Tribunnews WIKI

Cakwe, Sejarah Makanan Tradisional yang Berasal dari Daratan Tiongkok

Sabtu, 7 Desember 2019 18:46 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COMCakwe banyak dijajakan oleh pedagang kaki lima, di beberapa daerah di Indonesia.

Makanan Cakwe ini dapat dijumpai, ketika membeli makanan bernama bolang-baling atau roti bantal.

Dalam masyarakat Jawa, Cakwe identik dengan pedagang gembukan atau roti bantal.

Dijual dengan suara keras dari pemukul terbuat dari kaleng bekas dan gantungan paku, yang dibawa oleh pedagang saat berkeliling menyusuri perkampungan.

Sejarah Cakwe

Cakwe mulai popular sejak zaman Dinasti Song, berawal dari tewasnya Jendral Yue Fei seorang nasionalis akibat fitnahan Perdana Menteri Qin Hui.

Mendengar kabar tewasnya sang Jendral di tangan Qin Hui, masyarakat Tiongkok melayangkan protes kebencian dengan membuat 2 batang kecil adonan tepung beras simbol Qin Hui dan istrinya kemudian digoreng dan dimakan.

Jendral Yue Fei merupakan jendral utama pasukan Dinasti Song Selatan (memerintah tahun 1127-1279 masehi), yang terkenal akan kesuksesan menekan suku Jurchen / Negara Jin dari utara.

Abad ke-12 atas perintah dari Kaisar Gaozong dari Dinasti Song, Yue Fei mengadakan kampanye perang untuk merebut kembali daerah dibawah Dinasti Jin.

Sebelum aktif di militer, Yue Fei diberikan amanat dan tato oleh sang ibu, yang bertuliskan Jingzhing Baoguo yang artinya Setia dan Tulus Membela Negara.

Akhirnya Yue Fei dengan gigih berhasil menaklukan musuh dan mengembalikan beberapa kota miliki Dinasti Song.

Namun dibalik keberhasilan Yue Fei, seorang Perdana Menteri Qin Hui menganggap peperangan melawan Negara Jin merupakan pemborosan uang negara.

Kelicikan Qin Hui berhasil menghasut para Menteri dan Kaisar Tang Gaozong, untuk menghukum Yue Fei atas tuduhan palsu.

Tahun 1141 merupakan akhir pertemuan Yue Fei dengan kaisar, sebelum dihukum mati tahun 1163 alasanya yakni kesuksesan Jendral Yue Fei membuat iri hati pejabat lainnya.

Perdana Menteri Qin Hui dan istrinya Lady Wang, sangat membenci Jendral Yue Fei dan kemudian mengatur strategi intuk menjebak Jendral Yue Fei.

Dengan cara meminta Kaisar Tan Gaozong memanggil Jendral Yue Fei pulang, ketika melakukan kampanye perang merebut kembali Ibukota Song Utara, Kaifeng.

Jendral Yue Fei sebelumnya mendaptkan 11 surat panggilan namun enggan kembali ke Ibukota Song Selatan.

Hingga dikeluarkan surat panggilan ke 12, sang Jendral Yue akhirnya kembali ke Song Selatan.

Tuduhan, fitnah, dan seluruh akal busuk berhasil menjatuhkan hukuman kepada sang Jendral, hingga akhirnya tahun 1142 Jendral Yue Fie (39), Yue Yun (23), dan pengikutnya Zhan Xian dihukum mati.

Kematian Jendral Yue Fei dan anak angkatnya memicu kemarahan besar rakyat Ibukota Song Selatan.

Di Ibukota Song Selatan terdapat seorang pedagang makanan ringan bernama Wang Xiaoer dan Li Si, mereka membuat dua adonan tepung dibentuk seperti manusia saling memunggungi

Apabila digoreng adonan tersebut akan mengambang, dan penjual meneriakan “Dijual Hui Goreng!”.

Kata ‘Hui’ mengacu pada Menteri Qin Hui, dan sang istri.

Tahun 1163, Kaisar Xiaozong membangun kuil untuk mengingat jasa Jendral Yue Fei.

Selain itu juga terdapat empat buah patung, yakni Qin Hui, Wang Shi (istri dari Qin Hui), Mo QIxie, dan Zhanjun.

Keempatnya dalam posisi berlutut, sebagai simbol penebusan kesalahan mereka.

Di sisi lainya terdapat 2 buah patung kuda, 2 patung macan, dan 2 patung kambing yang melambangkan penjaga Jendral Yue Fei.

Filosofi Cakwe

Cakwe merupakan dialek Hokkian, yang artinya Hantu yang Digoreng merujuk simbolisme Qin Hui dan istrinya sebagai Perdana Menteri Kaisan Tan Gaozong.

Cakwe disebut dengan berbagai nama di Tiongkok, sesuai dengan dialek daerah.

You Tiao merupakan nama umum Cahkwe dalam Bahasa Tiongha, dan berasal dari dialek Zhejiang.

Dalam Bahasa Chaozhou dan Shantou, makanan ini disebut sebagai Zha Guo.

Bahasa Anhui menyebut sebagai You Guozi, dan kata Guo memiliki arti kue.

Resep pembuatan cakwe

1. 150 gram tepung terigu

2. 1 butir telur

3. ½ sendok teh royco bubuk

4. ¼ sendok teh garam

5. ½ sendok teh ragi instan

6. ¼ sendok teh baking powder

7. 2-3 sendok makan minyak goreng

8. Air secukupnya

Bahan saus:

1. 4 sendok makan saus sambal

2. 80 ml air

3. Lada dan kaldu bubuk secukupnya

(apabila suka rasa asam, bisa ditambahkan beberapa ml cuka).

(Tribunnewswiki.com/Ibnu)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Cakwe (Makanan Tradisional Tionghoa)

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved