Tribunnews WIKI

Suku Sentinel, Suku Kanibal Terganas di Dunia

Selasa, 3 Desember 2019 14:10 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Pulau Sentinel berada di ujung Barat Laut Indonesia dan dihuni suku pedalaman paling berbahaya di dunia.

Pulau Sentinel menjadi tempat tinggal masyarakat suku pedalaman yang tidak segan membunuh siapapun yang mencoba memasuki wilayahnya.

Pulau ini sebenarnya berada di Teluk Benggala India dan masuk dalam gugusan Kepulauan Andaman India.

Selama 60.000 tahun, penduduk asli Suku Sentinel tidak berinteraksi dengan dunia luar dan memiliki cara hidupnya sendiri.

Keadaan ini didukung dengan letaknya yang terpencil dan tidak memiliki pelabuhan alami, ditambah dengan karang-karang tajam mengelillingi hampir seluruh pulau dan tertutup dengan hutan lebat.

Sejarah Suku Pulau Sentinel

Suku Sentinel sejak masa kolonial dikenal sebagai suku kanibal dan bar-bar, namun tidak ada bukti pendukung mengenai fakta tersebut.

Akhir abad ke-20, pemerintah India selaku pengelola Kepulauan Andaman dan Nikobar tempat masyarakat Sentinel berada, sudah berupaya dilakukan komunikasi dengan Suku Sentinel.

Namun upaya tersebut selalu diakhiri dengan luncuran panah oleh penduduk asli Pulau Sentinel dari pinggir pantai.

Meskipun kontak sebelumnya tidak membuahkan hasil, di awal 1990 diketahui suku Sentinel bersedia menerima kelapa dari para antropolog yang tergabung Anthropological Survey of India (AnSI).

Salah satu tim peneliti, yakni Madhumala Chattopadhyay berusaha membuat mempelajari suku-suku pedalaman di Kepulauan Andaman dan Nikobar.

Madhumala merupakan antropolog senior yang menghabiskan waktu enam tahun untuk meneliti dan mempublikasikan 20 karya ilmiah mengenai mereka.

Madhumala juga seorang penulis buku berjudul Tribes of Car Nicobar.

Sebelum Madhumala terlibat dalam ekspedisi di Pulau Sentinel Utara tahun 1991, dirinya mendapat reaksi mengenai wanita diragukan untuk terlibat dalam ekspedisi suku pedalaman yang ‘tidak ramah’.

Madhumala Chattopadhyay akhirnya tergabung dengan ekspedisi menuju Pulau Sentinel Utara, sebagai antropolog wanita pertama yang berkomunikasi dengan suku Sentinel.

Ekspedisi Berawal dengan Memberikan Kelapa

Madhumala Chatopadhyay mencapai Pulau Sentinel Utara menggunakan perahu kecil dan disambut oleh anggota suku Sentinel yang berada di pinggir pantai dengan membawa busur dan panah.

Ekspedisi dimulai dengan mengapungkan buah kelapa ke arah suku Sentinel di pinggir pantai.

Tanpa diduga, anggota suku Sentinel menginjakkan kaki ke air untuk mengambil buah kelapa yang telah dihanyutkan.

Pengambilan kelapa dilakukan oleh kaum pria Sentinel, sementara wanita dan anak-anak menonton dari pinggir hutan.

Meskipun suku Sentinel menerima kelapa yang diberikan tim ekspedisi, ancaman dari serangan Suku Sentinel masih cukup kuat.

Hingga akhirnya tim dari AnSI berhasil mecapai bibir pantai, namun anggota suku tidak mengajak ke tempat tinggal mereka.

Pertemuan Berikutnya Berakhir Pengusiran

Sepuluh bulan berselang, Madhumala Chattopadhyay datang kembali ke Pulau Sentinel Utara dengan tim lebih besar.

Harapannya adalah suku Sentinel lebih bersahaja dengan para peneliti.

Harapan mereka kemudian terwujud karena Suku Sentinel mengetahui keberadaan tim peneliti dan mendekati mereka tanpa bersenjata.

Seperti sebelumnya, Suku Sentinel mengambil kelapa yang dibawa di atas kapal, mereka bahkan membawa senapan milik polisis yang terlihat bagai sepotong logam.

Keakraban yang telah dijalin oleh Madhumala Chattopadhyay harus berubah ketika salah satu peneliti mencoba mengambil hiasan dari daun yang dikenakan anggota suku pria.

Sang pria akhirnya marah dan mengeluarkan pisau hingga membuat seluruh tim peneliti meninggalkan pulau Sentinel.

Perjalanan Terakhir

Perjalanan ketiga ke Pulau Sentinel Utara terhalang akibat cuaca buruk dan tidak menemukan satu orang pun di pinggir pantai Pulau Sentinel.

Tim peneliti akhirnya memutuskan kembali ke India dan pemerintah India memutuskan untuk mengurangi waktu kunjungan ke Pulau Sentinel Utara untuk melindungi Suku Sentinel dari virus penyakit.

Suku Sentinel telah hidup berabad-abad di Pulau Sentinel tanpa masalah.

Masalah mereka muncul setelah melakukan kontak dengan suku maupun orang luar wilayahnya.

Suku Sentinel masih memegang teguh adat budaya dan ajaran nenek moyang mereka yang hidup berdampingan dengan alam.

(TribunnewsWiki.com/Ibnu Rustamaji)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul: Suku Sentinel

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Tribunnews WIKI   #suku sentinel   #India
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved