Terkini Daerah

Pembunuhan Dua Anggota LSM, Keterlibatan Pengusaha Perkebunan Sawit Jadi Dalangnya

Sabtu, 9 November 2019 09:36 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM  - Kasus pembunuhan dua anggota LSM di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara menghebohkan publik.

Kini, polisi berhasil menangkap para pelaku yang ternyata melibatkan pengusaha perkebunan kelapa sawit.

Polisi berhasil menangkap lima tersangka dari 8 terduga pelaku pembunuh dua aktivis Sanjay Siregar dan Maraden Sianipar.

Berikut fakta-fakta dan kronologinya yang dipaparkan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto dan Ditreskrimum Polda Sumut Andi Rian.

Awalnya, kedua korban ditemukan tak bernyawa di areal Perkebunan Sawit KSU Amelia, Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Rabu (30/10/2019) lalu.

Perburuan para pelaku pun dibentuk tim yang terdiri dari Satreskrim Polres Labuhanbatu, Satreskrim Polsek Panai Hilir, dan Jatanras Polda Sumut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, kasus pembunuhan bermula dari permasalahan sengketa perebutan lahan di Perkebunan Sawit PT/KSU Amelia yang dikelola oleh tersangka Wibharry Padmoasmolo alias Harry.

Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah ditangkap, diduga keras Wibharry menginstruksikan kepada seseorang untuk mengusir dan menghabisi kedua korban.

“Lahan ini sebenarnya kawasan hutan yang dikelola oleh Harry (Wibharry) melalui Perkebunan Sawit KSU Amelia. Namun dalam perjalanannya memang ada beberapa kelompok penggarap yang berusaha untuk menduduki lahan tersebut,” ungkap Agus.

“Sehingga inilah yang melatarbelakangi kedua korban dianiaya sampai meninggal dunia oleh enam orang pelaku dan satu yang mendapat instruksi dan satu pengelola diduga keras sebagai orang yang membiayai eksekusi yang dilakukan oleh para pelaku,” lanjutnya.

Kronologi Pembunuhan

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian menjelaskan, pihak perkebunan PT/KSU Amelia sudah berkali-kali mengusir para penggarap termasuk kelompok korban Maraden Sianipar.

Pengusaha Wibharry Padmoasmolo alias Harry, kata Kombes Andi Rian, ternyata pernah memerintahkan para anak buahnya untuk menghabisi para penggarap.

Menurutnya, Harry sebagai pemilik perkebunan KSU Amelia yang diamanatkan keluarga, pernah menyuruh Joshua Situmorang untuk menghabisi nyawa penggarap, Ranji Siallagan dengan upah Rp 15 juta.

"Dalam percobaan pembunuhan itu Ranji Siallagan tidak mati," ujar Kombes Andi Rian.

Kemudian, korban Maraden Sianipar yang mantan calon legislatif itu ikut dianggap mengancam pihak perkebunan PT Amelia.

Harry pun kembali memerintahkan Janti Katimin Hutahaean alias Jampi Hutahaean untuk menghabisi nyawa korban.

"Kalau group Sianipar (korban) ada di sana usir dan kalau melawan habisi dan akan kuberi upah kalau sudah menghabisi," ujar Kombes Andi menirukan perkataan tersangka Harry.

Eksekusi Pembunuhan

Pada hari Selasa (29/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, korban Maraden Sianipar dan Martua P Siregar alias Pak Sanjay datang ke perkebunan PT Amelia.

Di perkebunan itu, mereka ditemui oleh Hendrik Simorangkir, Riki Pranata alias Riki yang sudah membawa sebilah klewang.

Tersangka lainnya adalah Daniel Sianturi alias Niel, Sabar Hutapea dan Vicktor Situmorang juga datang mengendarai sepeda motor untuk menjumpai korban.

Dalam kesempatan itu, tersangka Hendrik Simorangkir datang menanyakan kepada kedua korban untuk apa datang ke perkebunan.

"Saat itu terjadi cekcok. Maraden Sianipar mengatakan kepada Hendrik bahwa diperkebunan banyak pencuri," sebut Andi.

Dijelaskan Andi, bahwa persoalan yang terjadi adalah konflik lahan perkebunan sawit.

Jadi pada tahun 2005 KSU Amelia memiliki lahan di TKP dan menanami sawit.

Tetapi karena telah berubah dan masuk kawasan hutan, lalu pada tahun 2018 sudah dieksekusi oleh pihak kehutanan.

Karena tanaman sudah ada di dalam, inilah yang berupaya dijaga.

Kemudian ada kelompok masyarakat dikoordinir korban untuk melakukan penanaman sekaligus pemanenan.

“Karena merasa terganggu, inilah yang mengawali sampai terjadinya pembunuhan kepada kedua korban,” ungkap Andi.

Para tersangka akam dikenakan Pasal 340 subs 338 jo 55, 56 KUHP, terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dalam pemberitaan Tribun-Medan.com sebelumnya, jasad Sanjay Siregar dan Maraden Sianipar ditemukan tewas di Komplek PT SAB/KSU Amalia, di Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut, Rabu (30/10/2019) lalu.

Pembunuhan bermula saat kedua korban meminjam sepeda motor milik Burhanudin Nasution untuk berangkat ke ladang melewati kebun kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amalia, pada Selasa (29/10/2019).

Karena tak kunjung pulang, Burhanudin melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisan yang selanjutnya melakukan 'tracking' ke jalan yang dilalui kedua korban.

Setelah ditelusuri, petugas menemukan mayat Maraden Sianipar di areal perkebunan pada Rabu (30/10/2019) sore.

Kemudian, 100 meter dari lokasi penemuan mayat Maraden Sianipar, ditemukan mayat Sanjay Siregar.

Pada tubuh kedua korban ditemukan banyak luka bacokan mulai dari kepala hingga bagian punggung.

Identitas para tersangka pembunuhan:

1. Terduga Pelaku Victor Situmorang (49)

Setelah sepekan melakukan penyelidikan, tim dari Reskrim Polres Labuhanbatu dan Reskrim Polsek Panai Hilir akhirnya mengamankan tersangka pertama atas nama Victor Situmorang alias Revi (49).

Victor Situmorang ditangkap dari kediamannya di kawasan Panai Hilir pada Selasa (5/11/2019), sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan pada tersangka Victor.

2. Terduga Pelaku Sabar Hutapea (50)

Setengah jam kemudian, tim Satreskrim Polres Labuhanbatu dan Reskrim Polsek Panai Hilir menangkap tersangka Sabar Hutapea alias Tati (50).

Sabar Hutapea ditangkap dari rumahnya di kawasan Sei Berombang, Panai Hilir.

Ia ditangkap sekira pukul 01.30.WIB, Selasa (5/11/2019) dini hari.

Pengembangan pun terus dilakukan petugas, hingga mengantongi nama terduga pelaku lainnya.

Salah satu pelaku diinfokan kabur ke Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Tim Reskrim Polres Labuhanbatu dan Reskrim Polsek Panai Hilir pun berkoordinasi dengan Tim Jatanras Polda Sumut.

3. Terduga Pelaku Daniel Sianturi (40)

Selanjutnya, tim dari Polda Sumut yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak meluncur ke Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Tiba di Kecamatan Parlilitan, tim Jatanras mendapat informasi kalau Daniel Sianturi alias Niel di rumah saudaranya di Desa/Kampung Janji.

Hingga akhirnya, tersangka Daniel Sianturi pun berhasil diciduk dari rumah saudaranya di Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, sekira pukul 19.30 WIB malam.

Pengembangan pun terus dilakukan tim Jatanras untuk mendapatkan tersangka lainnya.

4. Terduga Pelaku Janti Katimin Hutahaean (49)

Kemudian, pada malam harinya dari Kecamatan Parlilitan tersangka Daniel Sianturi dibawa tim Jatanras dan meluncur ke daerah Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Tiba di Kabanjahe, tim dari AKBP Maringan Simanjuntak pun langsung berkoordinasi dengan Tim Satreskrim Polres Karo.

Tersangka Janti Katimin Hutahaean (49) pun berhasil diciduk dari salah satu rumah kos-kosan di Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, pada Rabu (6/11/2019) jelang dini hari.

Para tersangka pun diboyong ke Medan, dan ditahan di Mapolda Sumut

Pengembangan pun terus dilakukan pada tersangka Victor Situmorang, Sabar Hutapea, Daniel Sianturi, dan Janti Katimin Hutahaean.

5. Tersangka Wibharry Padmoasmolo alias Harry (40)

Selanjutnya, tim gabungan kembali mengamankan tersangka kelima pada Kamis (7/11/2019) sekira pukul 14.00 WIB siang.

Dia adalah pengusaha sawit atas nama Wibharry Padmoasmolo alias Harry (40).

Tersangka Harry ditangkap dari Komplek Perumahan CBD, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

6. Tiga Tersangka Lainnya DPO

Untuk sementara, sudah 5 orang tersangka ditangkap dan 3 orang lagi masih dalam pengejaran.

Ketiga DPO tersebut yaitu atas nama Joshua Situmorang (20), Riki Pranata alias Riki (20) dan Hendrik Simorangkir (38).

“Total pelaku ada delapan tersangka. Tiga ditangkap oleh Ditkrimum Polda Sumut. Dua oleh Polres Labuhanbatu. Sedangkan tiga lagi masih DPO,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Mapolda Sumut, Jumat (8/11/2019).

(mak/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-medan.com dengan judul Kekejaman Pengusaha Harry (40), Sudah 2 Kali Sewa Pembunuh, Pertama Gagal Membunuh Ranji Siallagan.

ARTIKEL POPULER:

Baca: Terungkap 2 Hal yang Melatarbelakangi Pembunuhan Pria yang Jasadnya Dicor di Lantai Musala di Jember

Baca: Update Temuan Jenazah Dicor di Lantai Musala, Polisi Periksa Saksi-saksi karena Diduga Pembunuhan

Baca: Fakta Penemuan Jasad Pria Jember di Bawah Musala, Diduga Korban Pembunuhan

TONTON JUGA:

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Tribun Medan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved