TribunnewsWiki
PT Industri Kereta Api (PT Inka), BUMN Pengembangan Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun Milit PT KAI
TRIBUN-VIDEO.COM - PT Industri Kereta Api (Persero) (PT Inka) merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara yang berdiri tanggal 18 Mei 1981.
PT Inka (Persero) merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun yang dimiliki oleh PJKA (sekarang PT Kereta Api Indonesia dengan menggunakan bangunan yang didirikan Staatsspoorwegen pada tahun 1882.
Semenjak lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi, maka balai yasa ini dialih fungsikan menjadi pabrik kereta api.
Penentuan lokasi dan pendirian pabrik kereta ini berdasarkan hasil studi dari BPPT.
Sejarah
Kantor pusat PT INKA (Persero) berdiri di kawasan Jalan Yos Sudarso, Madiun, Jawa Timur.
Keberadaan kantor pusat dan sekaligus pabrik kereta api yang dulu merupakan Balai Yasa Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) di atas lahan seluas 22,5 hektar itu menjadi saksi sejarah perjalanan panjang PT INKA (Persero) yang merupakan BUMN manufaktur sarana perkereta-apian pertama dan terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) ini.
Selain di Madiun, untuk mendekatkan diri dengan para pemangku jabatan (stakeholders) dan pengambil kebijakan, langkah PT INKA (Persero) pun ditopang oleh Kantor Perwakilan yang berada di Jakarta.
Agar selalu dekat dengan pelanggan utama yang sekaligus "saudara tuanya", yakni PJKA yang kini menjadi PT Kereta Api (Persero), didukung pula oleh kantor Perwakilan di Bandung, Jawa Barat.
Secara formal, PT INKA (Persero) berdiri pada tanggal 18 Mei 1981.
Selanjutnya dilakukan penyerahan operasional pabrik kereta api oleh pihak PJKA kepada manajemen PT INKA (Persero) pada tanggal 29 Agustus 1981.
Tanggal inilah yang kemudian dicatat sebagai Hari Kelahiran PT INKA (Persero).
Ketika berdiri, PT INKA (Persero) berada dalam pembinaan teknis Departemen Perhubungan.
Tahun 1983, pembinanya dilakukan oleh Dewan Pembina Industri Strategis (DPIS). Tahun 1989, di bawah Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS).
Tahun 1998, pengelolaannya di bawah Menteri Pendayagunaan BUMN.
Dalam tahun yang sama (1998), PT INKA (Persero) menjadi anak perusahaan dari holding PT Bahana Pakarya Industri Strategis (BPIS).
Menyusul dibubarkannya PT BPIS pada 2002, PT INKA (Persero) berada dalam pengelolaan Kementerian BUMN hingga sekarang.
Visi dan Misi
VISI
Menjadi perusahaan kelas dunia di bidang perkeretaapian dan transportasi perkotaan di Indonesia.
MISI
Menciptakan solusi terpadu untuk transportasi kereta api dan perkotaan dengan keunggulan kompetitif bisnis dan teknologi produk.
Meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan penguatan piramida industri perkeretaapian.
Memperluas pasar baik dalam negeri maupun luar negeri dan memperbanyak spektrum produk.
Memperkuat kompetensi.
Produk
1982 - Produksi pertama gerbong barang dan prototip kereta ekonomi yang dinamakan Si Belo Kuda Troya.
1985 - Produksi pertama kereta penumpang.
1987 - Perakitan pertama kereta listrik (KRL Rheostatik Stainless) & diversifikasi produk.
1991 - Ekspor pertama gerbong ke Malaysia (KTMB).
1992 - Produksi kereta rel listrik ABB-Hyundai.
1994 - Produksi pertama kereta rel listrik BN-Holec.
1995 - Produksi dan Peluncuran kereta api Argo Bromo JS-950 dan Argo Gede JB-250.
1996 - Produksi pertama lokomotif (GE Lokindo) & ekspor ke Filipina (PNR), serta peluncuran pertama kereta api Argo Lawu.
1997 - Produksi dan Peluncuran kereta api Argo Bromo Anggrek JS-852
1998 - Ekspor pertama Ballast Hopper Wagon ke Thailand (SRT) dan peluncuran kereta api Argo Wilis dan Argo Dwipangga.
1999 - Peluncuran kereta api Turangga.
2001 - Peluncuran pertama KRL Indonesia (desain PT INKA), Argo Bromo Anggrek batch 2, dan Gajayana.
2002 - Ekspor kereta Pembangkit Listrik dan Bogie Reefer Flat ke Malaysia, serta peluncuran kereta api Argo Muria, Argo Gede batch 2, dan Harina.
2004 - Ekspor body gerbong Container & kusen Blizzard Center ke Australia.
2006 - Ekspor 50 unit kereta BG ke Bangladesh.
2007 - Penandatangan Kontrak produksi 1 trainset DEMU (Diesel-Electric Multiple Unit) untuk Aceh dan Railbus untuk Palembang (Bus rel Kertalaya). Selesai produksi gerbong Bagasi Mobil.
2008 - Peluncuran Pertama Bus Rel KRDI (untuk Aceh & Jawa), dan Produksi Gerbong Bagasi ONS "White Arrow", dan Argo Lawu generasi kedua.
2009 - Peluncuran rangkaian baru Kereta api Gajayana dengan model mirip dengan Pesawat Terbang, dan produksi Kereta Inspeksi "Semeru".
2010 - Produksi Rangkaian Kereta Ekonomi AC plus Non-PSO tahap pertama yaitu Kereta api Bogowonto (Waktu itu PT KAI hanya menamakan kelasnya Ekonomi AC), 5 lokomotif CC 204 & rangkaian Kereta api Argo Jati yang berbentuk mirip dengan Rangkaian KA Gajayana yang baru.
2011 - Produksi Railbus untuk Solo, produksi kereta api ekonomi ac plus non pso tahap kedua yaitu Kereta api Gajahwong dan Produksi Kereta Rel Listrik Gajahwong INKA i9000 KfW sebanyak 40 set,Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Pertama untuk Kota Lampung yaitu Kereta api Way Umpu dan Produksi Kereta Inspeksi "Kaldera Toba" ex KAIS Sindoro.
2012 - Produksi Rangkaian Kereta Ekonomi AC plus Non-PSO tahap ketiga, keempat, kelima yaitu Kereta api Majapahit, Kereta api Menoreh dan Kereta api Krakatau, 3 lokomotif CC 300, serta railbus untuk kota Padang dan KRL i9000
2013 - Produksi 18 unit Inobus Articulated Bus untuk armada Transjakarta
2014 - Produksi Rangkaian Kereta api Ekonomi AC plus Non-PSO tahap keenam dan ketujuh, kedelapan dan kesembilan yaitu Menoreh II, Sawunggalih Tambahan sekarang (Jaka Tingkir), Jayabaya dan Jaka Tingkir. Produksi Rangkaian kedelapan telah dicat dengan livery terbaru PT KAI yang diberi nama Livery Kesepakatan (Airline Livery) dan Produksi Gerbong Bagasi "CARGO".
2015 - Ekspor 100 Unit MG Dan 50 Unit BG total seluruh 150 unit bawa Ke Bangladesh, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek dan pengiriman 33 gerbong "Cargo" ke sejumlah depo kereta api di Jakarta Gudang (dari 18 sampai 33), Surabaya Pasar Turi (dari 1 sampai 17) dan Produksi Kereta Inspeksi "Merbabu" dan Kereta Ukur "Ciremai" .
2016 - Produksi 7 train set kereta Eksekutif New Image, produksi 7 train set kereta Ekonomi AC plus New Image, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek, Produksi Kereta Inspeksi "Kelud" dan Kereta Ukur "Galunggung" .
2017 - Produksi 2 train set kereta Eksekutif New Image, 6 Trainset kereta Ekonomi Premium Plus, KRL Bandara Soekarno-Hatta dan Beberapa Kereta Inspeksi Untuk Sumatra & Sulawesi.
2018 - Produksi Kereta Ekonomi Premium Plus & Kereta Eksekutif Plus serta Kereta Luxury Angkatan 2018 Stainless Steel (Konfigurasi 1-1 dengan Jumlah 18 Kursi), KRDE Minangkabau Ekspres (Trainset 1) dan Solo Ekspres (Trainset 2), LRT Palembang Dan Trainset Pesanan Bangladesh Railway.
2019 - melanjutkan Produksi Kereta Ekonomi Premium Plus & Kereta Eksekutif Plus serta Kereta Luxury Angkatan 2019 Stainless Steel (Konfigurasi 2-1 dengan Jumlah 26 Kursi) yang masih serupa dengan Tahun 2018,Trainset LRT Untuk "LRT JaBoDeBek", Melanjutkan Pembuatan Kereta Pesanan Bangladesh Ralway
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Industri Kereta Api
Sumber: TribunnewsWiki
Tribun Video Update
PT KAI Tolak Usulan Anggota DPR untuk Gerbong Khusus Perokok, Siap Turunkan Penumpang yang Melanggar
6 hari lalu
Nasional
TOTALITAS ! PT KAI akan Luncurkan Kereta Kelas Ekonomi Khusus Petani dan Pedagang
Jumat, 22 Agustus 2025
Tribun Video Update
Anggota DPR RI Usul Gerbong Kereta Khusus untuk Perokok, PT KAI: Perjalanan Sehat Tanpa Asap Rokok
Kamis, 21 Agustus 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.