Travel

9 Potret Hotel Majapahit Surabaya, Saksi Bisu Perobekan Bendera Belanda

Minggu, 10 November 2019 20:41 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Hotel Majapahit Surabaya menjadi saksi bisu perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia.

Hotel bergaya kolonial ini menjadi bagian sejarah kemerdekaan Republik Indonesia ketika akhir Perang Dunia II silam.

Dulunya, hotel yang didirikan dengan nama Hotel Oranje ini menjadi tempat penginapan para kaum elit Belanda ketika sedang berkunjung ke Surabaya.

Pada tahun 1910, hotel ini pertama kali didirikan oleh Lucas Martin Sarkies, pengusaha ternama berdarah Armenia.

Momen perobekan bendera Belanda ini berawal ketika bendera Belanda dikibarkan di tiang teratas sebelah utara Hotel Oranje padahal Indonesia sudah merdeka.

Tanpa persetujuan Pemerintah Republik Indonesia Daerah Surabaya, bendera triwarna Merah-Putih-Biru ini sengaja dikibarkan pihak Belanda atas perintah WV Ch. Ploegman, pemimpin organisasi Indo Europesche Vereniging (IEV) yang diangkat NICA menjadi walikota Surabaya.

Pengibaran bendera tersebut diketahui untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina pada tanggal 31 Agustus.

Atas tindakan tersebut, kemarahan arek-arek Suroboyo memuncak dan terjadi kericuhan dengan pihak Jepang yang saat itu tengah berjaga untuk mempertahankan status quo.

Setelah terjadi kericuhan dan merenggut korban jiwa, Hariyono, seorang warga Surabaya ditemani juga oleh Koesno Wibowo langsung memanjat tembok hotel ke atas menara dan merobek bagian warna biru bendera Belanda hingga menjadi bendera Indonesia.

Kisah legendaris tersebut kini menjadi momentum penting dalam peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 1945.

Melansir dari Kompas.com, Hotel Yamato yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit masih mempertahankan bentuk bangunan bergaya kolonial art-deco.

Hampir keseluruhan ruang di Hotel Majapahit Surabaya managed by AccorHotels atau disebut Hotel Majapahit ini masih memiliki ornamen yang didominasi oleh kayu.

Ada beberapa lukisan suasana Surabaya tempo dulu yang dipajang rapi pada dindin lobby Hotel Majapahit.

Hotel Majapahit memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari restoran, kolam renang, kamar bergaya kolonial, hingga ruang santai yang nyaman.

Melihat dari akun Instagram @hotelmajapahitsby, ada sejumlah unggahan potret sudut ruangan dalam Hotel Majapahit Surabaya.

Mulai dari ruang kamar yang mengusung tema interior Eropa.

Hotel Majapahit memiliki sekitar 143 kamar yang menyimpan sejarah perundingan antara Sudirman dan W.V.Ch Ploegman di awal Proklamasi.

Selain itu ada juga kamar mewah yang berjejer rapi dalam lorong dengan nuansa kental zaman Belanda di mana banyak jendela besar dan ornamen geometris yang begitu mencolok.

Dilihat dari sudut lain, bagian lorong Hotel Majapahit terlihat begitu asri dengan tambahan taman kecil di bagian tengahnya.

Ada sejumlah tanaman dan pepohonan hijau yang menjadi daya tarik tersendiri di Hotel Majapahit.

Bagian tengah taman ini terdapat kolam air mancur berukuran sepetak kecil untuk menambah keasrian ketika siang.

Bagian menarik lainnya dalam Hotel Majapahit juga terlihat pada restoran yang mengusung konsep gatsby era 1920-an.

Masih terdapat banyak kursi kayu ukuran tinggi yang mengelilingi bar di setiap sudut ruangan.

Restoran ini dilengkapi dengan lampu hias lapis kaca biru hingga menimbulkan cahaya biru yang seolah mirip langit biru menyinari hampir keseluruhan ruangan restoran.

Berikutnya, pengunjung yang menginap di Hotel Majapahit juga akan merasa seperti sedang tinggal di zaman Belanda.

Dalam kamar hotel dilengkapi kamar mandi yang terdapat tuas untuk flush toilet seperti zaman Belanda dulu.

Selain itu, kamar mandi ini juga dilengkapi kursi spa untuk bersantai sebelum pengunjung akan mandi.

Pengunjung yang gemar berolahraga pun tidak perlu khawatir, Hotel Majapahit juga memberikan layanan fitness.

Hotel Majapahit memberikan layanan kebugaran untuk pengunjung dengan sejumlah peralatan olahraga yang cukup lengkap.

Selain itu, pengunjung juga bisa olahraga renang di kolam renang yang tidak terlalu besar ukurannya.

Ada beberapa kursi santai yang bisa digunakan pengunjung apabila ingin berjemur.

Kolam renang outdoor ini juga dikelilingi sejumlah pepohonan yang menambah suasana semakin asri dan sejuk.

TribunTravel melihat dari situs pemesanan Pegipegi, ada sejumlah kamar di Hotel Majapahit yang bisa dipesan untuk menginap.

Untuk menginap dan merasakan sensasi kehidupan mirip zaman Belanda di Hotel Majapahit ini, traveler perlu membayar sewa per malamnya mulai Rp900 ribuan.

Sedangkan menurut situs pemesanan Traveloka, untuk menginap di Hotel Majapahit traveler harus membayar sewa menginapnya mulai Rp1 jutaan.

Kedua biaya ini ditujukkan untuk jenis kamar yang sama, yaitu Classic Room.

(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 9 Potret Hotel Majapahit Surabaya, Saksi Bisu Perobekan Bendera Belanda

ARTIKEL POPULER:

Baca: Rekomendasi 7 Tempat Wisata Napak Tilas Hari Pahlawan di Surabaya

Baca: Gedung Internatio - Saksi Bisu Pertempuran Sekutu Melawan Rakyat Surabaya

Baca: 7 Kuliner Wajib Dicoba di Surabaya sebagai Menu Sarapan, Ada Lontong Balap yang Legendaris

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Rizky Cahya Nugraha
Sumber: TribunTravel.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved