Ngobrol Mewah

Ngobrol Mewah - UMK 2020 'Untung atau Buntung?' bersama Wahyu Haryanto (Sekretaris Apindo Solo)

Sabtu, 23 November 2019 13:42 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Wahyu Haryanto menuturkan selisih Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang terpaut sedikit pada tiap kota dikarenakan takutnya ada mobilisasi pekerja.

Hal tersebut dijelaskan Wahyu Haryanto saat menjadi pemateri dalam Diskusi Ngobrol Mepet Sawah (Mewah) Tribunnews, di Gedung Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Kamis (21/11/2019).

Diskusi ini mengambil tema 'UMK 2020, Untung atau Buntung?'

Wahyu Haryanto mengatakan UMK untuk Solo tahun 2020 sebesar Rp 1.956.200.

UMK Solo berada di urutan ke dua setelah Karanganyar pada wilayah Solo Raya.

Wahyu Haryanto menjelaskan selisih UMK antar kota dan kabupaten yang telah ditetapkan emang tidak banyak.

Hal tersebut dikarenakan jika selisih terlalu banyak nantinya akan terjadi mobilisasi pekerja.

Jika kejadian itu terjadi, akan menimbulkan masalah bagi perusahaan.

"Saat ini memang sudah disetujui UMK nya adalah Rp 1.956.200. Jadi kalau ini Solo urutannya nomor dua. Nomor satu masih Karanganyar," jelas Wahyu Haryanto.

"Tapi selisihnya memang tidak banyak karena kita akan melihat bahwa kalau selisih terlalu banyak itu nanti akan terjadi mobilisasi pekerja juga. Ini akan membuat masalah di perusahaan juga," tambahnya.

Wahyu Haryanto mengatakan, bulan Oktober lalu telah mengajukan nominal upah kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Kemudian bulan November ini akhirnya Surat Keputusan mengenai UMK 2020 telah selesai.

Sehingga pengusaha mempunyai pedoman untuk menganalisa pengeluaran perusahaannya mengenai upah pekerjanya.

"Jadi di Solo, kebetulan kemarin Oktober sudah diajukan ke Gubernur dan ini bulan November sudah turun. SK dari gubernur. Jadi ada kenaikan," ungkap Wahyu Haryanto.

"Saat ini pengusaha juga punya pedoman. Jadi ke depan sudah bisa memprediksi pengeluaran karyawan akan naik sekian rupiah, sekian persen."

Wahyu Haryanto juga menuturkan pedoman dalam penetapan besaran UMK, yakni dengan melihat angka yang akan diterima oleh pasar.

Pertama, inflasi. Wahyu Haryanto mengatakan penetapan UMK juga dilihat dari besaran inflasi yang sedang terjadi.

Karena Dewan Pengupahan tidak akan menetapkan upah pekerja di bawah besaran inflasi.

Selain itu, pedoman yang ke dua adalah pertumbuhan ekonomi.

Wahyu Haryanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini tumbuh berkisar lebih dari lima persen.

Meskipun ekonomi global sedang mengalami keterlambatan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul UMK 2020 Telah Ditetapkan, Ini Alasan Besaran Selisih Tiap Kota/Kabupaten Hanya Sedikit

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Febia Rosada Fitrianum
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Apindo   #NGOBROL MEWAH   #UMK 2020   #Wahyu Haryanto
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved