Terkini Daerah

Desak Putu Tiara di Mata Sahabat Sesama Paskibra: Orangnya Humoris, Kuat, dan Tidak Pernah Sakit

Sabtu, 9 November 2019 08:49 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM, SINGARAJA - Kepergian Desak Putu Tiara (17) menyisakan duka mendalam dari salah satu sahabatnya, yang juga merupakan anggota Paskibra Buleleng bernama Ni Kadek Putri Sila Yanti (17).

Ditemui Jumat (8/11/2019) pagi, Sila mengaku tidak menyangka jika Tiara telah meninggal dunia.

Sebab, selama menjalani pelatihan Paskibra, fisik Tiara terlihat sangat kuat dan tidak pernah mengeluh sakit.

Sehingga ia yang berhasil terpilih untuk pembawa baki saat penurunan bendera 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja.

Sila yang juga merupakan sisiwi di SMA Negeri 1 Tejakula ini menyebutkan, selama satu bulan menjalani pelatihan bersama, almarhum Tiara memiliki pribadi yang humoris dan ramah.

"Kalau dia ketawa, suaranya keras sekali. Heboh lah orangnya.

Dia yang membuat masa-masa pelatihan itu menjadi indah karena orangnya humoris.

Saat latihan juga fisiknya terlihat sangat kuat, tidak pernah sakit.

Makanya saya syok sekali dengan kepergiannya ini." kenang Sila.

Saat Tiara di rawat di rumah sakit, Sila mengaku sempat menjenguknya.

Saat itu kondisi Tiara sudah dalam keadaan koma.

"Saya tidak menyangka dengan kondisi Tiara saat itu yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri. Padahal fisiknya saat latihan benar-benar kuat. Selama di Paskibra, Tiara adalah sahabat baik saya," singkatnya.

Seperti diketahui Tiara menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU RS Kertha Usada, pada Rabu (6/11/2019) sore.

Wanita yang bertugas membawa baki saat penurunan bendera 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja itu meninggal dunia, lantaran terserang penyakit misterius.

Kepergian Tiara terkesan begitu cepat, dan keluhan yang dirasakan saat itu hanyalah deman dan sakit kepala.

Sang Ayah, Dewa Gede Sugiarta saat ditemui di rumah duka menuturkan, demam dan sakit kepala itu mulai dikeluhkan oleh Tiara sekitar seminggu yang lalu.

Dimana, pada Senin (28/10/2019) salah satu siswi di SMA Negeri 3 Singaraja ini mengeluh tidak enak badan.

Kepalanya sakit, dan badannya terasa panas.

Ia pun meminta izin kepada gurunya untuk pulang ke rumah, dengan dijemput oleh salah satu keluarganya.

Karena sakit yang dialami oleh Tiara dinilai biasa-biasa saja, Sugiarta pun hanya membawa sang buah hati untuk berobat di salah satu dokter praktik.

Namun karena suhu badan Tiara tak kunjung turun, pada Jumat (1/11/2019) pihak keluarga pun membawa Tiara ke RSUD Buleleng, untuk melakukan cek darah.

Namun karena di RSUD kondisi kamar inapnya penuh, mereka pun akhirnya melarikan Tiara ke RS Kertha Usada.

"Dari RSUD ke RS Kertha Usada itu dia naik ambulans. Masih sempat bercanda. Bahkan di dalam ambulans dia (Tiara,red) hanya duduk, jadi kami berpikir sakitnya tidak parah," katanya.

Sementara kakek Tiara, Dewa Sadnyana mengatakan, setibanya di RS Kertha Usada, pihak medis langsung membawa cucu kesayangannya itu ke ruang ICU.

Saat itu, Tiara masih sempat bercanda dengan menyebut jika perawat-perawat di rumah sakit tersebut tampan.

Namun saat hendak dipasang peralatan medis seperti oksigen dan detak jantung, Tiara tiba-tiba berontak.

Hingga pihak medis, sebut Dewa Sadnyana yang juga merupakan salah satu anggota Pol Air Polres Buleleng terpaksa menyuntikan obat penenang.

Selang beberapa menit kemudian, sebut Dewa Sadnyana, Tiara semakin drop, dan langsung tak sadarkan diri (koma).

"Sudah dilakukan pengecekan darah dan lendir. Hasilnya negatif. Sampai sempat di tes HIV, hasilnya juga negatif. Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana lirih.

Bahkan sebut Sadnyana, sempat keluar cairan berwana hijau pekat dari dalam hidung korban sebanyak setengah botol.

Malangnya, menurut dokter kata Sadnyana, cairan itu menandakan jika paru-paru dan jantung milik Tiara telah rusak.

Pun bagian lambungnya dinyatakan telah bocor.

Setelah lima hari berjuang melawan sakit, Tiara akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (6/11/2019) sekira pukul 16.55 wita.

Kini penyebab kematian Tiara masih misterius.

Pihak dokter sebut Sadnyana telah mengambil sampel darah milik Tiara, untuk dilakukan penelitian di Universitas Udayana Denpasar.

Rencananya, jenazah Tiara akan di kremasi di Setra Kelurahan Penarukan, pada Rabu (13/11/2019) mendatang.

"Kami juga sudah mencoba nanya ke balian, ya katanya di santet orang. Namun hal seperti itu kan tidak bisa dibuktikan," katanya.

(Tribun-bali.com / Ratu Ayu Astri Desiani)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-bali.com dengan judul Teman Sesama Paskibra Syok Desak Putu Tiara Meninggal, Ini Pengakuannya Saat Jenguk di Rumah Sakit.

ARTIKEL POPULER:

Baca: Paskibra Bali Desak Putu Tiara Meninggal Misterius, Sang Ayah: Di Ambulans Masih Sempat Bercanda

Baca: Permintaan Terakhir Paskibraka Pembawa Baki, Desak Putu Tiara ke Ayahnya, Foto Bareng hingga Peluk

Baca: Desak Putu Tiara Pembawa Baki Paskibra Meninggal, Ini Kronologinya

TONTON JUGA:

Editor: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved