Terkini Daerah

Nama Gibran Rakabuming Tidak Diusulkan DPC PDIP Solo pada Pilkada 2020

Kamis, 14 November 2019 12:50 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Nama putra presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka ternyata tidak diusulkan DPC PDIP Solo, untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan YouTube Talkshow tvOne, Politisi PDIP Nusyirwan Soedjono angkat bicara terkait kabar tersebut, Rabu (13/11/2019).

Diketahui, Gibran mengaku mantap dan siap maju sebagai calon Wali Kota Solo di Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Bahkan, Gibran telah melakukan persiapan dengan blusukan langsung ke masayarakat.

"Sudah gerak di bawah. Sudah, sudah (pendekatan), ke masyarakat sudah, blusukan juga," kata Gibran di Hotel Balairung, Jakarta, Minggu 10 November 2019, dikutip dari tvOne.

"Mungkin Bapak-Ibu sudah tahu saya adalah pengusaha dan tahun ini saya putuskan bergabung dengan PDIP, insyaallah saya maju pemilihan Wali Kota Solo 2020," sambungnya.

Akan tetapi, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa nama Gibran tidak direkomendasikan.

"'DPP PDIP melakukan kesalahan jika tetap merekomendasikan nama di luar nama yang diusulkan oleh DPC'," kata pembawa acara mengutip pernyataan FX Hadi.

"'Sedangkan DPC sudah bulat untuk mengusung nama Achmad Purnomo'," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Nursirwan Soedjono menyebut tidak ada apa-apa di internal partainya, terkait pencalonan Gibran.

"Tidak ada apa-apa, tentu penilaiannya mungkin tidak lengkap saja," ujarnya.

"Jadi pemahamannya 25 persen tentunya, ini sebetulnya tidak perlu di publish ya, ini hal-hal yang sifatnya internal, dan itu peraturan, ketentuan yang bersifat nasional."

Nusyirwan kemudian menyebut memang ada 25 persen ketentuan di tingkat cabang.

"Ada ketentuan yang tercantum di peraturan tersebut, bahwa proses tersebut terkait di antaranya pendaftaran bisa dilakukan di provinsi atau di nasional," ungkapnya.

"Dan juga tidak langsung memblok, atau katakanlah memberikan kewenangan penuh berkaitan dengan suara yang dicapai 25 persen itu."

Menurut Nusyirwan, akhirnya rekomendasi dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai.

"Ada ketua umum kok, jangan salah," katanya.

Saat ditanya apakah akan menggelar diskusi dengan FX Hadi terkait masalah ini, Nusyirwan menyebut di partainya selalu ada diskusi.

"Itu otomatis saja, tidak perlu lapor ke tvOne ya," ujar Nusyirwan disambut tawa pembawa acara.

"Memang tidak harus sih pak, tapi kita ingin mengonfirmasi," jawab pembawa acara.

"Jadi ini kebetulan saja yang mendaftar itu putra presiden, putra daerah juga, maka menjadi perhatian," sahut Nusyirwan.

"Tapi bukan berarti, hal-hal ini sebenarnya juga bisa dilakukan seperi daerah lain," sambungnya.

Baca: Gibran Blusukan, Ini Tanggapan Achmad Purnomo Bakal Calon Wali Kota

Tanggapan Pengamat

Dosen Politik UIN Jakarta Adi Prayitno pun memberikan tanggapan menganai persoalan pencalonan Gibran.

Menurutnya, jika telah ada penjaringan kader di Solo, kemudian muncul nama kader senior, tapi PDIP tiba-tiba memutuskan nama lain, seperti Gibran, maka akan ada 2 pilihan.

Yakni kader senior di bawah ikut partai atau keluar.

Selain itu, Prayitno juga menyebut jika nantinya Gibran yang diusung, maka PDIP sama saja mengamputasi kader-kader senior di bawah.

"Setahu saya, PDIP adalah partai kader, kaderisasinya cukup kuat," ungkap Prayitno.

"Andai Mas Gibran yang masuk kira-kira begitu, tentu ini akan mengampputasi begitu banyak kader-kader senior di bawah."

"Harus kita akui bahwa teman-teman yang agak sedikit komplain misalnya, adalah kader yang sudah cukup lama di Solo," imbuhnya.

Pernyataan itu pun dibantah oleh Nusyirwan, yang menyebut majunya Gibran tidak akan menghambat kader lainnya.

"Mas Gibran juga dari Solo juga loh, jangan salah, untuk maju jadi kepala daerah tentunya pertimbangannya itu banyak," kata Nusyirwan.

Menurutnya, persyaratan menjadi kepala daerah banyak yang harus dipersiapkan, tidak memandang lama atau tidaknya kader tersebut di partai.

Ia juga memuji kesiapan Gibran untuk maju, yang dianggap sudah menjadi modal utama bagi putra presiden.

Pencalonan Gibran Disebut Bisa Jadi Contoh Buruk

Dikutip dari tayangan KompasTV, Senin (11/11/2019), Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan keputusan DPC sudah final dalam penjaringan internal untuk Pilwalkot 2020.

Oleh karena itu, seharusnya siapa yang didukung partai sudah jelas.

Ia pun menyinggung soal rencana Gibran yang akan maju melalui DPD Jawa Tengah.

Menurutnya, sudah ada aturan yang disepakati terkait hal tersebut.

"Aturannya 2017 waktu proses pemilihan Pak Ganjar (Ganjar Pranowo-red) keluar itu," katanya.

"Maka itu yang di Solo karena lebih dari 24 persen maka waktu Pak Ganjar nggak perlu ada rapat."

"DPC punya kewenangan itu," imbuhnya.

Ia pun kembali menegaskan, keputusan tinggal akan mengikuti aturan atau tidak.

"Sekarang tinggal DPP saja, DPP membuat aturan itu mau dipakai apa enggak."

"Kalau DPP buat aturan enggak dipakai ya selesai partai," ungkap FX Hadi.

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Mantap Maju di Pilkada 2020, Nama Gibran Tidak Diusulkan DPC PDIP Solo, Apa yang Terjadi?

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Buyung Haryo
Sumber: TribunWow.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved