Tribunnews WIKI

Gedung Internatio - Saksi Bisu Pertempuran Sekutu Melawan Rakyat Surabaya

Minggu, 10 November 2019 19:56 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Internationale Crediten Handelvereeniging Rotterdam lebih dikenal dengan sebutan Gedung Internatio.

Gedung Internatio menjadi saksi pertempuran sekutu dengan rakyat Surabaya.

Tidak jauh dari Gedung Internatio, Brigjen A.W.S. Mallaby tewas saat pertempuran.

Gedung Internatio dibangun oleh Biro Algemeen Ingenieurs en Architecten Bureau (AIA Aristech).

AIA Aristech berkantor di Sumatrastraat 59 Surabaya, sekarang bernama Jalan Sumatra.

Gedung Internatio dulunya dijadikan markas sekutu saat mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945.

Lokasi

Gedung Internatio atau Internationale Crediten Handelvereeniging, terletak di sudut jalan Heerenstraat dan Willemsplein.

Lokasi tepatnya di Krembangan Selatan, Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Tengah 60175

Lokasi tersebut sekarang disebut jalan Jayengrono, Surabaya.

Lokasi Gedung Internatio tepatnya terletak di dekat Jembatan Merah Plaza dan Stasiun Jembatan Merah.

Daerah tersebut dianggap sebagai daerah sibuk di Surabaya.

Gedung Internatio berdekatan dengan Gedung Cerutu dan Gedung Polwiltabes Surabaya.

Gedung Internatio tersebut masih terlihat kokoh dan berdiri mantap di antara modernisasi.

 Sejarah Pembangunan

Gedung Internatio mulai dibangun sejak 1927 dan selesai pada 1931.

Arsitek pada masa itu adalah Ir Frans Johan Louwrens Ghijsels.

Ir Frans merupakan arsitek terkenal yang juga perancang Rumah Sakit “Onder de Bogen” di Yogya, yang kini bernama Panti Rapih.

Ir Frans Johan Louwrens Ghijsels juga yang merancang Stasiun Kota Jakarta.

Awalnya Gedung Internatio, merupakan markas Pasukan Komandan Brigade ke-49 Inggris.

Pasukan tersebut mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945.

Setelah itu bangsa Indonesia menempati Gedung Internatio tersebut.

Gedung Internatio dikelola oleh PT Tjipta Niaga atau PT Aneka Niaga.

Meskipun begitu, tak tampak ada aktivitas di dalam Gedung Internatio, sejak beberapa waktu lalu.

Cerita lain mengenai Gedung Internatio adalah sebagai tempat pendorong masuknya investasi.

Pembangunan gedung ini bukan semata sebagai simbol kejayaan penjajahan Belanda

Namun juga upaya mereka untuk menarik investor agar berinvestasi di Jawa.

Sebuah pertunjukan kapitalisme telah ditunjukkan secara apik sejak dulu oleh Belanda melalui gedung ini.

Gedung Internatio waktu itu termasuk yang paling megah di Surabaya.

 Peristiwa Penting

Banyak peristiwa penting dari masa lampau hingga kini yang dilalui gedung Internatio.

Contoh peristiwa ialah 10 November 1945.

Saat itu orang-orang Suroboyo yang hanya bersenjatakan seadanya mengepung gedung Internatio.

Hal ini serta merta ditanggapi oleh pasukan sekutu yang dengan senjata-senjata lebih modern.

Baca: Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata

Baca: Pendidikan dan Karier Katamso, Pahlawan Nasional yang Wafat pada Peristiwa G30S

Pasukan sekutu melalui sela-sela sisi gedung siap menembak ke arah pejuang republik.

Keadaan semakin tak terkendali ketika sebuah granat tiba-tiba meledak dan disusul berondongan tembakan pasukan Sekutu.

Suasana yang sudah tegang kini beralih menjadi kacau ketika para pejuang Indonesia membalas.

Pertempuran sengit tak terelakkan.

Pada akhirnya disusul terjadinya ledakan dari mobil yang ditumpangi Brigjen Mallaby.

Brigjen Mallaby pun tewas.

Hingga kini tak diketahui siapa pelaku pelemparan granat yang menewaskan Brigjen Mallaby.

Kondisi Sekarang

Gedung Internatio, bangunan berwarna putih dengan aksen garis merah itu kini masih terawat.

Namun, kesan kumuh tidak bisa dihindarkan.

Depan gedung menjadi tempat tunggu angkot dan bus kota.

Banyak pedagang kaki lima di Gedung Internatio dan aroma tidak sedap juga menyeruak.

Di pintu belakang banyak truk boks keluar masuk, mengangkut berlembar-lembar berbagai produk cetakan.

(TribunnewsWiki.com/Nabila Ikrima)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul : Gedung Internatio

 
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved