Terkini Nasional

Faktor Alam, Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Ikan Hias

Senin, 2 Desember 2019 16:24 WIB
Tribunnews.com

Laporan wartawan Tribunews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Indonesia memiliki potensi besar untuk mengusaia pasar ikan hias dunia.

Hal tersebut dinyatakan Direktur Utama Nusantara Aquatic Sugiarto Budiono di sebuah gedung, kawasan Tangerang, Banten, Minggu (1/12/2019).

Sugiarto menilai dua musim yang dimiliki alam Indonesia sangat mendukung untuk mengembangbiakkan ragam macam ikan hias.

Selain itu, 60 persen jenis ikan hias di dunia berasal dari Indonesia.

"Kita tidak mengalami empat musim seperti negara-negara lain, kita hanya punya dua musim. Otomatis kesempatan kembang biak ikan lebih banyak. Lalu 60 persen jenis ikan hias seluruh dunia ada Indonesia," kata Sugiarto.

Sugiarto mendorong agar masyarakat lebih banyak lagi yang menjadikan ikan hias sebagai unit Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM).

Pasalnya ikan hias merupakan jenis bisnis yang tak membutuhkan modal yang relatif besar, namun bisa menghasilkan keuntungan yang tinggi.

"Ikan cupang yang kecil itu harganya bisa jutaan, itu bisa dikembangkan di rumah. Bisa jadi solusi UMKM," ucap Sugiarto.

Dalam peta persaingan pasar ikan hias dunia, Indonesia masih kalah dengan Singapura sebagai eksportir ikan hias.

Namun, pemerintah dan komunitas ikan hias Indonesia sedang mencanangkan sebuah gerakan untuk menjadi nomor satu di dunia dalam eksport ikan hias.

"Komunitas-komunitas pecinta ikan hias bersama Kemko Maritim (Kementerian Koordinator Kemaritiman) dan Kementerian KP (Kelautan dan Perikanan) akan bekerja sama agar kita bisa nomor satu dunia. Saat ini kita masih kalah sama Singapura yang nomor satu, kita ada di nomor tujuh," ujar Sugiarto.

Sugiarto menjelaskan, Indonesia paling banyak ekspor ikan hias ke Tiongkok.

Jenis ikan hias yang paling diminati negara Tirai Bambu itu adalah Arwana.

"Kita masih mengandalkan Arwana, paling banyak ekspor ke China ya," kata Sugiarto. (*)

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Kharis Ardiyansah
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved