Travel

VLOG | Nikmati Pemandian Air Panas Permandian Lejja di Soppeng

Jumat, 15 November 2019 20:34 WIB
Tribun Timur

Laporan Wartawan Tribun Timur Desi Triana

TRIBUN-VIDEO.COM - Keindahan alam Indonesia memang tiada tara.

Gugusan pulau, gunung yang menjulang, nyiur melambai, hingga kuasa Tuhan yang tak terduga tersaji di bumi Indah Pertiwi.

Salah satu keindahan nyata yang dapat disaksikan langsung di tanah air ini, ada di Kota Soppeng, Sulawesi Selatan.

Bagi para pecinta traveling tentu wajib menyambangi tempat ini dan memasukkan ke dalam list perjalanan.

Pasalnya, tempat ini merupakan titipan Tuhan yang begitu luar biasa.

Bernama Permandian Lejja, tempat ini memiliki karakteristik yang begitu unik dan menakjubkan.

Air mengalir merupakan sebuah fenomena alam dimana air tersebut memiliki suhu yang begitu panas.

Untuk menjangkau tempat permandian ini membutuhkan sekitar enam jam perjalanan dari Kota Makassar ke Soppeng.

Atau berjarak 40 km dari Kota Soppeng, kira-kira satu jam perjalanan dengan menggunakkan kendaraan pribadi.

Untuk akses menuju tempat permandian ini sebaiknya membawa kendaraan sendiri, karena jarangnya transportasi umum yang menuju ke tempat ini.
Tentu perjalanan akan mengasyikkan, walaupun tergolong lama namun kejenuhan tersebut akan tergantikan dengan keindahan pemandangan sawah yang begitu alami.

Mata akan dimanjakan dengan warna sawah hijau dijamahi para sapi yang juga sedang membajak.

Tak hanya itu, jika pada musim kemarau matahari akan terlihat terik dan cahayanya membias langit Soppeng nan eksotis.

Ketika tiba di permandian yang terletak di kelurahan Bulue, kecamatan Mario Riawa, Kabupaten Soppeng, akan disambut dengan penjaga pintu masuk.

Pengunjung akan terarahkan dengan lokasi pembelian karcis yang tidak jauh dari gerbang masuk.

Harga yang tertera bervariasi untuk dewasa dan anak-anak Rp3 Ribu, sedangkan untuk biaya masuk kendaraan pun berbeda.

Khusus mobil biaya masuknya Rp10 ribu dan motor Rp5 ribu.

Jika pada hari libur kerja biaya masuk Rp12.500, dan hari kerja Rp10 ribu.

Ketika masuk, perlu dua kilometer untuk mendekati permandian air yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah ini.

Jalanan yang begitu meliuk-liuk menambah sensasi adrenalin dan jiwa petualam semakin meningkat.

Akan terlihat jelas parkiran ramai pengunjung baik mobil ataupum kendaraan roda dua.

Saat melihat, suasana permandian Lejja akan merasa takjub dengan lekukan batuan yang begitu alami dan natural.

Tak hanya itu, bau belerang serta hangatnya suhu air akan begitu terasa.

Terlebih ketika saat mendekatkan diri dengan sumber air ataupun kolam uap nampak jelas terlihat.

Di tempat ini terdapat empat kolam renang dengan suhu yang berbeda-beda.

Empat kolam renang tersebut terbagi menjadi, kolam besar, dua kolam sedang yang bertingkat dan kolam berendam dengan ukuran agak mini.

Bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu dengan keluarga besar atau membutuhkan privasi juga disediakan gazebo kolam berendam.

Untuk menikmati fasilitas tersebut dikenakan biaya Rp 50 ribu saja tanpa ada batasan waktu.

Fasilitas lain yang bisa dinikmati yakni adanya beberapa villa.

Villa tersebut disewakan dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya mulai dari tempat tidur dan kamar mandi.

Banyak warga setempat mempercayai permandian ini memiliki khasiat untuk mengobati gatal-gatal dan rematik.

Sensasi hangat yang disuguhkan permandian air panas ini wajib dicoba saat bertandang ke Soppeng.

Tubuh akan terasa direlaksasi dengan suhu hangat dari kolam permandian Lejja.

Biasanya wisatawan baik lokal ataupun luar daerah, menghabiskan waktu berjam jam berendam dan menikmati kehangatan di dalam kolam.

Pada momen tertentu, permandian Lejja dikunjungi hingga ratusan pengunjung.

Hal tersebut diungkapkan Hasna (43) salah satu pekerja di Permandian Lejja.

"Kalau lebaran itu banyak sekali, apalagi hari libur," jelasnya saat ditemui Tribun Timur.

Hasna juga mengungkapkan air yang ada di Permandian Lejja ini tak akan pernah dingin meski musim hujan.

"Jadi hangat terus, bahkan lebih hangat lagi," tuturnya.

Jika tiba musim kemarau, kata Hasna, air tetap mengalir seperti biasanya.

Banyak pula warga atau wisatawan yang memilih untuk berkemah di permandian Lejja.

Tenda dan perlengkapan kemah lainnya akan terlihat di sekitar area permandian.

Permandian Lejja ini dibuka selama 24 jam.

Untuk diketahui, permandian Lejja ini mulai dikelola pemerintah setempat sejak 1994.

Pada tahun 1998 mulai banyak wisatawan yang berkunjung di tempat ini.

Bahkan ada pula instansi, kegiatan kampus, maupun lainnya diselenggarakan di permandian Lejja. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Rizky Cahya Nugraha
Sumber: Tribun Timur
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved