Terkini Nasional

Soal Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, Fadli Zon: Wacana yang Sangat Bahaya

Rabu, 4 Desember 2019 10:30 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan wacana terkait penambahan masa jabatan presiden sebagai hal yang tidak boleh dilakukan.

Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan sesuatu permasalahan yang serius di masa depan.

"Wacana seperti ini merupakan wacana yang sangat bahaya," ujar Fadli Zon seperti yang dikutip dari program Aiman, Senin (2/12/2019).

Fadli Zon lalu menyatakan, perpanjangan masa jabatan presiden juga dapat menimbulkan kecenderungan pemerintahan yang otoriter.

"Menurut saya, ini akan membuka kotak pandora itu mengenai dasar negara dan bentuk negara, apakah menjadi negara kesatuan atau federasi," papar Fadli Zon.

Selain itu, Fadli Zon juga mengungkapkan dengan adanya perpanjangan masa jabatan presiden dapat membuat konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, jangan karena nafsu dan hasrat, yang belum tentu bermanfaat untuk rakyat, bisa saja itu membawa kemudaratan,"

Terkait dengan sikap Partai Gerindra yang setuju dengan aturan yang menyatakan presiden dipilih kembali oleh MPR, Fadli Zon punya pendapatnya sendiri.

Politisi Gerindra ini menyatakan dalam manifesto Gerindra dikatakan soal pengembalian UUD 1945 yang asli.

Meski dalam UUD 1945 itu tertulis soal masa jabatan presiden yang tidak menetapkan secara pasti masa jabatan presiden, Fadli mengatakan dapat dilakukan adendum.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adendeum merupakan penambahan pasal atau ketentuan.

Ia pun lalu menjelaskan isi dari adendum tersebut.

"Misalnya tentang jabatan presiden yang dua periode, mungkin tentang pemilihan langsung juga oke," papar Fadli Zon.

"Hal-hal yang baik itu kemudian dimasukkan lagi dalam adendum, lalu dikembalikan lagi itu penjelasan tentang undang-undang dasar yang dibuang."

Presenter Aiman Witjaksono pun bertanya soal perbedaan yang ada antara UUD 1945 setelah amandemen dengan sebelum diamandemen, apabila masa jabatan presiden tetap diberlakukan dua periode.

"Apa bedanya dengan yang sekarang, balik ke undang-undang 45 tapi adendumnya dua periode presidennya mending enggak usah berubah sekalian dong," tanya Aiman.

"Itu kan cuma satu sisi, ada sisi lain terutama di bidang ekonomi," jawab Fadli Zon.

Fadli Zon kemudian menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pada pengembalian UUD 1945

"Misalnya, Pasal 33 yang tadinya tiga ayat ada ayat D ada E, diakalinlah di dalam ayat D itu nanti ditentukanlah undang-undang tentang demokrasi ekonomi," kata Fadli Zon.

"Kemudian babnya bukan lagi tentang kesejahteraan sosial, tetapi tentang perekonomian nasional, jadi orientasinya berubah." (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Soal Penambahan Masa Jabatan Presiden, Fadli Zon: Wacana yang Sangat Bahaya

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunWow.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved