (16/12/2019).
Gus Miftah mengatakan dirinya pertama kali datang ke sebuah lokalisasi besar di Kota Yogyakarta.
"Sebelum ke diskotik saya justru datang ke lokalisasi terlebih dahulu."
"Waktu itu ada kegelisahan karena Jogja sebagai kota pelajar tapi juga menyimpan suatu tempat prostitusi yang besar di Tanah Jawa, dan besar," ujar Gus Miftah.
Berawal dari kegelisahan warga, Gus Miftah lantas tergerak hatinya untuk memberikan dakwah di sana.
"Dan waktu itu akhirnya saya tergerak untuk mendatangi tempat tersebut," ungkap dia.
Pada awal kedatangannya, dia lebih memilih untuk sholat tahajud di Mushola dalam area lokalisasi.
"Jadi waktu itu saya ke sana, saya setiap malam sholat tahajud, sholat hajad mendoakan mbak-mbak di tempat itu."
"Saya tahun 2000 masuk ke sana pertama kali, sampe kemudian malam-malam berikutnya, kan saya masuk ke sana juga pake sarung om, pake baju koko, sama kopiah," cerita Gus Miftah.
Dari sana, ia lantas bertemu dengan seorang preman terkenal di daerah Yogyakarta, bernama Gun Jack.
"Dan di situlah awal mula perkenalan saya dengan preman terbesar di tanah Jawa, namanya Almarhum Gunardi Joko Lupito kalau di kalangan preman terkenal dengan nama Gun Jack," katanya.
Pada suatu malam, Gus Miftah mengaku diancam dibunuh oleh Gun Jack dengan menggunakan pistol.
"Pada malam ketiga saya masuk, saya disamperin sama Beliau, saya diancam, 'Lo macem-macem saya bunuh'."
"Ditodong pake apa Om, pistol jadi sepanjang ngaji di dunia malam, saya pernah ditodong pistol dua kali," ungkapnya.
Diacam demikian, Gus Miftah lantas memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak berniat buruk.
"Waktu itu dia bilang begini 'Lo macem-macem gue bunuh, saya cuma bilang begini kasih saya waktu tiga menit untuk menjelaskan apa yang saya mau."
"Waktu itu saya sampaikan kepada Beliau Om sebaik-baiknya tempat itu ada buruknya dan seburuk-buruknya tempat harus ada baiknya," demikian Gus Miftah.
Gus Miftah bertekad menumbuhkan kebaikan di tengah tempat yang dianggap buruk.
"Tolong di tempat yang dianggap buruk ini saya menanam kebaikan di sini," ujar Gus Miftah.
Dengan penjelasan itu, akhirnya Gun Jak berhenti Gus Miftah.
"Waktu dia bilang You saya kasih kesempatan, kalau macem-macem habis (dibunuh),"
"Waktu itu dunia pepremanan luar biasa enggak seperti sekarang ini," kata Gus Miftah.
Jawaban Gus Miftah saat Disebut Memalukan
Pada kesempatan yang sama, Gus Miftah menceritakan, dirinya sempat ditanya oleh penjaja dunia malam mengapa dirinya rela berdakwah di tempat seperti itu.
Kala itu, Gus Miftah balik bertanya pada para Wanita Tuna Susila tersebut bahwa suatu tempat yang baik juga ada jeleknya.
Sehingga, jika ada tempat buruk maka harus ada baiknya.
"Saya bilang tempat paling baik di dunia apa? Masjid? Masjid juga ada jeleknya kok buktinnya apa sandal saja hilang."
"Makanya ini tempat dianggap buruk harus ada baiknya," tegas Gus Miftah.
Tak hanya tempat, seseorang yang buruk juga harus memiliki sisi baik demikian sebaliknya.
"Saya sampaikan pada mereka sebaik-baiknya orang ada jeleknya, dan sejelek-jeleknya orang harus ada baiknya."
"Maka saya sampaikan orang baik dan orang jelek itu bedanya tipis, orang baik pernah berbuat jelek, dan orang jelek pasti pernah berbuat baik," jelas mantan asisten pribadi Presiden Gus Dur itu.
Maka dari itu lah, Gus Miftah memutuskan berdakwah di tempat dunia malam.
"Maka sejak saat itu saya memutuskan mengadakan pengajian di lokalisasi," katanya.
Mendengar cerita Gus Miftah, presenter lantas bertanya bagaimana tanggapan soal kritikan.
Gus Miftah menjawab, dirinya sudah biasa mendapat kritikan.
Bahkan, ia pernah disebut memalukan oleh seorang Kyai di suatu acara.
"Nah, Gus Miftah ini terkenal dengan pengajiannya di lokalisasi, di klub malam, tentu saja ada yang memuji, ada yang mengkritik," tanya presenter.
"Bahkan ada yang mengatakan itu dakwah yang memalukan, itu interview langsung waktu dibilang bagaimana pendapat Anda Pak Kyai, memalukan," cerita Gus Miftah.
Dikatakan demikian, Gus Miftah mengatakan bahwa lebih memalukan jika tidak berbuat apa-apa ketika melihat keburukan.
"Saya langsung ditanya sama presenternya, respons Gus Miftah jawaban saya waktu itu sederhana, kalau memang dakwah saya di dunia malam memalukan."
"Lebih memalukan mana, ketika kita melihat kemaksiatan, diam tanpa memberikan solusi apapun kepada mereka," demikian jawaban Gus Miftah kala itu.
(TribunWow.com/ Mariah Gipty)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Gus Miftah Ceritakan Pengalaman Pertama Ceramah di Lokalisasi, Ditodong Pistol Diancam Dibunuh
Sumber: TribunWow.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Sempat Kejang, Pria Tanpa Identitas Tewas seusai Berkencan di Eks Lokalisasi Banjarbaru
Minggu, 19 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Penyebab Kematian Pria Paruh Baya di Banjarbaru, Kejang seusai 'Berkencan' di Tempat Eks Lokalisasi
Minggu, 19 April 2026
Regional
Warganet Tak Suka Gus Miftah ke Pakansari Bogor, Akun Instagram Bupati Rudy Susmanto Digeruduk
Minggu, 28 Desember 2025
Live Update
Pakai Dana Pribadi, Gus Miftah Kirim Donasi Rp1 M untuk Korban Banjir & Longsor di Aceh dan Sumbar
Selasa, 2 Desember 2025
Live Update
LIVE UPDATE SORE: Fakta Temuan Kerangka di Wonogiri, Pelaku Pembunuhan Sopir di Palembang 5 Orang
Selasa, 2 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.