Terkini Daerah

Seorang Guru Honorer di Bali Tega Memaksa Siswi SMK Berhubungan Badan

Sabtu, 9 November 2019 17:12 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Dipaksa dan diiming-imingi dibelikan baju kebaya, seorang siswi SMK jadi korban pemerkosan.

Ia adalah V (16) anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMK salah satu sekolah di Buleleng.

V dibohongi gurunya sendiri berdalih minta diantar jalan-jalan dan bertemu pacarnya di indekos di Jalan Sadewa, Singaraja.

Namun siapa sangka, guru honorer di SMK-nya itu bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) sudah mempunyai niat jahat kepada murid didiknya.

Saat sampai di indekos kekasih Darmaningsih, Anak Agung Putu Wartayasa (36), awalnya mereka hanya mengobrol biasa di dalam kamar.

Sampai akhirnya V malah dipaksa menonton keduanya melakukan hubungan intim.

Tak hanya menonton, V juga dipaksa untuk ikut bergabung dan berhubungan badan.

Kejadian nahas ini terjadi pada, Sabtu (26/10/2019) hingga V mengadukan hal ini kepada orangtua.

Orangtua V tak terima dan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian pada, Rabu (6/11/2019).

Saat ini Wartayasa seorang pegawai kontrak di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diciduk polisi di rumahnya.

Begitu juga dengan Darmaningsih yang baru 1,5 tahun bekerja di SMK tersebut sebagai guru bahasa.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan awalnya si pria meminta sang pacar yang ternyata adalah selingkuhannya ini dicarikan perempuan.

"Pelaku laki-laki (Wartayasa) yang meminta kepada pelaku perempuan (Darmaningsih) untuk dicarikan perempuan yang mau diajak berhubungan seks bertiga. Kemudian pelaku perempuan menyanggupi dan dicarikan salah satu siswa di sekolah yang dia ajar," katanya dikutip TribunJakarta.com di TribunBali.com, Jumat (8/11/2019).

Berawal dari film

Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut Wartayasa saat ditemui TribunBali.com, Kamis (7/11/2019) di Mapolres Buleleng.

Mulanya pria yang sudah berkeluarga ini mengirimkan video porno berhubungan intim bertiga kepada Darmaningsih.

Awalnya ia hanya bercanda meminta dicarikan perempuan untuk diajak hubungan intim bertiga.

Ia mengaku tindakannya kepada korban terobsesi dari video yang dikirimkan ke selingkuhannya.

"Saya terobsesi dari video. Saya pacaran sama dia (Darmaningsih) sudah hampir dua tahun. Saya juga sudah berkeluarga,"

"Saya awalnya hanya bercanda, akhirnya pacar saya (Darmaningsih) bilang salah satu siswanya ada yang bisa diajak begitu," ujar Wartayasa.

Setelah korbannya sudah ada, Darmaningsih mengaku mengajak korban terlebih dulu untuk jalan-jalan.

Hingga akhirnya pergi ke indekos Wartayasa dan terjadilah perbuatan tak senonoh kepada korban.

"Awalnya saya minta dia buat menemani saya jalan-jalan. Kami ketemu tanggal 26 Oktober di depan GOR Singaraja. Kemudian saya minta buat diantar ketemu sama cowok saya (Wartayasa) di kosannya. Sampai di kos di dalam kamar, kami awalnya hanya ngobrol-ngobrol biasa. Kemudian terjadilah perbuatan itu," ujar Darmaningsih.

Pelaku pria dikenal karyawan yang rajin

Mendengar karyawannya jadi pelaku pencabulan membuat Kepala BKPSM Buleleng, Gede Wisnama terpukul.

Pasalnya ia mengenal sosok Wartayasa yang merupakan karyawan rajin.

"Kinerjanya sangat baik. Segala tugas-tugasnya terselesaikan. Makanya saya kaget sekali menerima informasi seperti ini," ujar Wisnama.

Kabar ini juga membuatnya kaget dan tak menyangka, Wartayasa yang telah bekerja di BKPSDM sejak 2010 terlibat kasus pencabulan.

"Saya kaget sekali dan baru mengetahui informasi ini dari rekan-rekan media. Kemarin memang sempat dia tidak masuk kerja karena izin sakit. Tentu saya sebagai pimpinan benar-benar kaget.

Kami menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ucapnya saat ditemui di ruang kerja, Kamis (7/11/2019).

Lebih lanjut Wisnama mengatakan jika Wartayasa terbukti bersalah di pengadilan maka ia tercancam dipecat.

"Tapi ini karena ulahnya sendiri yang melanggar disiplin pegawai, tentu kami akan melakukan tindakan tegas. Bila di Pengadian dia terbukti bersalah, kontraknya akan kami putus," jelasnya.

Terancam 15 tahun

Akibat perbuatannya, untuk tersangka Darmaningsih dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Jo pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sedangkan untuk pelaku Wartayasa disangka telah melakukan tindak pidana Persetubuhan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 ayat (1), (2) UU Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 5 Miliar.

(TribunJakarta.com/ TribunBali.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Berhubungan Intim di Depan Siswanya, Guru di Bali Paksa Korban Bergabung & Rayu Beli Kebaya Baru

ARTIKEL POPULER: 

Baca: Siswi SMK Diajak Threesome Guru di Bali, Diiming-iming Pulsa dan Baju Kebaya

Baca: Video Pengakuan Guru SMK di Buleleng Ajak Muridnya Lakukan Seks Bertiga: Diming-imingi Pulsa

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved