Tribunnews WIKI

Profil Nike Ardilla - 131 Lagu dan 21 Film atau Sinetron di Usia 19 Tahun

Kamis, 5 Desember 2019 19:22 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau Nike Ardilla adalah seorang penyanyi, pemeran, dan model berkebangsaan Indonesia.

Ia tewas pada 19 Maret 1995 ketika mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di jalan Raden Eddy Martadinata di kota Bandung.

Nike Ardilla lahir pada tanggal 27 Desember 1975, putri dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat.

Nike Ardilla merupakan tokoh satu-satunya Lintas profesi yang setelah hampir puluhan tahun meninggalnya menjadi Cover tabloid dan atau Majalah berkali-kali, di Indonesia.

Kehidupan Awal

Sejak umur 6 tahun sudah mengikuti berbagai festival musik mulai dari tingkat RT/RW, kecamatan, sekolah dan pernah mewakili provinsi Jawa Barat di Festival Pop Singer tingkat nasional.

Tahun 1985 saat usianya masih 9 tahun Nike sudah menjadi penyanyi profesional (bukan penyanyi anak-anak).

Dia bergabung dengan manejemen Denny Sabri (Alm).

Sekedar info saja, Denny Sabri adalah wartawan musik senior & juga promotor yang pernah mendatangkan grup musik dunia Deep Purple ke Jakarta tahun 1975.

Di bawah manejemen Denny Sabri, Nike yang saat itu masih berstatus pelajar kelas 5 SD sudah punya jam terbang di panggung panggung pertunjukan musik rock dengan nama panggung NIKE ASTRINA.

Karier Musik

Nike Ardilla sering didaulat menjadi opening act (pembuka konser) penyanyi senior yang sudah punya nama seperti Nicky Astria, Ikang Fawzy, dll.

Karena pada saat itu Nike belum punya album / lagu sendiri, biasanya dia membawakan lagu lagu lagu rock barat.

Lagu yang sering ia bawakan adalah The Final Countdown (Europe) , Hongky Tonk Woman (Rolling Stones), Smoke On The Water (Deep Purple), You Give Love A Bad Name (Bon Jovi), dll.

Pernah pada suatu hari saat konser di Aceh, rocker senior Ikang Fawzy mengutarakan kekagumannya pada sosok Nike kecil yang saat itu membuka konsernya.

Dia melihat Nike yang masih kelas 5 SD punya kematangan mental di atas panggung layaknya seperti penyanyi berusia 20an tahun, karena memang badannya bongsor, padahal saat itu Nike baru berusia 11 tahun.

Di usia 11, Nike masuk dunia rekaman lewat sebuah single berjudul LUPA DIRI yang dimuat dalam album kompilasi Bandung Rock Power (1987).

Setahun kemudian, Juli 1988 saat dia baru lulus SD, Nike merekam album perdananya di JK Records tapi tidak jadi dirilis karena pada saat itu Nike masih sangat belia (12 tahun), kurang cocok dengan materi lagunya yang bertema cinta-cintaan.

Album ini kemudian dirilis tahun 2013 setelah 18 tahun ia meninggal.

Di album pertama ini dia masih memakai nama Nike Astrina.

Oktober 1989 Nike bergabung dengan Proyek Q Records (Music Plus). Di sini lah awal petemuannya dengan Deddy Dores lewat album SEBERKAS SINAR.

Namanya pun diganti dari Nike Astrina menjadi Nike Ardilla.

Album pertama dengan nama Nike Ardilla ini meledak di pasaran, terjual sebanyak 500 ribu copy.

Empat bulan kemudian, Februari 1990 Nike merilis album kedua BINTANG KEHIDUPAN’ yang terjual sampai 2 juta copy.

Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris THE STAR OF LIFE dan dibawakan saat mewakili Indonesia di ASIA SONG FESTIVALl 1991di Shanghai China.

Nike adalah kontestan termuda pada saat itu (umur 15 tahun).

Sukses album SEBERKAS SINAR dan BINTANG KEHIDUPAN juga diikuti dengan sukses album album berikutnya.

Album terakhirnya SANDIWARA CINTA yang dirilis sebulan sebelum meninggal bahkan terjual lebih dari 3 juta copy.

Sembilan dari albumnya mendapat penghargaan sebagai best-selling-album (album terlaris).

Empat kali dari BASF Awards (album Bintang Kehidupan, Nyalakan Api, Biarlah Aku Mengalah, Mama Aku Ingin Pulang).

Empat kali dari HDX Awards (album Biarkan Cintamu Berlalu, Deru Debu, Sandiwara Cinta, Suara Hatiku) dan satu kali dari Anugrah Industri Muzik Malaysia (album Duri Terlindung).

Film dan Sinetron

Selain menghasilkan album-album laris, Nike Ardilla juga menggeluti dunia film dan sinetron. Film pertamanya berjudul KASMARAN dibintangi saat usianya masih 11 tahun.

Film lain yang dibintangi adalah Gadis Foto Model, Si Kabayan & Anak Jin, Si Kabayan Saba Metropolitan, Lupus 4, Nakalnya Anak Muda, Cinta Anak Muda, Olga & Sepatu Roda, Nuansa Gadis Suci, Kembali Lagi, Saputangan Bandung Selatan, Opera Anak Juang Indonesia, dll.

Dia juga membintangi sejumlah sinetron ; Bungan Kampus, Senandung Senja, Impian Pengantin, Sukreni Gadis Bali, Ceplas-Ceplos, None, Trauma Marissa, Warisan, Jalur Putih, dll.

Juga berprestasi di bidang modeling diantaranya juara dua pemilihan Model LA Clarks Jeans 1989 dan juara favorit Gadis Sampul 1990 dan eksis di sejumlah iklan berbagai produk.

Didukung dengan wajah cantik dan penampilan yang modis menjadikan nya sebagai role-model di kalangan anak muda era 90an.

Popularitasnya sebagai megabintang boleh dikatakan tak tertandingi pada saat itu.

Yang perlu dicatat, Nike Ardilla hanya butuh usia 19 untuk menghasilkan 131 lagu (13 album) dan 21 film/sinetron.

Pencapaian yang belum pernah bisa dilakukan artis manapun dengan usia 19.

Kematian

Popularitas dan kegelimangan materi tak membuat ia lupa akan sesama.

SLB Nike Ardilla yang terletak di Cipamokolan Bandung adalah bukti nyata jiwa sosialnya yang tinggi.

Nike mendirikan SLB ini untuk anak anak tuna grahita pada tahun 1992 saat usianya belum 17 tahun dan masih beroperasi hinga hari ini.

Nike juga mendanai pembangunan Panti Bayi Sehat di Jl.Mulawarman Bandung dan pernah jadi donatur untuk club sepakbola Bandung Raya.

Namun sayang, kecelakaan 19 Maret 1995 menghentikan ‘langkah’ nya. Pagi itu sekitar pukul 05.30 Nike mengalami kecelakaan mobil di Jl. RE Martadinata Bandung.

Berbagai spekulasi merebak seputar kematiannya.

Menurut saksi hidup Atun yang bersamanya saat kejadian, pagi itu di depan mobil Nike ada mobil sedan berwarna merah melaju dengan pelan.

Karena buru-buru mengejar waktu untuk shooting di Bogor, Nike pun menyalip mobil tersebut.

Tapi tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil taft melaju dengan kecepatan tinggi.

Untuk menghindari tabrakan beruntun dengan 2 mobil lain, Nike membanting stir ke kiri dan mobilnya menghantam sebuah tembok.

Sang Superstar tewas seketika dengan kondisi yang tragis, sementara Atun temannya pingsan sesaat setelah kejadian.

Nike ‘pergi’ di usia yang sangat muda, 19 tahun.

Ribuan orang mengantar jasadnya ke pemakaman di Ciamis Jawa Barat.

Pasca Kematian

Pasca kematian banyak bermunculan album album yang belum sempat dirilis.

Album ini pun masih laris di pasaran dan mendapat penghargaan.

Penghargaan lain di luar institusi musik adalah ; diterbitkannya prangko Nike Ardilla di Rusia pada tahun 1996.

Masih di tahun yang sama, PT. Pos Indonesia menerbitkan kartu pos & SHP (Sampul Hari Peringatan) setahun wafatnya Nike Ardilla.

Tahun 2000 PT. Telkom merilis kartu telepon edisi Nike Ardilla untuk mengenang 5 tahun wafatnya.

Dan di tahun 2012 kemarin, namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan / kavling perumahan di Jakarta.

Diskografi

Album Studio

Hanya Satu Nama (1988)
Seberkas Sinar (1989)
Bintang Kehidupan (1990)
Nyalakan Api (1991)
Matahariku/Izinkan (1991)
Biarlah Aku Mengalah (1992)
Biarkan Cintamu Berlalu (1994)
Duri Terlindung (Album Malaysia) (1994)
Suara Hatiku (1995)
Sandiwara Cinta (1995)
Mama Aku Ingin Pulang (1995)

Kompilasi

Bandung Rock Power 1987
Tinggallah Ku Sendiri: The Best Of 1993
Gadis Foto Model 1988
Album Ost. Pocong - 1996
Best of The Best Vol. 1 - 1999
Best of The Best Vol. 2 - 2000
Best Beat - 2002
Koleksi Terlengkap - 2009
Singel & soundtrack

Lupa Diri 1987
Dia Idolaku 1988
Antara Hitam Dan Putih 1988
Kelap Kelip Cinta 1989
Cukup Sampai Disini 1989
Batu Batu 1989
Ost. Nakalnya Anak Muda 1989
Rona Rona Biru 1990
Ost. Lupus 1990
Ost. Aksara Bisu 1991
Star Of Life 1991
Warga Kelas Tiga 1992
Ost. Nuansa Gadis Suci 1992
Cintaku Padamu 1992
Tinggallah Ku Sendiri 1993
Cinta Kita 1993
Untuk Apalagi 1993
Aku Tak Akan Bersuara (Malaysia) - 1993
Kembali Lagi 1993
Ost. Deru Debu 1994
Pengembara Terasing (Malaysia) - 1994
Menanti Kejujuran 1994
Anugerah 1995
Biarkanlah 1995
Selamat Jalan Duka 1996
Cinta Di antara Kita 1997
Panggung Sandiwara 1997
Ingin Kulupakan 1998 (1)
Penghargaan

International

1st Runner up of Asia Song Festival 1991 in Shanghai China.
Best selling album DURI TERlindung Malaysia (1994).
Nike Ardilla stamps & postcards release in Rusia (1996)
Most popular foreign artist in Malaysia (1994).
Best selling album utk Memory Hits Nike Ardilla di Malaysia (2004)

Nasional (Indonesia)

1st Champion “Lagu Pilihanku”, TVRI Jakarta, 1980.
1st Champion Pop Singing HAPMI, 1985 Bandung.
3rd winner “TERUNA Festival Indonesia”, 1986.
1st Champion ” 3 Genre Singing Festival West Java”, 1987.
Multi platinum Awards for Seberkas Sinar Album, 1989.
Best Selling Album, BASF Awards 1990, For Bintang Kehidupan Album.
The Best Performer – Indonesian Popular Song Festival 1990.
Best Selling Album, BASF Awards 1991, For Nyalakan Api Album.
Multi platinum Awards for Matahariku Album, 1992.
Best Selling Album, BASF Awards, for Biarlah Aku Mengalah Album, 1993.
Multi platinum Awards for The Best Of (Tinggalah Aku Sendiri) Album, 1993.
Best Selling Album, HDX Awards, for Biarkan Cintamu Berlalu Album, 1994.
Best Selling Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.
Biggest Omzet Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.
Best Selling Album, HDX Awards, for Suara Hatiku Album, 1996.
Music Mingguan Awards ANTeve, Best Selling Album for Suara Hatiku Album, 1996.
Best Selling Album, HDX Awards, for The Best (Deru Debu) Album, 1996.
Triple Platinum Album, BASF Awards, for Mama Aku Ingin Pulang Album, 1996.

Video Music

Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Month Tinggalah aku Sendiri, 1993.
Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Month Biarkan Cintamu Berlalu, 1994.
Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Year, Director Ria Irawan, BIarkan Cintamu Berlalu, 1994.
Best Female Video, MTV Viewer Choice Indonesia, 1997.

Television

Dunia Bintang SCTV Awards 1995, Favorite Viewer Artis.
Dunia Bintang SCTV Awards 1995, Favorite Journalist Artis.
Silet Infotainment Highest 2nd Rating ” Nike Ardilla Episode”, 2003
SCTV Programe Eko Patrio Show, BEST Legend, Beat Titik Puspa and Benyamin S, Viewers Choice,2005
Modeling/Magazine/Tabloid/Newspaper

Cover SAHABAT PENA Magazine, 1986.
3rd Winner LA Clerk Model Contest, 1989.
GADIS SAMPUL Favorit, 1990.
Best Performer on TV – from Monitor Magazine 1990
Best actress, readers choice Tabloid Citra 30th TVRI Anniv.1992. (LTB)
Most Wanted Actress, readers choice Tabloid Nyata (Jawa Pos), 1993.
Most Popular Artis, Popular Magazine, 1994.
URTV Magazine favorite Cover, 1994.
Indonesian Most Dedicated and Creative Singer – 1994
Indonesian Best Female Singer – from CITRA Magazine 1995
Nike Ardilla Stamp and Post Card edition, Tribute, from PT.POS Indonesia,1996.
Best Selling Cover Tabloid Nova for Nike Ardilla Cover Headline, sold 850.000 eksemplar, 2007.
Musisi Paling Fenomenal Versi Tabloid Bintang Indonesia, 2008.[13]
Best Female Singer in Asia versi thetoptens.com (#6) 2013.
Best Indonesian Band or Singer versi theranking.com (#10), 2014.

Pengaruh

Rumah makan Nike Ardilla yang berdiri sejak 17 tahun lalu di jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hingga kini tetap setia merawat cita rasa pelanggannya dengan aneka menu masakan dan minuman yang ditawarkannya.

Persaingan bisnis kuliner yang ketat tak membuat warung yang didesain mirip museum ini kehilangan pelangganya.

Aneka menu masakan dan minuman yang memiliki cita rasa khas dan diberi nama unik menggunakan judul lagu-lagu penyanyi rock legendaris Nike Ardilla, membuat Rumah makan ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penikmat kuliner.

Beberapa nama menu yang unik misalnya, sate ayam seberkas sinar, ayam goreng sandiwara cinta, ayam bakar nike ardilla, dan nasi goreng bintang kehidupan.

Pelanggan tak hanya puas menikmati aneka masakan lezat, tapi juga berwisata sambil menyaksikan aneka koleksi benda-benda penyanyi legendaris almarhum Nike Ardilla.

Beberapa koleksi yang dipajang di antaranya gaun busana, gantungan kunci, kaset, tas, sepatu, cincin dan gelang perhiasan, gaun pertunjukan yang pernah digunakan Nike Ardilla saat konser di berbagai tempat di indonesia, termasuk rancangan gaun yang belum sempat digunakan hingga ajal datang menjemputnya.

Semua dikoleksi dan ditata lengkap untuk memanjakan para pelanggannya.

Tak heran jika warung ini banyak dipilih warga, tak terkecuali kalangan pejabat dan wisatawan asing.

Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.

Semua barang-barang Nike tersimpan di sana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla.

Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan.

Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.

20 Tahun kematiannya masih diperingati dan belum ada artis yang meninggal di Indonesia mempunyai pencapaian seperti ini.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com: Nike Ardilla

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved