Terkini Daerah

Perbaikan Jembatan Bambu Apus Pamulang Matikan Usaha Kecil Warga

Sabtu, 9 November 2019 12:58 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM, PAMULANG - Warga Jalan Departemen Agama, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), tak habis pikir, jembatan yang mulanya bolong karena banyaknya truk yang melintas harus diperbaiki sampai sedemikian besar hingga sama sekali menutup jalan.

Jembatan yang dimaksud sebenarnya hanya menyebrangi got besar selebar tak sampai dua meter yang mengalir di bawahnya.

Namun perbaikan yang dilakukan sampai meninggikan jalan dan dibuat sepanjang sekira 50 meter.

Tak tanggung-tanggung tertulis di papan proyek, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangsel menggelontorkan dana sebesar Rp1,3 miliar.

Terlebih, pekerjaan perbaikan jembatan itu sampai memakan waktu 140 hari.

Mirisnya, tidak adanya akses jalan membuat usaha warga seperti, warung kelontong dan warung makan di sekitarnya lumpuh.

Mereka kehilangan konsumen lantaran tidak ada lagi yang lewat jalan itu.

Akses dibuat memutar jauh hanya untuk melewati jalan 50 meter.

Salah satu pemilik warung dan rumah makan di sekitar prokey itu adalah Alin (44).

Semenjak perbaikan jembatan itu dimulai dua bulan lebih lalu, penghasilannya menurun drastis.

Sementara warung Tegal (warteg)nya harus tutup karena tidak ada yang membeli.

"Aksesnya tertutup, enggak ada penghasilan, apa lagi suami saya pengangguran," ujar Alin dengan suara lirih di warung kelontongnya, Jumat (8/11/2019).

Ibu dua anak itu mengatakan, jika biasanya ia bisa mendapatkan omzet Rp 100 ribu sehari dari warung kelontongnya, kini menurun drastis.

Ia mengaku dalam sehari mendapat pemasukan Rp50 ribu saja sudah bersyukur.

"Menurun drastis, yang ada saja habis buat makan sehari-hari," ujarnya.

Alin mengira perbaikan lobang pada jembatan sebelumnya, tak sampai menutup seluruh jalan, sehingga masih bisa dilalui pengendara motor dan pejalan kaki.

"Saya kira mungkin bakal ditutup setengah, jadi masih ada yang bisa lewat, maaih ada yang beli," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com pada, selama satu jam di warung itu, memang hanya satu dua orang yang datang membeli.

Selebihnya hanya pemotor yang lewat dan menanyakan akses jalan memutar.

(*)

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved