Wiki On The Spot

Wiki On The Spot - Langgar Dukur Kayu, Saksi Bisu saat Soekarno dan Bung Tomo Merancang Strategi

Selasa, 3 Desember 2019 23:49 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM – Langgar Dukur Kayu menjadi satu di antara landmark bersejarah yang kini telah diperkenalkan dan dijadikan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Langgar Dukur Kayu berwujud bangunan musala tua yang saat ini telah berusia 126 tahun.

Bangunan musala itu terletak di ujung Jalan Lawang Seketeng gang VI atau gang ponten.

Pugaran Langgar Dukur Kayu kini tampak lebih cerah dari ketika pertama kali ditemukan.

Bangunan berlantai dua itu kini dicat putih dan hijau daun.

Menurut Kadisbudpar Pemkot Surabaya Antiek Sugiharti, saat ditemui usai pengenalan Heritage Walk of Lawang Seketeng Senin (11/11/2019), Langgar Dukur Kayu memiliki gaya arsitektur yang unik.

Hal itu kemudian dipercaya menjadi salah satu faktor yang bisa menarik perhatian wisatawan.

Sejarah Langgar Dukur Kayu

Langgar Dukur Kayu berdiri sejak Januari 1893 oleh pemuka agama di kawasan Lawang Seketeng.

Langgar Dukur Kayu yang terletak di Jalan Lawang Seketeng VI memiliki nilai sejarah kemerdekaan Indonesia.

Langgar itu dulunya kerap digunakan sebagai tempat perumusan strategi untuk merebut kembali kemerdekaan Republik Indonesia oleh Presiden Pertama RI Soekarno dan Bung Tomo.

Dilansir dari SURYA.co.id lantai bawah Langgar Dukur Kayu, dulu adalah tempat yang digunakan Bung Karno dan Bung Tomo untuk merumuskan strategi.

Sedangkan lantai atas, digunakan untuk beribadah.

Hal itu seperti yang diungkapkan Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Langgar Dukur Kayu Purwantono.

Menurut Purwantono, pada bagian atas Langgar Dukur Kayu masih memiliki suasana khas bangunan lawas.

Dinding dan lantai langgar terbuat dari kayu.

Meski kini telah mengalami pemugaran, Langgar Dukur Kayu masih mempertahankan identitas aslinya.

Misalnya saja seperti daun pintu dengan engsel kuno, kentongan, tombak, juga payonan dengan tulisan pego berbunyi “awitipun jumeneng puniko langgar tahun 1893 sasi setunggal” yang artinya “pembangunan langgar dimulai Januari tahun 1893”.

Selain itu, di dalam Langgar Dukur Kayu juga ada Alquran yang memiliki usia sama.

Alquran itu bersampul kulit yang ditulis dengan tangan bertanda air Kerajaan Belanda.

Namun, saat Tribunnewswiki mengunjungi Langgar Dukur Kayu, lantai dua di mana Alquran tersebut ditempatkan, sedang dalam renovasi.

Lantaran tangga untuk menuju lantai dua tampak keropos di beberapa sisi, dan akan membahayakan pengunjung.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsuryawiki.com dengan judul Langgar Dukur Kayu

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Surya
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved