WIKI TRENDS
WIKI TRENDS - Video Viral Ojek Online Pukul Pemuda, Dikarenakan Prank Order Fiktif
TRIBUN-VIDEO.COM – Seorang driver Go-Jek memukuli seorang pemuda menjadi viral di Facebook pada Senin (9/12/2019).
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu diunggah oleh akun Facebook bernama Hamiem Alambara.
Keterangan di video tersebut tertulis lokasi pemukulan itu terjadi di Manado.
Selain itu, alasan driver Go-Jek itu memukul pemuda yang ada di dalam mobil karena dugaan prank.
Seorang YouTuber Kena Tempeleng
Karna Nge Prank Ojol,” tulis akun tersebut.
Hingga kini postingan tersebut telah direspons sebanyak 6.247 kali dan telah dibagikan sebanyak 4.503 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Perusahaan ojek online Go-Jek pun angkat bicara mengenai persoalan tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Head of Regional Corporate Affairs Go-Jek for East Indonesia, Mulawarman menyampaikan bahwa kejadian tersebut benar terjadi di Manado.
“Benar, kejadian di Jalan Lumintut Teling Bawah, Manado,” ujar Mulawarman, Rabu (11/12/2019).
Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sudah berlangsung cukup lama, yaitu pada 14 November 2019 pukul 23.00 WITA.
Mulawarman juga mengungkapkan bahwa pemicu adanya kekerasan yang dilakukan mantra Go-Jek itu diindikasi adanya order fiktif.
“Saya dapat informasi bahwa ini benar terjadi di Manado,”
“Lebih kea rah order fiktif, modusnya order fiktif,” kata dia.
Menurutnya, pemuda alias pemesan ini telah beberapa bulan lalu melakukan order fiktif.
Tindakan ini tidak hanya berdampak apes bagi pihak Go-Jek saja, melainkan pada platform jasa antar lainnya.
Mulawarman menjelaskan, kronologi order fiktif yang dilakukan pemuda tersebut yakni, pemesan melakukan order di dalam mobil.
Kemudian, ia berpindah-pindah lokasi dan mengakibatkan kerancuan lokasi pemesanan.
Selain itu, Mulawarman mengisahkan bahwa pemuda tersebut juga menyarankan teman-temannya untuk melakukan order fiktif.
“Jadi tidak hanya oknum ini,”
“Tapi dia juga mensugesti teman-temannya untuk melakukan hal yang sama,” katanya lagi.
Adapun perilaku prank ini diduga karena banyak YouTuber yang melakukan keisengan tersebut demi meningkatkan view pada kontennya.
Sehingga hal tersebut ditiru oleh masyarakat luas.
“Tujuannya memang belum diketahui seperti apa,”
“Investigasi masih terus dilakukan,” ujarnya.
Disisi lain prank terkait pemesanan palsu atau order fiktif ini menimbulkan keresahan bagi mitra ojek online.
Pasalnya, para mitra ojek online mengalami kerugian baik dari segi materi atau waktu.
“Kita rugi secara materi maupun non-material,”
“Waktu mitra terbuang-buang,”
“Terus juga mereka jadi tidak efektif bekerja,” jelas Mulawarman.
Ia menyampaikan bahwa pekerjaan sebagai mitra ojek online merupakan matapencaharian utama mereka.
Terkait adanya pemukulan tersrbut, Mulawarman mengakui bahwa itu tindakan yang salah.
Dia mengakui, mitranya itu merasa kesal begitu tahu pelaku order fiktif yang selam ini menjadi buronan bagi sejumlah mitra ojek online.
Lantas, ia melayangkan tamparan pada pemuda tersebut.
"Karena yang menemukan pelakunya adalah mitra kita sendiri,”
“Secara klimaks mungkin terbawa emosi sampai melakukan pemukulan itu," ujar Mulawarman.
"Kita sangat keras untuk melakukan main hakim sendiri,”
“karena kita tahu kalau secara hukum itu sebenarnya ada UU yang mengatur bahwa order fiktif merupakan tindakan kriminal," lanjut dia.
Sebelumnya, pihak Go-Jek telah menangkap beberapa pelaku order fiktif yang beredar di Jakarta dan Semarang.
Mulawarman menyampaikan bahwa di Semarang terdapat order fiktif, yakni memesan makanan dalam jumlah banyak.
Meski banyak dibicarakan oleh masyarakat luas, pihak Go-Jek mengaku telah mengedukasi mitranya melakukan kekerasan terhadap pelaku order fiktif agar tidak main hakim sendiri.
Selain itu, mitra ojek online tersebut juga telah dipertemukan dengan orangtua pemuda tersebut dan membicarakan masalah itu dengan baik-baik.
"Yang pasti kita juga saat ini akan mencoba lebih kenceng untuk menyisir pelaku-pelaku order fiktif ini," ujar Mulawarman.
Menilik tindakan kekerasan yang dilakukan mitra Go-Jek, Mulawarman menyebut bakal ada sanksi yang diterima bagi mitranya.
Sanksi dari Surat Peringatan (SP) 1,2,3 dan pemutusan mitra jika telah melakukan kesalahan yang fatal.
Meski sudah dipertemukan dengan keluarga pelaku order fiktif, ia berharap kejadian tersebut dapat mejadi pembelajaran sekaligus efek jera bagi masyarakat luas.
Harapannya tidak ada lagi prank kepada ojek online.
"Kita ingin edukasi bahwa order fiktif ini ada UU yang mengatur dan mengarah ke kriminalitas kita bisa pidanakan," imbuhnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita/Kompas.com/Retia Kartika Dewi)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Viral Video Driver Ojol Pukul Seorang Pemuda Diduga Pelaku Order Fiktif, Ini Penjelasan Pihak Go-Jek
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Tribunnews Update
Awal Mula Bentrok Mahasiswa dengan Ratusan Ojol di Depan UNM, Demonstran Rusak Motor & Pukul Driver
Jumat, 6 Maret 2026
Tribunnews Update
Video Aksi Arogan Oknum TNI Todongkan Pistol & Aniaya Taksol, Minta Rp 900 Ribu seusai Senggol Mobil
Rabu, 4 Maret 2026
Nasional
Rekaman CCTV PRIA BERJAKET OJOL Panik Korban yang Dia Jambret Pingsan, Pura pura Menolong
Selasa, 3 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Jelang Lebaran 2026, Bonus Hari Raya Ojol Tembus Rp 220 Miliar untuk 850 Ribu Mitra
Selasa, 3 Maret 2026
Viral
Aksi 'Getok Harga' Ojol di GBK Viral, Penonton Konser Diminta Bayar Rp200 Ribu Pakai QRIS
Senin, 2 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.