Terkini Daerah

Ditolak Cintanya, Seorang Murid Lakukan Penusukan pada Guru di Bantul

Sabtu, 23 November 2019 08:26 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Peristiwa penusukan siswa SMA terhadap gurunya terjadi di Srandakan, Bantul, pada Rabu (20/11/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Penusukan tersebut membuat heboh warga karena jarang terjadi tindak kriminal serupa di sekitar lokasi kejadian.

Pelaku adalah seorang pelajar SMA berinisial CB (16) asal Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta.

Sedangkan korban adalah guru di sekolah tempat CB menimba ilmu, berinisial WP (34).

Dilansir oleh Tribunjogja.com, peristiwa tersebut telah dikonfirmasi oleh Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto.

Penusukan yang dilakukan oleh pelaku memiliki motif urusan asmara.

Diketahui jika CB yang merupakan anak didik WP menaruh rasa cinta pada sang guru.

"Pelaku bilang kalau dia sayang, cinta, sama Bu Guru. Tapi, cintanya ini kan tidak pernah direspon ya, karena korban sudah punya suami," ujar Muryanto saat ditemui Tribun Jogja seusai olah tempat kejadian perkara (TKP).

Akibat kejadian tersebut, dikatakan oleh Muryanto, kondisi korban dikatakan kritis karena luka serius akibat tusukan benda tajam.

Korban WP kemudian langsung dilarikan ke RSUP Sardjito oleh keluarga.

"Namun, karena luka yang diderita ternyata sangat serius ya, korban kemudian langsung dirujuk ke RSUP Sardjito, Sleman," imbuh Muryanto.

Kronologi penikaman siswa SMA pada sang guru

Dijelaskan oleh Muryanto peristiwa penikaman terjadi pada sekitar pukul 21.00 WIB.

Pada saat itu WP sedang beristirahat di dalam kamarnya.

Dikutip dari Tribunnews, ketika peristiwa tersebut terjadi, suami WP sedang tidak berada di rumah.

Sang suami sedang mengikuti acara kerukunan di sekitar tempat tinggal pasangan tersebut.

WP diketahui berada di rumah bersama sang mertua yang sedang menyaksikan tayangan televisi di ruang tengah.

Kondisi rumah WP hanya memiliki satu pintu permanen di bagian depan rumah sedangkan sisanya hanya ditutup kain.

Karena tidak memungkinkan masuk melewati pintu depan, pelaku menerobos masuk rumah WP melalui pintu belakang.

Setelah masuk, pelaku langsung menelusuri rumah tersebut dan segera menemukan kamar WP.

Dari pengakuan pelaku, saat itu WP sedang tertidur.

Melihat kesempatan tersebut pelaku langsung menikam sang guru menggunakan pisau dapur yang dibawanya dari rumah.

WP kemudian terbangun dengan terkejut dan berteriak kesakitan.

Sedangkan sang pelaku langung melarikan diri.

"Korban lantas berteriak kesakitan, sementara pelaku kabur dari TKP," terang Muryanto.

"Mertua korban langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa korban menuju RS UII Pandak, Bantul,"lanjutnya.

Mengaku tidak melakukan tindakan asusila

Motif penikaman yang merupakan urusan asmara membuat penyelidikan kepolisian mengerucut pada dugaan tindakan asusila.

Meskipun demikian, dijelaskan oleh Kompol Muryanto, pelaku mengaku dirinya tidak melakukan tindakan asusila.

"Karena saya interogasi berkali-kali dengan penyidik, dia tidak melakukan tindakan asusila terhadap korban," kata Muryanto.

Pengakuan pelaku tersebut hingga artikel ini diunggah, belum mendapatkan konfirmasi langsung dari WP.

Pelaku ditangkap dan akan ditindak sesuai hukum

Barang bukti ditemukan oleh kepolisisan berupa ponsel pelaku dan pisau yang digunakan untuk menikam WP.

Oleh karena itu, pelaku yang sempat melarikan diri dapat diamankan dengan cepat oleh aparat.

"Penjemputan pelaku berasal dari handphone yang tertinggal. Kita ketahui, ternyata berdomisili di Lendah dan langsung kita bawa menuju Polsek Srandakan. Sementara kasusnya masuk penganiayaan, yang diatur dalam Pasal 351 KUHP," katanya.

Karena masih di bawah umut, saat ini pelaku masih dalam proses pendampingan Unit PPA di Polres Bantul.

"Pelaku ditempatkan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Bantul, karena usia pelaku baru pelajar kelas dua SMA," jelas Muryanto.

"Karena ini menyangkut penganiayaan dan bisa menimbulkan kematian, dan pelaku menggunakan senjata tajam jadi kasusnya bukan hanya penganiayaan namun bisa mengarah ke pembunuhan," lanjutnya.

MenurutnyaMuryanto, peristiwa penusukan tersebut baru pertama kali terjadi di Bantul sehingga menjadi heboh.

"Kejadian ini sangat sadis dan langka terjadi di tempat kami, ini baru pertama kali seperti ini makanya kejadian ini menjadi viral dan menghebohkan," ujar Muryanto.

Muryanto menuturkan meski pelaku masih anak-anak namun polisi akan menindaklanjuti kasus tersebiut secara tegas.

"Saya ambil tindakan supaya peristiwa ini harus ditindak lanjuti dan tidak bisa dibiarkan begitu saja," tutur Muryanto.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUNJOGJA/Aka, TRIBUNNEWS/Inza Maliana)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Kesal karena Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Siswa SMA Nekat Tikam Sang Guru, Ini Kronologinya

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved