Tribunnews WIKI

Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Purbakala di Yogyakarta

Minggu, 10 November 2019 19:40 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan gunung purba yang terbentuk sekitar 60-70 juta tahun yang lalu.

Pada kurun waktu tersebut, gunung ini merupakan gunung berapi aktif yang berada di bawah laut.

Namun, adanya perubahan situasi daratan akibat proses alam membuat gunung ini muncul ke permukaan.

Sebab itulah kini Gunung itu dikenal sebagai Gunung Api Nglanggeran.

Hal itu karena gunung tersebut terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupatem Gunungkidul.

Tinggi Gunung Api Purba Nglanggeran diperkirakan mencapai 700 meter.

Puncak tersebut juga dikenal dengan nama Gunung Gedhe.

Sementara itu, luas kawasan pegunungan mencapai 48 hektar.

Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki batuan yang sangat khas karena didominasi oleh aglomerat dan breksi gunung api.

Gunung ini berada di deretan Pegunungan Baturagung.

Pengelolaan Wisata

Pada awalnya, tiket masuk Gunung Api Purba Nglanggeran hanya Rp 500 saja.

Namun, kini harga tiket sudah mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu.

Hal itu dilakukan untuk menambah berbagai fasilitas untuk menunjang Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai tempat wisata.

Awalnya Gunung Wisata Api Purba Nglanggeran dikembangkan sebagai destinasi wisata oleh Karang Taruna Bukit Putra Mandiri pada 1999.

Pada tahun 2008, Gunung Api Purba Nglanggeran dikelola oleh Badan Pengelola Desa Wisata Nglanggeran. 

Lokasi

Gunung Api Purba Nglangeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupatem Gunungkidul.

Untuk menuju Gunung Api Lurba Nglanggeran, pengunjung rata-rata membutuhkan waktu sekitar 50-60 menit dari pusat kota Yogyakarta.

Dari Wonosari, arahkan kendaraan menuju Piyungan dan Bukit Bintang.

Kemudian, pengunjung akan melihat perempatan Timur Radio GCD FM Patuk.

Selanjutnya, ambil kiri untuk sampai ke Desa Ngoro-oro.

Lanjutkan kendaraan hingga sampai di pertigaan UPT Puskesmas Pathuk II.

Belok kanan dan kendaraan akan menuju Desa Nglanggeran.

 Untuk sampai ke Gunung Api Purba Nglanggeran, pengunjung juga bisa menggunakan berbagai aplikasi penyedia layanan GPS.

Untuk menuju puncak Gunung Gedhe, pengunjung harus melewati medan yang terjal dan juga menantang.

Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran berada di ketinggian 700 mdpl.

Puncak tersebut menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk menikmati momen sunrise yang sering diburu para pecinta mentari pagi.

Aktivitas Wisata

Ada berbagai alternatif kegiatan wisata yang bisa dilakukan pengunjung di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Berikut ini adalah beberapa alternatif kegiatan yang dirangkum Tribun Jogja.

Panjat tebing

Bongkahan batu yang menjulang dengan kemiringan dan tingkat kesulitan beragam dapat dengan mudah ditemui di kawasan Gunung Api Purbo Nglanggeran.

Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran pun menyediakan wahana panjat tebing yang dapat dinikmati pengunjungnya.

Tebing Nglanggeran ini merupakan tebing andesit.

Tebing itu terbentuk dari aktivitas gunung api purba yang membentuk bongkahan-bongkahan tebing.

Bagi pegian olahraga panjat tebing, tebing Gunung Api Purba menjadi satu lokasi yang sering dijadikan tempat untuk berlatih.

Terdapat beberapa variasi rute pemanjatan di tebing gunung ini mulai dari yang ringan, sedang hingga tinggi untuk pemanjat profesional.

Jalur ‘silvana’ dan jalur ‘nyingnying’ adalah nama jalur yang terdapat di tebing tersebut yang dibuat oleh Majestik-55.

Selain itu, masih ada beberapa jalur lain yang dibuat oleh Komunitas Panjat Tebing Yogyakarta (KPTY).

Berkemah

Selain panjat tebing, pengunjung juga bisa berkemah di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Terdapat dua lokasi berkemah yang dapat digunakan oleh pengunjung.

Lokasi pertama terletak di tengah perjalanan saat menuju puncak gunung.

Pada spot tersebut pengunjung juga dapat menggunakan fasilitas pendopo yang dibangun di sekitar area.

Selain itu akses kamar mandi juga tersedia tak jauh dari tanah lapang tempat berkemah.

Sementara spot berkemah kedua terletak di puncak pertama Gunung Api Purba.

Piknik

Jika tak inggin berkemah, pengunjung juga dapat melakukan kegiatan piknik di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Lokasi yang dapat dijadikan piknik tak jauh berbeda dengan lokasi berkemah.

Outbond

Outbond menjadi satu di antara aktivitas yang bisa dilakukan di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Pengunjung dapat menyiapkan beberapa prainan yang dapat dilakukan di tanah lapang pada lokasi berkemah.

Namun perlu diingat, permainan yang dilakukan harus tetap memperhatikan faktor keselamatan peserta.

Melihat pemandangan

Gunung Api Purba Nglanggeran menyajikan pemandangan yang indah.

Terlebih jika pengunjung dapat mencapai puncak.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan Yogyakarta dari puncak tersebut.

Ketika pagi hari, kabut tebal akan menyelimuti Gunung Api Purba Nglanggeran. (2)

Lagu Banyu Langit

Banyu langit merupakan lagu maestro campursari Indonesia, Didi Kempot.

Seperti lagu-lagu Didi Kempot yang lain, lagu ini bernuansa melow dan patah hati.

Uniknya, lagu Banyu Langit mengambil latar cerita Gunung Api Purba Nglanggeran.

Lagu tersebut turut membawa dampak positif bagi wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Tak sedikit dari wisatawan yang datang setelah penasaran dengan lagu Banyu Langit.

Bahkan, ada pula wisatawan yang baru tahu Gunung Api Purba Nglanggeran setelah mendengar lagu Banyu Langit karya Didi Kempot.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul : Gunung Api Purba

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved