Hoax or Fact

Hoax or Fact: Tidur Menggunakan Kipas Angin Berbahaya dan Dapat Sebabkan Kematian?

Rabu, 4 Desember 2019 14:51 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Cuaca yang panas terik memang lebih enak kalau tidur menggunakan kipas angin.

Tapi baru-baru ini Beredar kabar di media sosial Facebook mengenai resiko kesehatan bahwa kipas angin dapat menyebabkan kematian bila terus-menerus menimpa tubuh.

Tak hanya itu, dalam kabar tersebut juga mengungkapkan tidur menggunakan kipas angin dapat menyebakan tubuh kekurangan oksigen, suhu tubuh alami penurunan drastis, alami hipotermia dan dehidrasi, penyakit Bell Palsy, dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Namun, menurut para ahli, hal ini hanya mitos.

Dikutip dari Kompas.com, Dr Len Horovitz, ahli paru-paru di Rumah Sakit Lenox Hill, New York berkata bahwa tidak ada kipas angin yang beracun dan tidak ada yang salah dengan mensirkulasikan udara dalam ruangan. 

Meski demikian, semua benda yang menyebabkan udara bergerak cepat, termasuk kipas angin, dapat menguapkan kelembapan dari mulut dan saluran hidung Anda sehingga mulut dan hidung jadi kering. 

Kipas angin juga dapat menyebarkan debu, dan hal ini akan mengganggu orang-orang yang memiliki alergi terhadap debu.

Sebagai solusi, Horovitz menyarankan untuk menjaga jarak dari tempat tidur ke kipas angin, dan tidak membuat kipas angin bertiup langsung ke arah Anda.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir paparan debu dan alergen.

Horovitz juga merekomendasikan untuk melakukan irigasi hidung dengan cairan steril.

Irigasi hidung dapat membantu hidung yang kering, mampet, maupun mengalami masalah lainnya.

Selain masalah pernapasan, udara yang dingin juga dapat menyebabkan kontraksi otot sehingga dapat menyebabkan leher menjadi kaku keesokan hari.

Akan tetapi, Horovitz mengatakan bahwa penyebab masalah ini biasanya adalah pendingin ruangan (AC), bukan kipas angin.

(Tribun-Video.com/ Rusintha)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cuaca Panas Landa Indonesia, Berbahayakah Tidur dengan Kipas Angin?

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Rusintha Mahayusanty N
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved