Kabar Tokoh

Faktor-Faktor Penyebab Habib Rizieq Tidak Bisa Pulang

Rabu, 4 Desember 2019 16:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Ali Abu Bakar Alatas menjelaskan, Habib Rizieq Shihab dicegah pulang ke Indonesia atas permintaan dari badan intelijen Arab Saudi.

Diketahui Habib Rizieq Shihab mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena mendapat pencekalan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dalam sambutannya saat Reuni Akbar 212, Senin (2/12/2019) lalu, Rizieq Shihab mengatakan pencekalannya itu atas permintaan Pemerintah Indonesia.

"Masalah Habib Rizieq, dicegah keluar Arab Saudi, atas permintaan badan intelijen di Arab Saudi," ungkap Ali di Studio Gedung Menara Kompas, Senin (2/12/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Ditanya mengenai alasan dari pencegahan tersebut, Ali mengatakan, Pemerintah Arab Saudi mencegah Habib Rizieq karena ada masalah keamanan.

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menjelaskan, jika penyebab pencegahan Habib Rizieq Shihab itu karena masalah keamanan, seharusnya ada tindakan pendeportasian dari Arab Saudi.

"Kalau kita bicara prosedur yang normal ya, kalau ada alasan karena gangguan keamanan, harusnya kan dia di deportasi dari Arab Saudi," kata Refly.

Di sisi lain, Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan mengatakan, Habib Rizieq Shihab sudah membeli tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia, namun tidak bisa pulang.

Haikal Hassan menyebut izin tinggal Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi masih panjang sebelum ada pemberitahuan pencekalannya.

Menurutnya, Habib Rizieq tertahan di bagian keimigrasian, saat hendak meninggalkan negara Arab Saudi.

"Sebelum kejadian ramai ini, tiket sudah dibeli, izin tinggal masih panjang, dan tertahan di Imigrasi tidak bisa boleh meninggalkan Saudi Arabia," ujar Haikal Hassan.

Dari penuturan Haikal, Habib Rizieq Shihab tidak mempunyai kejahatan hingga harus ditahan oleh pihak keimigrasian.

"Alasannya apa, tidak ada kejahatan yang dilakukannya," jelas Haikal Hassan.

Ia menyebut sudah berkali-kali hingga izin tinggal Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi akhirnya habis.

"Satu kali, dua kali, tiga kali, hingga akhirnya izin tinggal sudah melewati batas," ungkap Haikal.

Namun, pemerintah Arab Saudi telah memperpanjang izin tinggal dari Habib Rizieq tersebut.

"Itu (izin tinggal) sudah diperbaharui lagi, atas kebaikan jasa pemerintah Saudi Arabia," katanya.

Haikal berharap pemerintah Indonesia bisa mengizinkan Habib Rizieq untuk pulang ke Indonesia.

"Mau pulang lagi, tidak bisa juga," imbuhnya.

"Logikanya saja, tidak usah main kucing-kucingan," lanjut Haikal Hassan.

Saat memberikan sambutan melalui tayangan video pada Reuni Akbar 212, Habib Rizieq Shihab menyebut mendapatkan pencekalan dari pemerintah Arab Saudi karena alasan keamanan.

Pencekalan tersebut menurutnya atas perintah pemerintah Indonesia.

"Pertanyaannya, kenapa saya belum bisa pulang sampai hari ini? Karena saya masih dicekal oleh pemerintah Saudi Arabia, dengan alasan keamanan atas permintaan pemerintah Indonesia," jelas Habib Rizieq, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (2/12/2019).

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia tidak perlu lagi melakukan kebohongan kepada seluruh warga Indonesia.

"Tidak perlu lagi ada kebohongan publik di tengah-tengah umat," kata dia.

"Karena bagaimanapun kita menutup bangkai, tentu saja baunya akan tercium dan terendus," ungkapnya.

Sehingga, Habib Rizieq meminta tidak lagi bertanya apa alasan pencekalan itu kepada dirinya.

Namun harus ditanyakan kepada pemerintah Indonesia.

"Jadi kesimpulannya, kenapa saya masih dicekal sampai hari ini, maka jangan ditanyakan kepada saya,

jangan juga ditanyakan pada pemerintah Saudi, tapi tanyakan pada pemerintah Indonesia," ujarnya.

Ia berujar, pemerintah Indonesia tidak hanya membuat pencekalan, namun juga membuat sebuah pengasingan kepada dirinya.

"Yang sudah membuat pencekalan tersebut, bahkan membuat pengasingan dalam kemasan pencekalan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan tidak pernah melakukan pencekalan terhadap Habib Rizieq Shihab.

Moeldoko meminta Habib Rizieq tidak menciptakan narasi untuk hal yang tidak pernah dilakukan pemerintah.

Ia menegaskan dirinya telah mengecek langsung ke pihak imigrasi, kementerian luar negeri, dan kementerian koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan terkait isu pencekalan Rizieq Shihab.

Menurutnya, hasil yang didapat adalah tidak ada pencekalan kepada pimpinan organisasi Front Pembela Islam (FPI) itu.

"Saya sudah cek kemana-mana tidak ada pencekalan itu, saya sudah cek ke Dirjen Imigrasi tidak ada pencekalan," ujar Moeldoko, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (26/11/2019).

Moeldoko meminta Habib Rizieq tidak menuduh pemerintah telah melakukan upaya pencekalan.

"Jangan mengembangkan sesuatu yang memang pemerintah tidak lakukan, kalau memang tercekal ya silakan gitu," jelas Moeldoko.

Ia menyampaikan, hasil dari pengecekan itu diketahui bahwa Habib Rizieq Shihab tidak pernah berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi sebelumnya.

"Saya sudah cek, selama ini Pak Rizieq tidak pernah berkomunikasi ke kedutaan, saya sudah cek," tegas Moeldoko.

Dirinya menyebut, Habib Rizieq hanya melakukan upaya komunikasi melalui media sosial atas pencekalannya itu.

Mantan Panglima TNI ini menyarankan Rizieq untuk mengadukan masalah itu kepada pihak kedutaan dan tidak melemparkan pernyataan kontroversial di media sosial.

"Tadi Pak Mahfud mengatakan seperti itu, tidak pernah koordinasi dengan kedutaan, hanya di media sosial, sehingga tidak terjadi komunikasi dengan baik," imbuh Moeldoko.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kuasa Hukum FPI Ungkap Rizieq Shihab Tak Bisa Pulang karena Permintaan Badan Intelijen di Arab Saudi

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved