Terkini Nasional

Pertanyaan PSI mengenai Anggaran dan Keuntungan Gelaran Formula E di Jakarta

Sabtu, 9 November 2019 19:19 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta mempertanyakan gelaran Formula E 2020 yang menjadi program prioritas Gubernur Anies Baswedan.

Dalam undangan jumpa pers PSI yang diterima di Jakarta, PSI mempertanyakan gelaran tersebut karena tidak ada atlet atau tim Indonesia yang bertanding di Formula E.

PSI juga khawatir defisit anggaran yang dapat mengorbankan anggaran untuk pelayanan masyarakat.

Selain itu, gelaran Formula E tidak terdapat pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan list program Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah.

PSI pun akan menggelar jumpa pers pada Kamis (7/11/2019) siang dengan pembicara Anggara Wicitra (Anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi PSI) dan (Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI)

Dikutip dari Kompas.tv, Jakarta sudah tercatat sebagai tuan rumah balapan mobil listrik Formula E pada 6 Juni 2020.

Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan infrastruktur, termasuk area lintasan balap di area Monas, hingga siap digunakan satu bulan jelang balapan.

Formula E dipilih pemerintah menjadi salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat atas kendaraan ramah lingkungan.

Dana yang disiapkan cukup fantastis.

Dengan demikian, penting bagi pemangku kepentingan untuk bisa mengulur efek berganda ajang olahraga kelas dunia ini.

Tak hanya sekali ini saja Indonesia menggelar hajatan kelas dunia. Namun, ada beberapa hal pembeda.

Misalnya, infrastruktur pengisi daya mobil listrik yang diikuti oleh pasokan listrik. Selain itu, ada sirkuit khusus yang perlu disiapkan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Formula E bakal menyedot dana fantastis.

Belum ada detil anggaran dari Pemprov DKI. Kompas.com merangkum, setidaknya ada 4 anggaran terkait Formula E yang diajukan dalam APBD Perubahan 2019 dan APBD 2020. Totalnya, sekitar Rp1,6 triliun.

Hitung-hitungan Pemprov DKI, balap Formula E diperkirakan mampu menggerakkan perekonomian hingga Rp1,2 triliun.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat efek berganda ajang internasional ini berlanjut, mengingat keuntungannya bersifat jangka pendek.

5 Fakta Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E 2020

Pemprov DKI Jakarta bersama federasi otomotif dunia (FIA) secara resmi telah mengumumkan secara resmi Jakarta sebagai tuan rumah ajang balap Formula E.

Pengumuman ini dilaksanakan di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (20/9/2019) lalu.

TribunJakarta.com pun coba merangkum lima fakta penyelenggaraan Formula E di Jakarta pada 2020 mendatang:

1. Digelar 6 Juni 2020

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, ajang balap Formula E akan digelar di ibu kota pada 6 Juni 2020.

"Tanggal 6 Juni di hari Sabtu, Jakarta akan jadi tuan rumah Formula E," ucap Anies kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

2. Formula E Digelar hingga 2024

Tak hanya setahun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Jakarta akan menjadi tuan rumah Formula E selama lima tahun berturut-turut.

Ini berarti, ajang balap mobil listrik itu dapat dilihat secara langsung oleh warga ibu kota hingga tahun 2024 mendatang.

"Kita selenggarakan bukan hanya satu tahun, tapi lima tahun berturut-turut," ujarnya.

Dengan menggelar ajang Formula E selama lima tahun berturut-turut ini, Anies menyebut, investasi yang dilakukan oleh Pemprov DKI tidak akan habis dalam satu tahun saja.

"Kegiatan tumbuh menjadi event tahunan untuk masyarakat Indonesia dan mengundang masyarakat internasional," kata Anies.

3. Pemprov DKI Akan Sulap Monas Jadi Sirkuit Balap

Kawasan Monas yang ikonik dipilih oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menggelar Formula E.

Ini berarti Pemprov DKI akan menyulap kawasan tersebut menjadi sebuah lintasan balap atau sirkuit.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan, metode pembuatan sirkuit di kawasan Monas nantinya akan serupa dengan arena balap Formula E di Paris, Prancis.

"Jadi ditimpa plastik dulu, kemudian baru diaspal. Dengan begitu sewaktu-waktu bisa dibuka lagi," tuturnya.

Anies menyebut, selama pelaksanaan Formula E ini, kawasan Monas akan ditutup selama sepekan.

"Diperkirakan satu minggu, lebih sebentar dibandingkan bulan Mei lalu ketika ada sidang di MK dan Bawaslu. Di sana lebih lama dan ini tidak lama," kata Anies sambil tertawa.

Meski demikian ia masih enggan menjelaskan lebih detail terkait desain sirkuit balap yang akan digunakan dalam ajang Formula E 2020 mendatang.

"Final tracknya nanti ketika sudah selesai gambarnya. Nanti akan diumumkan sekaligis apakah akan ada penutupan jalan atau tidak," ucapnya.

"Dari perhitungan kami, sampai hari ini Insya Allah tidak akan menggangu lalu lintas," tambahnya.

4. Menelan biaya Rp1,6 Triliun

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk menggelar Formula E pada tahun 2020 medatang.

Adapun dana sebesar itu digunakan untuk membayar commitment fee kepada FIA sebesar 20,79 juta pounsterling atau setara Rp360 miliar da biaya penyelenggaraan sebesar Rp934 miliar.

Biaya penyelenggaraan ini sendiri terdiri dari penyelenggaraan sebesar 22 juta pound atau Rp378 miliar, biaya asuransi 35 juta pound atau Rp556 miliar, dan sosialisasi sebesar Rp600 juta.

Tak hanya itu, Jakprov sebagai penyelenggara Formula E di Jakarta juga telah mengajukan anggaran sebesar Rp305,2 miliar.

5. Anies Klaim Formula E Mampu Gerakan Perekonomian Masyarakat hingga Rp1,2 Triliun

Gubernur DKI Jakarta mengungkap sejumlah alasan Jakarta wajib menjadi tuan rumah Formula E.

Salah satunya ialah penyelenggaraan ajang balap mobil internasional ini diklaim Anies mampu menggerakan perekonomian hingga Rp1,2 triliun.

"Perhitungan konservatif, nilai perhitungan ekonomi yang bergerak di Jakarta bisa sekira 78 juta euro atau Rp1,2 triliun yang bergerak di Jakarta," kata Anies.

"Manfaat inilah yang ingin kami kejar," tambahnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dipertanyakan PSI, Ini Anggaran dan Keuntungan Gelaran Formula E 2020 di Jakarta

ARTIKEL POPULER:

Baca: Balapan Formula E Jakarta 2020 Digelar di Monas

Baca: Profil Rio Haryanto - Pembalap Indonesia Pertama yang Berkompetisi di Ajang Formula One

Baca: FIA Formula E, Kejuaraan Balap Mobil Listrik

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved