Terkini Daerah

Alasan DPRD Jatim Dorong Gubernur untuk Desak Kementerian Revisi Kebijakan Impor Sampah

Selasa, 26 November 2019 13:42 WIB
Tribun Jatim

TRIBUN-VIDEO.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong pemerintah melakukan revisi sekaligus pengetatan kebijakan impor sampah.

Lintas Kementerian diharapkan dapat duduk bersama melakukan nota kesepakatan bersama terkait impor kertas bekas.

Di antara jajaran terkait, yakni Menteri Perdagangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan , hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Diana Amaliyah Verawatiningsih menjelaskan bahwa temuan peneliti Ecoton di desa Tropodo Kabupaten Sidoarjo, sebaiknya menjadi pertimbangan kebijakan ini.

Yang mana, dari temuan tersebut terlihat pabrik tahu yang ada menggunakan bahan bakar sampah yang bercampur plastik.

Hal ini menjadi bukti bahwa pengusaha tahu juga memanfaatkan sisa sampah impor yang didatangkan oleh pabrik kertas yang ada disikitar kawasan tersebut.

Penggunaan plastik sebagaii bahan bakar dinilai akan banyak menimbulkan masalah ke depan.

"Jadi bahan bakar pabrik tahu itu itu kan sampah plastik. Dari mana? Dari sisa sampah kertas yang dipakai bahan bakar pabrik kertas. Itu sampah kertas diimpor. Ternyata bukan hanya kertas, namun juga ada plastiknya di dalamnya," kata Diana di Surabaya kepada Tribunjatim.com, Selasa (26/11/19).

Oleh karena itu, perempuan yang akrab disapa Diana Sasa ini, berharap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mendesak kementerian melakukan revisi sekaligus pengetatan kebijakan impor sampah.

"Lembaga Lembaga surveyor impornya juga harus lebih tegas apabila ada barang yang dikirim tidak sesuai nota. Kalau perlu kembalikan ke negara asal," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

"Langkah dan sangsi tegas harus ada. Kasus Tropodo harus ada penyelesaian. Kasihan masyarakat pegiat IKM disana yang tidak tahu akhirnya ikut kena imbas. " ujanya.

Pihaknya berharap pemerintah tak hanya mengutamakan kepentingan kapital atau industri yang mengorbankan kepentingan hidup rakyat.

Kebijakan dalam mendukung sektor industri selayaknya juga tidak mengabaikan aspek hajat hidup orang banyak, termasuk keberlangsungan lingkungan hidup yang layak.

"Kalau banyak uang tapi masyarakat kita sakit, lalu buat apa? Ini bicara tentang udara yang dihirup untuk bernapas sehari-hari. Dari udara yang tercemar itu efeknya bisa panjang kemana mana. Kalau ekologi terancam, apa yang bisa dinikmati anak cucu dari tanah air ini?" katanya.

Diana Sasa tak memungkiri sebenarnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada bulan Juni 2019 lalu telah meminta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman serta Kementerian Perdagangan untuk merevisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait impor sampah kertas yang terdapat sampah plastik di dalamnya.

"Langkah Pemprov ini menjadi langkah positif yang harus didorong terus. Sehingga peraturan Menteri Perdagangan terkait impor sampah kertas yang terdapat sampah plastik di dalamnya, bisa direvisi segera," harapnya kepada Tribunjatim.com.

Dari data yang diterima pihaknya, sekitar 12 pabrik kertas di Jawa Timur menggunakan bahan baku kertas impor. Ada 10 negara terbesar pengekspor yaitu Amerika Serikat, Italia, Inggris, Korea Selatan, Australia, Singapura, Yunani, Spanyol, Belanda, dan Selandia Baru.

Temuan Ecoton menyebutkan, terdapat 35 persen sampah plastik serta sampah rumah tangga lain yang menyusup ke sampah kertas yang dikirim ke Indonesia, tak terkecuali Jawa Timur

"Contoh kasus di Tropodo Sidoardjo. Masyarakat terus menerus terpapar asap pekat warna hitam dari pabrik tahu yang memakai limbah sampah plastik impor. Sebanyak 80 persen warga sekitar terkena ISPA, khususnya perempuan," katanya

(bob/Tribunjatim.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul DPRD Jatim Dorong Gubernur Desak Kementerian Revisi Kebijakan Impor Sampah, Begini Alasannya

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Kharis Ardiyansah
Sumber: Tribun Jatim
Tags
   #impor sampah   #DPRD Jatim
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved