Tribunnews WIKI

Bus Safari Dharma Raya, Perusahaan Otobus dari Kota Temanggung

Sabtu, 7 Desember 2019 17:36 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perusahaan Otobus (PO) Safari Dharma Raya, merupakan salah satu perusahaan otobus tua yang masih Berjaya hingga saat ini.

PO Safari Dharma Raya saat ini juga merambah di dunia penerbangan, sebagai penyedia angkutan di beberapa bandara besar di Indonesia.

PO Safari Dharma Raya sering disebut juga sebagai PO OBL.

Sejarah PO Safari Dharma Raya

PO Safari Dharma Raya memiliki sebutan lain PO OBL, OBL sendiri merupakan singkatan dari pemilik awal yakni Oei Bie Lay.

Oei Bei Lay mulai merintis PO Safari sejak tahun 1950, di Temanggung Jawa Tengah.

Awal kemunculan PO Safari masih menggunakan mobil Ford, yang dimodifikasi menjadi angkutan hasil bumi untuk melayani distribusi komoditas pertanian sejak berakhirnya Clash Belanda II.

Satu tahun kemudian, beberapa truk produksi Amerika bekas perang yang masih beroperasi dibeli oleh Oei Bie Lay dan dijadikan angkutan penumpang dan barang di wilayah Temanggung sebagai kawasan penghasil kopi dan cengkeh.

Bisnis yang dijalankan Oei Bei Lay berkembang hingga tahun 1956 berhasil memberli beberapa unit bus Chevrolet Loadmaster ex NV Adam Salatiga, dan beroperasi di jalur Magelang – Temanggung – Parakan – Ngadirojo hingga Candiroto.

Karena kebutuhan masyarakat sangat tinggi, maka Oei Bei Lay mengembangkan jalur di pegunungan Sindoro Sumbing dengan rute Wonosobo – Parakan – Temanggung hingga Magelang.

Tahun 1967 Oei Bei Lay membeli armada baru Chevroelt Viking untuk memenuhi kebutuhan transportasi.

Oei Bei Lay selain membeli kendaraan bekas, juga membeli armada bus bermesin Toyota, Dodge, dan Fiat OM dengan body kayu.

Pembuatan body kayu pada bus merek Fiat OM diserahkan kepada tukang yang ahli membuat bodi bus.

Tahun 1971 Oei Bei Lay mendatangkan beberapa bus bermesin Fargo untuk melayani bus malam di jalur Temanggung – Magelang – Jogja – Solo – Madiun – Surabaya hingga Malang.

Tahun 1973 dibuka jalur baru yakni Jogja – Magelang – Temanggung – Semarang – Jakarta dengan mengandalkan beberapa unit Mercedes Benz LP911 dan Dodge K700 atau “Mercy Dodge”.

Di tahun yang sama Oei Bei Lay mulai meremajakan armadanya dengan, membeli unit baru dari Mercedes Benz OF 1113 dan diberi nama “Safari Dharma Jaya / Raya”.

Semenjal layanan siang hari ditutup, maka Oei Bei Lay fokus pada pelayanan bus malam.

Layanan bus malam menggunakan unit Mercedes Benz OF ex Pata Built Up Singapura, dengan pendingin udara berwarna putih bergaris merah.

Selain itu juga menambahkan Ford Metsec R192 Built Up Inggris berwarna hijau.

Oei Bei Lay juga menambahkan armada layanan paket dengan menggunakan truk Mercedes, Isuzu, dan bus paket.

Saat ini PO OBL atau PO Safari Dharma Raya dipegang oelh Hendro Dharmo Yuwono, dan Soetari Dharmo Yuwono selaku anak dari Oei Bei Lay atau Dharmo Yuwono[2].

Lini Masa Jalur Armada PO Safari Dharma Raya

Tahun 1984 unit baru Mitsubishi BM 115 karoseri Malindo didatangkan, bersama beberapa Mercedes Benz OF 113 berbodi Delima Jaya untuk menghidupkan kembali armada di jalur Magelang – Ngadirejo.

Tahun 1989 PO OBL menambahkan 2 jalur baru yakni Denpasar – Jakarta pulang pergi (PP), dan Denpasar – Jogja – Temanggung PP.

Tahun 1997 dibuka jalur Mataram – Jakarta PP, dan Mataram – Jogja – Temanggung PP.

Tahun 1999 pihak PO OBL mendapatkan kontrak 3 tahun untuk keperluan unit bus angkutan bandara Juanda Surabaya Jawa Timur.

Tahun 2001 jalur baru kembali dibuka melayani Jakarta – Semarang – Solo PP. dua tahun kemudian PO Safari Dharma Raya mulai memasuki jalur Bima NTT – Jakarta PP dan Bima – Jogja – Jakarta.

Memasuki era tahun 2002 PO Safari Dharma Raya mendapat kepercayaan untuk tender pengadaan, dan pelayanan bus angkutan bandara di PT Angkasa Pura yakni bandara Ngurah Rai Bali.

Produk PO Safari Dharma Raya

PO OBL atau PO Safari Dharma Raya menggunakan bermacam chassis untuk busnya seperti Mercedes Benz, Scania, Hino, dan MAN.

PO Safari Dharma Raya juga memiliki Mercedes Benz OH 1518 Neoplan, Mercedes Benz OH 1518 XBC Matic, dan MAN 18.319 HOCL.

PO Safari Dharma Raya termasuk pengguna awal chasis Scania K114 dan Scania K124 di Indonesia.

Visi dan Misi PO Safari Dharma Raya

Visi dan Misi:

Menjadi perusahaan yang berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang dengan memberikan pelayanan terbaik demi kesejahteraan bersama.

Filosofi PO Safari Dharma Raya

Safari memiliki arti perjalanan, Dharma memiliki arti berkat, dan Raya memiliki arti jalan raya.

Safari Dharma Raya diharapkan mampu melayani perjalanan dengan penuh berkat, dan keselaamatan bagi penumpang maupun pengendara di jalan raya.

Lambang 4 ekor gajah:

Gajah melambangkan kekuatan, kebaikan, kebijaksanaan, dan kesetiaan.

Safari Dharma Raya selalu setia untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang, berasaskan solidaritas, dan kekompakan empat putra/I pendiri Safari Dharma Raya menjadi harapan dasar setiap langkah positif demi kemajuan bersama.

Slogan

Safety adalah Harga Mati

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul: PO Safari Dharma Raya

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved