Minggu, 31 Mei 2026

Wiki On The Spot

Wiki On The Spot - Masjid Syuhada, Yogyakarta, Simbol Tempat Ibadah Islam Modern Pertama Indonesia

Rabu, 27 November 2019 11:12 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Masjid Syuhada merupakan sebuah bangunan tempat ibadah berupa masjid yang terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka 13, Kotabaru, Kota Yogyakarta.

Masjid ini selesai dibangun dan diresmikan pada 20 September 1952 silam.

Dalam peresmian masjid waktu itu turut hadir yakni Presiden pertama RI, Ir Soekarno bersama sejumlah jajaran menterinya waktu itu.

Nama 'Syuhada' diambil menjadi nama bangunan masjid ini yang mana dalam Bahasa Indonesia berarti 'Pejuang'.

Pengambilan nama tersebut tak lain lantaran masjid ini memiliki nilai sejarah terutama berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia waktu itu.

Semangat perjuangan baik keislaman dan kemerdekaan Republik Indonesia menjadi hal yang senafas dalam pembangunan masjid ini.

Hal ini dituangkan dalam fisik bangunan tersebut.

Di antaranya adanya 17 anak tangga yang ada di depan dan mengarah pada jalan (timur).

Angka delapan sebagai simbol bulan Agustus dituangkan dalam kupel berbentuk segi delapan yang berada di depan semua tangga menuju ruang utama masjid.

Serta angka 4 dan 5 sebagai representasi dari tahun kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dalam bentuk kubah ukuran sedang sebanyak empat buah di tingkat pertama dan empat kubah kecil ditingkat atasnya ditambah satu kubah utama dengan kubah besar sehingga berjumlah lima.

Sehingga jika disandingkan menjadi 45.

Sejarah

Proses pembangunan masjid Syuhada ini melalui lika-liku perjalanan yang sangat panjang ditambah dengan latar belakang yang cukup kompleks kala itu dimana kondisi Indonesia tengah berjuang mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.

Wilayah Kotabaru dulu merupakan kawasan dengan komposisi masyarakat yang didominasi oleh kalangan kaum belanda dan bangsawan.

Sehingga bangunan serta fasilitas yang tersedia di kawasan Kotabaru didominasi kebutuhan bagi kaum Belanda dan Bangsawan waktu itu, seperti fasilitas pendidikan (saat ini SMAN 3 Yogyakarta, SMA Bopkri), fasilitas tempat ibadah (HKBP Mulya Batak Protestan, Gereja Santo Antonius) serta fasilitas kesehatan (RS Panti Rapih, RS Bethesda, RS Mata YAP, RS DKT).

Namun seiring perubahan zaman terlebih saat Jepang mengalahkan Belanda dan kembali lagi Belanda menguasai Indonesia, komposisi masyarakat di Kotabaru berubah. Masyarakat muslim mendominasi kawasan Kotabaru.

Kondisi komposisi masyarakat yang berubah menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang.

Tantangan karena di Kotabaru tak ada tempat ibadah dimana komposisi masyarakat di Kotabaru sudah didominasi oleh kaum muslim.

Dan peluang bagi umat muslim untuk mendirikan tempat ibadah sendiri.

Sebab lain yang melatari Pembanguan Masjid Syuhada adalah untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Kotabaru pada 7 Oktober 1945.

Pertempuran antara kaum republikan dengan tentara Jepang yang ingin mempertahankan Kotabaru. Jalan tempur harus ditempuh yang akibatnya gugurlah 21 orang pahlawan yang saat ini dikenang dan diabadikan jasanya melalui penyematan nama jalan di ruas-ruas Kotabaru. Diantaranya ada I Dewa Nyoman Oka, Farida M Noto, Sabirin, Abu Bakar Ali, Sunaryo dan nama pahlawan lainnya.

Puncak dalam keberhasilan sebuah proses pertempuran kala itu ditandai dengan peletakan sebuah miniatur, tugu maupun prasasti yang menjadi simbol kemampuan Republik ini untuk memegang kontrol kawasan Kotabaru.

Oleh karenya masjid ini juga sebagai simbol bahwa Indonesia berhasil merebut kotabaru.

Sebab ketiga, pasca proklamasi, Masjid Syuhada dijadikan sebagai tanda cinta oleh Republik Indonesia dan penanda kala Ibukota pindah di Yogyakarta.

Tanda cinta kala itu disepakati dalam bentuk Masjid Jami' maka lahirlah Masjid Syuhada ini.

Masjid ini juga terasa spesial lantaran Presiden Pertama RI, Ir Soekarno sudah beberapa kali mengunjungi masjid ini baik sebelum diresmikan maupun setelahnya.

Bangunan dan Arsitektur

Masjid Syuhada mengusung konsep Arsitektur Masjid Modern sekaligus menjadi pionir di Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan pembangunan masjid yang disesuaikan dengan fungsi dan peruntukannya.

Secara fisik, bangunan Masjid Syuhada ini memiliki tiga tingkat dengan tiap-tiap tingkat memiliki fungsinya masing-masing.

Lantai dasar berfungsi sebagai gedung perkuliahan atau proses belajar yang dilengkapi dengan ruang transit.

Lantai satu berfungsi sebagai ruang kuliah, perpustakaan, kantor dan sebagai mushola putri.

Sedangkan lantai dua berfungsi sebagai ruang utama sholat dengan ukuran sekira 15x15 meter yang mampu memuat sekira 400 jamaah.

Semangat keislaman dan perjuangan menjadi lekat dalam fisik bangunan Masjid Syuhada.

Hal ini dibuktikan dengan adanya 17 anak tangga yang ada di depan dan mengarah pada jalan (timur).

Angka delapan sebagai simbol bulan Agustus dituangkan dalam kupel berbentuk segi delapan yang berada di depan semua tangga menuju ruang utama masjid.

Serta angka 4 dan 5 sebagai representasi dari tahun kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dalam bentuk kubah ukuran sedang sebanyak empat buah di tingkat pertama dan empat kubah kecil ditingkat atasnya ditambah satu kubah utama dengan kubah besar sehingga berjumlah lima.

Sehingga jika disandingkan menjadi 45.

Sementara itu, semangat keislaman dituangkan di lantai dasar atau ruang aula saat ini melalui hadirnya lubang angin (ventilasi) yang berjumlah 20 lubang yang mengingatkan umat pada dua puluh sifat Allah Ta'ala.

Simbol lain yakni di lantai satu tepatnya di Mushola puteri terdapat dua tiang kokoh yang berdiri sejajar menjadi penopang bangunan fisik Masjid Syuhada.

Dua tiang ini mengandung makna dua keyakinan untuk menyeimbangkan kepentingan duniawi dan ukhrawi (akhirat).

Selain itu, simbol lainnya yakni terletak pada ventilasi yang terdapat dalam pengimaman yang berada di ruang utama (lantai dua).

Terdapat ventilasi berjumlah lima buah yang menggambarkan Rukun Islam (Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan Haji).

Tata Kelola Masjid

Pengelolaan Masjid Syuhada telah dilakukan secara moderen.

Buktinya sebelum Masjid ini berdiri tepatnya 1 Agustus 1952 telah terbentuk Yayasan yang kala itu bernama Jajasan Asrama dan Masdjid disingkat Jasma dan saat ini berevolusi menjadi Yasma.

Tujuannya yakni membimbing pertumbuhan rohani dan jasmani pemuda Indonesia menuju pembangunan angkatan baru berjiwa islam.

Oleh karena itu, yayasan ini memiliki beberapa aktivitas yang tak hanya keagamaan namun juga sosial ekonomi.

Banyak aktivitas-aktivitas yang ada di kawasan Yasma mulai dari Bidang Formal, Bidang Non formal, Bidang Sosial, Bidang Ekonomi dan Bidang Majelis Ta'lim.

Bidang pendidikan formal, Yasma memiliki pendidikan dari tingkat TK, SD, SMP dan Universitas.

Untuk non formal, Yasma memiliki Lembaga Pendidikan Alquran, Pendidikan Kader, Pendidikan Anak serta Corps Dakwah.

Di bidang sosial, Yasma memiliki Lazis Syuhada yang yak hanya membantu pengurusan kewajiban zakat namun juga mengurus bantuan, beasiswa hingga santunan bagi yang membutuhkan.

Ada juga layanan Rukhti Jenazah yang membantu pengurusan jenazah mulai dari memandikan hingga pemakaman. Layanan ini gratis.

Untuk Bidang Ekonomi, ada BMT (KSPPS) Masjid Syuhada, Catering Masjid Syuhada untuk memenuhi makanan sehat dan halal serta Koperasi Keluarga Konsumsi Masjid Syuhada.

Sedangkan untuk Majelis Taklim, Masjid Syuhada memiliki beragam aktivitas diantaranya pengajian puteri, ibu-ibu hingga pengajian tafsir Alquran dan Silaturahim Jamaah Salat Dhuha.

Identitas

Nama: Masjid Syuhada Kotabaru

Alamat: Jalan I Dewa Nyoman Oka 13, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY.

Telp: (0274) 561189

Diresmikan : 20 September 1952

Yayasan: Yayasan Masjid Syuhada (Yasma)

Sumber:

- Wawancara langsung bersama Peneliti Sejarah Masjid Syuhada sekaligus Kepala Bagian Perpustakaan Masjid Syuhada, Panji Kumoro MPhil

- Buku berjudul 'Historisitas Masjid Syuhada - Menggali Nilai-Nilai Kepahlawanan' karya Panji Kumoro MPhil yang diterbitkan oleh Yayasan Masjid Syuhada (Yasma) Yogyakarta pada September 2017.

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunjogjawiki.com dengan judul Masjid Syuhada Kotabaru Yogyakarta

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved