Tribunnews Update

Soal Patrick Morris Buka Suara dan Pihak Jeremy Thomas Angkat Bicara

Minggu, 10 November 2019 18:47 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah Patrick Morris, pelapor Jeremy Thomas angkat bicara terkait sengketa vila di Bali, kini giliran Jeremy yang buka suara.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal dari sengketa lahan dan bangunan vila di Ubud, Bali, pada 2013 antara pihak Jeremy dengan Patrick Morris Alexander.

Setelah beberapa hari lalu Patrick Morris buka suara, apa saja tanggapan dari pihak Jeremy Thomas?

Pihak Jeremy menyebut Patrick tak punya legal standing atau hak gugatan atas suatu perkara atau sengketa.

Selama ini, Patrick menyampaikan putusan pengadilan yang sepotong alias tidak utuh, begitu kata Dasril, selaku tim kuasa hukum Jeremy.

Dasril mengatakan pada Kompas.com via telepon pada Jumat (8/11/2019) bahwa atas putusan di Pengadilan Negeri Gianyar tersebut, dilakukan banding dan sudah ada keputusan banding. Keputusan banding tersebut dilakukan oleh kasasi dan keputusan di Pengadilan Negeri Gianyar seperti yang disampaikan Patrick.

Dasril menjelaskan, putusan kasasi yang ada telah menguatkan sengketa perdata atas kepemilikan vila sekaligus menyatakan bahwa Patrick tidak mempunyai legal standing yang kuat.

Dasril mengungkapkan bahwa putusan pertama telah menolak kasasi dari Patrick, putusan kedua, Patrick tidak mempunyai legal standing, dan yang terakhir, Pengadilan Negeri Gianyar tidak memiliki kewenangan untuk mengadili.

Dasril menambahkan, berdasar putusan kasasi tahun 2017, Patrick tidak memiliki kedudukan hukum atau klaim atas kepemilikan vila di Ubud, Bali.

Dengan keluarnya putusan kasasi hingga di tingkat Mahkamah Agung, maka secara otomatis, Patrick tidak lagi mempunyai hak untuk menggugat secara perdata, ungkap Dasril.

Terkait kisruh perjanjian kepemilikan vila, Dasril menyebut sudah ada kesepakatan atas peralihan hak milik dan semua pihak telah menandatangani, termasuk Patrick yang disebut telah menerima sejumlah uang sebesar Rp17 miliar, dari pihak Jeremy Thomas.

Dasril menjelaskan, vila tersebut atas nama orang lain yang bernama Rudy Marcio. Antara Rudy Marcio ada kerjasama dengan Patrick dan Jeremy untuk untuk membantu kebutuhan keuangan, hal tersebut terjadi sekitar tahun 2013.

Vila tersebut dijual dan uangnya diterima, Patrick juga ikut menandatangani bukti tersebut.

Terkait penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya kepada Jeremy, terkait kasus dugaan penipuan vila, Dasril menyebut sebagai proses hukum yang berbeda dengan sengketa kepemilikan vila yang sebelumnya telah bergulir hingga tingkat kasasi.

Lanjut Dasril, laporan tersebut dilayangkan Patrick usai kalah dalam gugatan perdata.

Dasril menjelaskan, Patrick membuat laporan di Polda Bali sekiranya tahun 2015-2016, dan pada tahun 2016, sudah diberikan Surat Penghentian Penyidikan (SP3), kemudian atas SP3 tersebut di pra peradilkan, lalu keluar putusan pra peradilan. Polda Bali tidak lagi melanjutkan hal tersebut, lalu berkas tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya.

Menurut Dasril Affandi, kasus hukum yang kini menjerat kliennya menjadi double jeopardy, alias hukuman ganda.

Dasal asas double jeopardy disebutkan, ada sebuah pembelaan hukum yang melarang seseorang diadili untuk kedua kalinya, untuk pelanggaran hukum yang sama.

Sementara, kasus hukum yang menjerat Jeremy sempat bergulir dalam ranah hukum perdata, namun kini bergulir kembali ke dalam ranah pidana, ungkap Dasril.

Dasril menambahkan, pada intinya, sengketa kepemilikan vila yang dipersoalkan selama ini sudah selesai karena didasari dari kesepakatan antar pihak.

Apalagi, putusan gugatan perdata yang diajukan Patrick Morris telah gugur di tingkat kasasi Mahkamah Agung.

(TRIBUN-VIDEO.COM/Anya Maharani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pihak Jeremy Thomas Tanggapi Patrick Morris dan Status Tersangka.

ARTIKEL POPULER:

Baca: Pelapor Jeremy Thomas Bicara soal Dugaan Penipuan

Baca: Penjelasan Double Jeopardy di Kasus Jeremy Thomas, Kuasa Hukum: Aneh

Baca: 4 Fakta Jeremy Thomas Terjerat Kasus Dugaan Penipuan Lahan dan Bangunan Villa

TONTON JUGA:

Editor: Teta Dian Wijayanto
Reporter: Willy Talita Rachmadya
Video Production: Sekar Manik Pranita
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved