Kursi Pilot Helikopter Rakitan Jujun Berwarna Merah Muda dan Bergambar Kartun

Kamis, 21 November 2019 16:09 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Helikopter rakitan milik Jujun Juanedi (42), warga Kampung Cibubuay, Sukabumi, Jawa Barat, terpampang di halaman rumahnya pada Rabu (20/11/2019) siang.

Helikopter tersebut viral saat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berkunjung melihat helikopter tersebut, Selasa (19/11/2019).

Saat Tribunnews menyambangi kediaman Jujun, helikopter tersebut tampak tengah dilihat oleh sejumlah warga. Tribunnews pun sempat melihat dari dekat pesawat yang pengerjaannya belum selesai total itu.

Helikopter milik Jujun didesain menggunakan komponen yang dibelinya secara bertahap. Istrinya, Yeti, mengatakan apa yang suaminya geluti ini sudab berlangsung selama satu tahun.

"Biayanya sampai segini sudah mau Rp30 juta. Tapi saya nggak tahu persis, yang tahu pak Jujun," ujar Yeti (37), istri Jujun, ketika diwawancarai Tribunnews.com di kediamannya, Kampung Cibubuay, Desa Damareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/11/2019).

Helikopter milik Jujun masih berbentuk rangka, berwarna perak di hampir setiap bodinya, dengan varian hitam dan merah di kaki-kaki dan ekor helikopter. Di bagian tengah dekat ekor, ditempatkan mesin genset dua silinder berkekuatan 700 cc.

Beralih ke bagian depan. Kursi pilot helikopter milik Jujun berwarna merah muda, dengan gambar kartun di tengah-tengahnya. Sementara itu, di baling-baling ekor helikopter terdapat tulisan GG-77 dan dekat baling-baling utama tertera GARDES JN 77 GM.

Yeti mengatakan ada makna dari singkatan di helikopter tersebut. "Itu singkatannya Garuda Desa Jujun Junaedi, sama tahun lahir beliau, dan GM adalah Gemar Motekar," kata Yeti.

Seperti diketahui, Jujun merupakan pria lulusan STM yang membuat helikopter di halaman rumahnya, di Kampung Cibubuay, RT 3 RW 1, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Tribunnews.com mencoba menilik helikopter buatan Jujun di kediamannya, Rabu (20/11/2019).

Setelah tiba di Desa Darmareja, terdapat satu jalan setapak yang berukuran tidak terlalu lebar. Kira-kira hanya dapat dilewati oleh satu motor atau dua orang dewasa yang berjalan berdampingan.

Awalnya, terdapat jalan setapak yang menurun. Ujung jari kaki terasa sedikit berat lantaran harus menahan berat tubuh yang miring akibat curamnya jalan.

Sawah, ladang, dan pepohonan rimbun menjadi pemandangan di jalanan tersebut ketika menengok ke kiri dan kanan. Suara serangga yang tampak bersahutan seolah menjadi latar musik selama perjalanan.
Tak lama, terdapat jembatan di atas sungai yang tampak tak begitu melimpah airnya. Jembatan ini terlindungi dari sinar terik matahari karena 'dipayungi' oleh pepohonan. Selepasnya, tanjakan menanti Tribunnews.com.

Tanjakan yang berlangsung selama sekira 2-3 menit tersebut cukup membuat nafas tersengal-sengal. Tempurung lutut mulai terasa nyeri. Keringat mulai mengucur deras.

Nafas kembali bisa diatur setelah mencapai PAUD Kelompok Bermain Al-Ikhlas. Jalan di area tersebut tidaklah menanjak lagi. Namun, hingga titik itu Tribunnews.com baru menyelesaikan setengah perjalanan.

Setelahnya, kita hanya perlu mengikuti jalanan yang terlihat tidak rata, karena bekas cor-an yang telah rusak. Beberapa kali terlihat rumah warga di sekitar jalan setapak tersebut.

Meski tak banyak, tapi tetap ada warga yang melintas secara berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua.

Kurang lebih 15 menit kemudian, barulah Tribunnews.com tiba di kediaman Jujun.

Perjalanan dapat ditempuh dengan lebih singkat jika menggunakan sepeda motor. Waktu tempuh hanya akan menjadi 4-5 menit.

Saat meninggalkan lokasi, Tribunnews.com sempat mencoba menggunakan motor matic. Namun, bersiaplah untuk merasakan sensasi off-road. Pantat akan terasa pegal menghadapi jalanan yang tak rata.

Belum lagi, apabila berpapasan dengan motor lain. Mau tak mau harus ada salah satu motor yang mengalah untuk memiringkan kendaraannya ke arah sawah.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Vincentius Jyestha Candraditya
Videografer: Vincentius Jyestha Candraditya
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved