Jujun Junaedi Anak Desa Lulusan STM yang Berhasil Rakit Helikopter

Kamis, 21 November 2019 16:10 WIB
Tribunnews.com

Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Terlahir sebagai anak desa yang hanya lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) tak jadi penghambat bagi Jujun untuk ciptakan helikopter.

Lahir pada 30 November 1977 di Sukabumi Jujun berhasil merakit helikopter yang diberi nama Gardes 77 GM.

Hasil rakitannya tersebut membuat ia ramai diperbincangkan publik.

Jujun mengaku helikopter rakitannya itu bermesin genset hanya dengan modal sekira Rp 30 juta.

Kepada wartawan tribunnews.com Jujun mengutarakan, banyak masyarakat yang meragukan kemampuannya dalam merakit helikopter karena latarbelakang pendidikannya.

Namun, bukannya berkecil hati, Pria asal Sukabumi ini justru terpacu dan enggan menjadikan pandangan miring tersebut sebagai sebuah hambatan.

Hari ini, di era serba teknologi, Jujun mengaku bisa menemukan berbagai referensi yang dibutuhkannya untuk merakit helikopter dari YouTube dan Google.

"Mungkin kalau buat (menciptakan) helikopter itu belum cukup, sepertinya banyak orang meragukan tapi kenapa tidak ketika lulusan STM didukung oleh hobi juga basic kita memang di permesinan lalu kita banyak sumber lain ketika menjalankan ini (membuat helikopter), kita punya referensi khususnya karena sekarang banyak di internet, dari YouTube dan Google juga," ujar Jujun.

Mulanya Jujun mengatakan pendidikan memang penting terutama menyangkut teknis pembuatan helikopter.

Akan tetapi, lanjut dia, dari internet dia menemukan berbagai sumber yang bisa dimanfaatkan ketika mulai mengerjakan pembuatan helikopter.

"Artinya ketika kita perlu sistem, sementara sistem itukan harus didapat dari sumber yang dapat dipercaya. Terus ketika susahnya sumber pencarian sistem (pembuatan helikopter) karena kita hidup di kampung, ya otomatis karena bingung mau nanya ke siapa? mungkin kita nanya ke internet, YouTube sama google itu," katanya.

Menurutnya merakit helikopter menjadi mudah ketika dia menemukan referensi dari internet yang berasal dari pakar teknis atau bahkan dari orang yang terbiasa mengolah logam.

Baginya, apa yang dipraktekkan dan diajarkan oleh para ahli yang kerap dilihatnya di internet mudah dicerna dan diaplikasikan terutama dalam merakit helikopter.

"Dan kalau dirasa sistem di situ (internet), kalau kita ditangkapnya sama orang teknik atau sama orang yang biasa mengolah logam ataupun permesinan, itu akan dengan sangat mudah dicerna dan bisa diaplikasikan dalam pembuatan helikopter ini," ujar Jujun.

"Mudah-mudahan walaupun latarbelakang pendidikan saya hanya STM, tapi ditunjang yang lainnya (referensi dari internet) mudah-mudahan ini (helikopter) menjadi satu barang yang benar-benar bisa dipakai atau berteknologi begitu," tambahnya.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Lendy Ramadhan
Videografer: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved