Terkini Daerah
Koleksi Lukisan Kardus Tokoh Nasional hingga Dunia, Karya Pelukis asal Palu
TRIBUN-VIDEO.COM - Lukisan karya pelukis asal Kota Palu M Febriandy mendapat perhatian dari sejumlah petinggi negara.
Sebut saja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan sejumlah tokoh nasional lainnya yang diketahui tertarik dengan lukisan karya Febri.
Apresiasi itu ditunjukkan dengan mengoleksi lukisan kardus milik Pelukis asal Kota Palu ini.
Lukisan dengan ciri khas 'manusia kardus' tampaknya memikat hati tokoh nasional.
Mulai dari Presiden Jokowi, Rudiantara, Susi Pudjiastuti, dan Sri Mulyani.
Febri, sapaannya mengatakan, seri lukisan 'tokoh inspiratif' yang melukiskan potret wajah para tokoh nasional itu mampu menggerakkan hati pemilik wajah dalam lukisannya.
Menurutnya, hal itu membuat para tokoh itu memutuskan untuk mengoleksi karya Febri.
"Saya sangat bersyukur lukisan saya diminati para tokoh nasional kita," ungkap Febri, saat ditemui Sabtu (14/12/2019) sore di Kota Palu.
Menurut Febri, masih banyak tokoh-tokoh nasional di Indonesia yang mencintai dunia seni dan mau menyisihkan hartanya untuk mengoleksi karya lukisan.
" Terakhir yang mengoleksi Ibu Sri Mulyani," tambahnya.
Lanjut Febri, masih banyaknya tokoh-tokoh Indonesia saat ini yang peduli dan mengapresiasi lukisan para seniman Indonesia, harusnya menjadi sbeuah kesyukuran.
Sebab, dukungan pribadi dari para tokoh itu untuk mengoleksi lukisan secara nyata, sangat membantu memajukan keseni-rupaan di Indonesia.
Dimana kata Febri, apresiasi finansial yang diberikan para tokoh tersebut mendorong semangat dan pengembangan sumber daya untuk mewujudkan kreativitas dan gagasan para seniman lebih jauh lagi.
"Mereka memiliki jiwa teladan seperti Bung Karno," puji Febri.
Profil Sosok Febriandi, Pelukis Manusia Kardus Koleksi Presiden Jokowi dan Menteri Susi
Jika dilihat sepintas, hasil karya ini seperti seni kolase.
Karya seni tempel yang komposisinya terdiri dari berbagai macam bahan yang ditempel pada permukaan pola.
Tapi ternyata ini adalah murni sebuah karya lukisan yang dikerjakan dengan bahan seadanya.
Ialah Febriandi, warga Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Dalam kesehariannya, Febriandi menyibukkan diri dengan melukis.
Lukisan ini karya Febriandi ini merupakan kombinasi antara realitas sosial dan kritik sosial.
Ciri khas manusia kardus ini mulai ditekuni Febri sejak tahun 2007.
Saat itu ia masih duduk di Bangku kuliah Jurusan Seni Murni Lukis, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Hobi melukis ini digeluti Febri sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas tiga.
Kemampuan melukis terus diasah hingga SMA.
Hobi melukis ini terus diseriusinya dengan melanjutkan sekolah di Insitut Seni Indonesia (Jogjakarta).
"Di situ saya mulai mengasah kempuan saya dalam bidanng melukis," kata Febriandi, Sabtu (2/3/2019).
Di ISI Febriandi dibimbing menjadi pelukis yang profesional.
Bukan itu saja, seniman di sana juga dituntut memiliki ciri khas sendiri, khususnya karya lukisan.
"Ketika orang melihat lukisan kita, orang langsung tahu, oh ini lukisannya si A, jadi tanpa perlu bertanya lagi," katanya.
Karya lukisan manusia kerdus Febri, telah membawanya ke pelbagai pameran.
Baik di beberapa kota besar di Indonesia maupun mancanegara.
Pada tahun 2010 dan 2011, Febri pernah mengikuti pameran lukisan ASYAAF di LVS Gallery, Seoul, Korea Selatan.
"Waktu masih kuliah saya sering pameran juga, di Jakarta, Yogya, Bandung, dan Surabaya.
Kemudian awal 2014, Febriandi memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya Kota Palu, Sulawesi Tengah.
"Saat itu kawan saya bilang bagunlah palu lewat seni," kenang Febri.
Pencapaian yang tidak bisa dilupakan Febri adalah pada saat hasil karyanya “The Seventh President” dan “21 Juni”, dibeli dan menjadi koleksi pribadi Presiden RI, Joko Widodo.
Pada tanggal 23 Juni 2015, ia diundang ke Istana Negara untuk bertatap muka langsung dengan presiden untuk menunjukan hasil karyanya.
Selain itu Febriandi juga melukis beberapa menteri kabinet Jokowi yang memang sangat menginsipirasi baik untuk dirinya maupun untuk masyarakat.
Serta menteri kabinet seperti Menkominfo Rudiantara, Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
"Ada juga lukisan Menteri Srimulyani, tapi belum saya perlihatkan," katatanya.
Saat masih kuliah Febri yang tengah duduk melamun di kampusnya, tak sengaja memandangi tumpukan kardus yang berada di depan matanya.
kemudian terbesit dipikarnnya untuk membuat sebuah hasil karya lukis berobjek manusia tapi wajah hingga seluruh tubuhnya berbentuk kardus.
"Awalnya dulu saya hanya melukis objek manusia dengan model perempuan, tapi karena saya pikir hasilnya biasa-biasa saja dan tidak memilki nilai jual tinggi," katanya.
"Makanya kemudian saya kombinasikan dengan kardus, karena memang memiliki nialai artistik yang tinggi," tambahnya.
Dari situ, mulailah Febri mengeksplor gaya melukis manusia kardusnya.
Bagi Febri, manusia kardus memiliki nilai artistik dan sosial yang tinggi.
Ia menjelaskan, di dalam dunia seni, barang yang dibungkus dengan sesuatu yang sederhana jadi akan lebih bernilai.
"kardus itu banyak digunakan orang, selain bermanfaat untuk melindungi barang, dia juga memiliki nilai kesedrhanaan," tuturnya.
Ia menambahkan, banyak orang berfikir kardus itu identik dengan kumuh.
Tapi dalam seni berbeda, sesuatu yang dibuang, bisa menjadi bernilai jika dikemas dengan secara elegan.
"Sebenarnya kardus itu memiliki nalai fashionable," ujarnya.
Untuk menghasilkan lukisannya, Febriandi hanya membutuhkan beberapa kuas lukis, cet misak serta canvas sebagai medianya.
Untuk mengasilkan satu lukisan, Faberiandi membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.
Cukup lama bukan, yah memang untuk mendapatkan hasil terbaik Febriandi harus mengerjakannya secara bertahap.
Febriandi harus membuat objek dulu, baru kemdian dikombinasikan dengan balutan kardus.
"Pekerjaannya lama karena memang bukan melukis asal-asalan, kita juga harus memiliki pesan di dalam lukisan," tuturnya.
Bahkan Febri memiliki sebuah hasil karya yang pengerjaanya memakan waktu selama 1 tahun.
Lukisan tersebut bukuran 2x3 meter, dan terlama yang ia kerjakan.
Ada juga kary yang dikerjakanny yang memakan waktu satu minggu, berukuran 10 R.
Hingga saat ini, Febriandi sudah menghasilkan puluhan karya lukis.
Termasuk 6 karyanya yang menjadi koleksi di Korea Selatan.
SElain objek lukisan perempuan, dalam lukisan Febri, tampak dominan para tokoh-tokoh dunia dan nasional.
Tidak semua tokoh di indonesia menjadi objek lukisan Febri.
Ada jugaa tokoh-tokoh dunia yang sudah menginspirasi banyak orng seperti pendiri Microsoft Bill Gates dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg.
Febri memiliki keinginan terpendam untuk melukis manusia kardus dengan tema budaya dan sejarah.
Namun, ia masih menunggu momen khusus yang tepat untuk merealisasikannya.
Febri kini berencana untuk menggelar pameran tunggalnya di Paris, Ibukota Prancis.
Saat ini, ia tengah mengumpulkan karya-karyanya untuk pameran tersebut.
"Namanya juga pameran di negeri orang, butuh persiapan-persiapan, karena di sana (Paris) butuh biaya yng tidak sedikit," tuturnya.
Febri mengakui bahwa pelukis macam Ivan Sandorfi, Affandi dan Dedi Supria sangat menginspirasinya ketika masih duduk di bangku kuliah.
Semangat melukis dan gaya realisme yang diusung oleh ketigannya menjadi inspirasi Febri dalam melukis.
Saat ini, Febri hanya mengerjakan karya lukisannya di kediamannya.
Iapun masih belum punya rencana untuk membuka sebuah galeri di palu dengan beberapa pertimbangan.
Untuk memasarkannya pun, Febri menggunakan media sosial Instagram.
"Justru lebih cepat lewat media sosil, atau web. Orang dari mana saja bisa akses," katanya.
Febri berpasan kepda para seniman khususnya pelukis di Kota Palu agar mau membuka diri.
Ia berharap seniman lukis di Palu tidak terpaku hanya di Kota Palu saja.
Pelukis muda menurutnya harus sering-sering mengunjungi pameran di luar daerah.
Hal tersebut menurutnya dapat menumbuhkan inspirasi dan inovasi dalam berkarya.
"Pada dasarnya semua orang diberi kemampuan oleh tuhan, cuman kitanya lagi mau mengembngkan atau tidak," tutup Febri.
(Tribunpalu.com/Muhakir Tamrin/Abdul Humul Faaiz)
Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Presiden Jokowi sampai Sri Mulyani Koleksi Lukisan Kardus Karya Pelukis asal Palu.
Sumber: Tribun Palu
LIVE UPDATE
50 Tahun Sangha Theravada Indonesia, Ratusan Umat Buddha di Sulteng Ikuti Upacara Pengecoran Rupang
Senin, 13 April 2026
Local Experience
Raden Saleh Mengabadikan Penangkapan Pangeran Diponegoro dalam Karya Monumental
Jumat, 10 April 2026
Terkini Nasional
Jusuf Kalla Sarankan Presiden Jokowi Perlihatkan Ijazah Asli demi Sudahi Kegaduhan di Masyarakat
Kamis, 9 April 2026
LIVE UPDATE
Toko Kelontong-Gudang di Palu Kebakaran, 10 Mobil Damkar dan 80 Petugas Diterjunkan Padamkan Api
Rabu, 8 April 2026
LIVE UPDATE
Halalbihalal IKIB Satukan Warga Buol di Kota Palu, Ketum Ajak Warga Dukung Program Pemerintah
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.