Metropolitan

Ima Mahdiah Temukan Anggaran Ganjil Baru, Helm Proyek Masuk ke Biaya Operasional Sekolah

Sabtu, 9 November 2019 17:58 WIB
Tribunnewsmaker.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah anggaran dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2020 masih menjadi sorotan publik.

Ada beberapa pihak yang menemukan kejanggalan pada anggaran APBD DKI Jakarta 2020.

Sebelumnya, sejumlah anggaran janggal dibongkar oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya.

William Aditya lah yang pertama membuat anggaran janggal Pemprov DKI Jakarta menjadi viral.

Anggaran yang paling viral adalah Lem Aibon Rp82,8 Miliar.

Kini, daftar anggaran Pemprov DKI Jakarta tersebut menyedot perhatian publik.

Terkuak lagi anggaran yang dirasa janggal lainnya.

Kali ini bukan William Aditya, melainkan anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah.

Sejumlah anggaran janggal ditemukan Ima saat menyisir anggaran Dinas Pendidikan.

Mantan staf Gubernur DKI Jakarta ke-15 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini mengaku menemukan sejumlah anggaran janggal seperti anggaran untuk pasir senilai Rp52,16 miliar.

Ima bingung lantaran anggaran pasir masuk dalam Biaya Operasional Pendidikan SMP dan SMK.

Tidak hanya pasir Rp52 miliar di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ima juga menemukan anggaran janggal lainnya.

Contohnya seperti pembelian thinner (pengencer cat), helm proyek, hingga penghapus cair atau tipex.

Pengadaan 438.000 thinner sebesar Rp40,1 miliar, 456.000 helm proyek sebesar Rp34,27, dan 97.000 tipex dengan anggaran Rp31,61 miliar.

Selain itu ditemukan pula cat minyak berwarna sebesar Rp19,78 miliar, cat tembok sebesar Rp18,91 miliar, dan kaca bening Rp18,53 miliar.

"Ada thinner ada helm proyek terus ada penghapus cair.

Ini setelah Pak Anies marah-marah ya jadi bukannya sebelum Pak Anies marah-marah terus kita soroti lagi.

Ada cat tembok, kaca bening, rotring, penghapus cair atau tipex," ujar Ima saat ditemui di ruangannya, lantai 7, Gedung DPRD DKI, Kamis (7/11/2019).

Ima bingung karena barang seperti cat tembok, thinner, cat minyak tidak dianggarkan dalam anggaran rehab sekolah tetapi dibuat terpisah.

"Terus cat tembok buat apa? Kan sudah ada renovasi sekolah sih aku enggak tahu juga berapa triliun buat renovasi.

Itu yang nanti mau kita pertanyakan di pembahasan RAPBD mungkin di banggar juga nanti komisi sudah selesai," kata dia.

Untuk tipex dan rotring, menurut Ima seharusnya bisa dimasukkan dalam anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Sehingga siswa bisa memilih ingin membeli pulpen, tipex, atau bisa ditabung.

"Kalau dulu enaknya semua ini dijadiin 1 yaitu KJP.

Kenapa enggak dimasukkin ke KJP jadi kadang siswa siswi ini enggak butuh pulpen tapi butuh buku atau bisa ditabung uangnya untuk beli laptop karena dulu kalau filosofi dari KJP itu kita mendidik siswa agar mau menabung," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ima menemukan sejumlah anggaran janggal dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Anggaran-anggaran janggal tersebut ditemukan Ima saat menyisir anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Salah satu yang ditemukan Ima adalah anggaran pengadaan pasir sebesar Rp 52,16 miliar yang komponen belanjanya masuk dalam alat peraga untuk siswa. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tak Hanya Pasir Rp 52 M, Ini Anggaran Tak Lazim Lain yang Ditemukan Ima Mahdiah

Selain William Aditya, DPRD Fraksi PDIP juga Bongkar Anggaran Janggal Pasir Rp 52 M untuk Pendidikan

Irma Mahdiah menemukan sejumlah anggaran janggal dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara ( KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Sejumlah anggaran janggal ditemukan Ima saat menyisir anggaran Dinas Pendidikan.

Ima Mahdiah diketahui merupakan anggota Komisi E bidang Kesejahteraan Rakyat yang mengurusi bidang pendidikan.

Ima mengatakan, pekan lalu, ia melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Ia kemudian meminta data anggaran dari dinas tersebut.

"Kita masih menelusuri aku dibantu sama tim penyisir anak magang Fraksi PDI-P, nemuin hal-hal seperti contohnya pasir aku pikir ini kan bukan rehab," kata Ima saat ditemui di ruangannya di lantai 7, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

"Di luar dari rehab ini bantuan BOP BOS itu kita telusuri," sambungnya.

Mantan staf Gubernur DKI Jakarta ke-15 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini mengaku menemukan sejumlah anggaran janggal seperti anggaran untuk pasir senilai Rp52,16 miliar.

Ima bingung lantaran anggaran pasir masuk dalam Biaya Operasional Pendidikan SMP dan SMK.

"Ini pasir di situ tertulisnya untuk alat peraga sekolah.

Totalnya Rp52 miliar buat apa itu?" tanyanya.

"Dia di SMKN (jurusan) bisnis manajemen. Memangnya bisnis manajemen ada pasirnya?" lanjutnya.

Ia mengungkapkan, anggaran pasir tersebut masuk dalam anggaran Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Pusat.

"Jadi pasir itu adanya di koloman aja di penyediaan BOP SMPN terus ada di BOP SMK jurusan bisnis manajemen terus ada lagi di BOP SMK teknologi pengadaan pasir ini nih," tuturnya.

"Terus ada lagi di wajib belajar 12 tahun, enggak tau apa yang digunakan dari pasir," tutur dia. (TribunNewsmaker)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul Mantan Staf Ahok Ungkap Anggaran Janggal Rp 52 Miliar untuk Beli Pasir sebagai Alat Peraga Sekolah

Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul Selain Pasir Rp 52 M, Ima Mahdiah DPRD Fraksi PDIP juga Temukan Anggaran Janggal Lainnya di APBD DKI

ARTIKEL POPULER: 

Baca: Dampak Polemik APBD DKI Jakarta, William dilaporkan LSM Mat Bagan, Inilah Pembelaan Politisi PSI

Baca: Soal APBD DKI Jakarta, PSI Berpesan pada Anies Baswedan: Tidak Bisa Kerja Kaleng-kaleng

Baca: Soal Kejanggalan RAPBD DKI, PSI Peringatkan Anies Baswedan: Jangan sampai ASN Jadi Kambing Hitam

 

TONTON JUGA:

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Tribunnewsmaker.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved