Terkini Daerah

Duka Teman-teman Desak Tiara Paskibraka Pembawa Baki yang Meninggal Misterius

Jumat, 8 November 2019 21:20 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Meninggalnya anggota Paskibraka Buleleng, Bali Desak Putu Tiara menyisakan duka bagi keluarga yang ditinggalkan, tak terkecuali teman-temannya.

Dilansir dari TribunStyle, Jumat (8/11/2019), beberapa teman Tiara mencurahkan ungkapan duka tersebut ke akun media sosial.

Akun Instagram bernama, @_dwicahyanii mengunggah sebuah foto Tiara yang sedang bertugas membawa baki bendera saat upacara peringatan HUT RI ke 74 di Taman Singaraja, Buleleng, Bali.

Tak lupa ia meminta doa untuk Tiara.

"Teman teman semua...

Mari berdoa bersama untuk kepergian saudara kita, adik kita, desak dari PPI Kab. Buleleng.

Dumogi amor ring acintya," tulisnya.

Hal yang serupa juga dilakukan oleh akun @safirashizuokaa.

Dalam unggahannya, ia mengaku tak menyangka dengan kepergian gadis berusia 17 tahun itu.

"Masih ga nyangka kalo kao udah ga ada kak tir, rest in peace sayang kita semua,

Semoga amal ibadah diterima dan ditempatkan ditempat paling indah disana.

"Terimakasih sudah pernah berjuang mengibar dan menurunkan sang saka merah putih bersama sama," tulisnya.

Akun @rafa.zhr juga mendoakan agar Tiara diberi tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Semoga mendapatkan tempat ternyaman di sisi-Nya sayang," tulisnya.

Tak hanya itu, dikutip dari TribunBali, Jumat (8/11/2019), seorang teman Tiara juga mengungkapkan kekagetannya.

Ia tak menyangka, Tiara yang dinilai punya fisik kuat ternyata punya punya penyakit serius.

"Saya tidak menyangka dengan kondisi Tiara saat itu yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri. Padahal fisiknya saat latihan benar-benar kuat. Selama di Paskibra, Tiara adalah sahabat baik saya," singkatnya.

Desak Putu Tiara seorang anggota Paskibraka Buleleng 2019 diketahui meninggal dunia secara misterius.

Diketahui, meninggalnya putri pasangan Gede Sugiarta dan Jro Nyoman Tri Veni itu secara mendadak dengan beragam kondisi serius kini menjadi sorotan publik.

Dokter yang menanganinya pun kebingungan dengan apa kondisi Tiara.

Ia meninggal dengan kondisi paru-paru dan jantung rusak, serta lambung bocor.

Padahal saat dibawa ke rumah sakit, dirinya hanya mengeluh pusing dan demam.

Dokter juga sempat melakukan serangkaian pengecekan untuk mengetahui kondisi tubuh Tiara.

Pengecekan tersebut mulai dari tes HIV serta pengecekan darah dan lendir.

Hasilnya pun negatif.

Kakek Tiara, Sadnyana menuturkan dokter yang menangani Tiara pun sempat kebingungan.

"Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana lirih.

Sadnyana menyebut Tiara sempat mengeluarkan cairan hijau pekat dari hidungnya.

Cairan yang dikeluarkan dari hidung tersebut mencapai setengah botol.

Menurut penuturan dokter, cairan tersebut menandakan kondisi paru-paru dan jantung Tiara sudah rusak.

Tak hanya itu,lambungnya juga mengalami kebocoran.

Darah Tiara juga sempat diambil sampelnya untuk diteliti di Universitas Udayana Denpasar.

Tiara diketahui meninggal dunia di ICU Rumah Sakit Ketha Usada Singaraja, Bali pada Rabu (6/11/2019).

Kepergiannya yang begitu cepat membuat keluarganya terpukul.

Ayahnya menuturkan, Tiara sempat mengeluhkan sakit kepala dan demam.

Keluhannya mulai dirasakan oleh Tiara sekitar seminggu yang lalu.

Senin (28/10/2019), ia sedang belajar di sekolahnya, lalu ia mengeluh tidak enak badan.

Tiara lalu meminta izin gurunya untuk pulang ke rumah dengan dijemput oleh seorang anggota keluarganya.

Awalnya keluhan itu dinilai oleh Sugiarta sebagai keluhan yang biasa saja, sehingga ia hanya mengantarkan putrinya untuk berobat di dokter praktik.

Namun, hingga Jumat (1/11/2019) suhu badan Tiara tak kunjung turun.

Keluarga Tiara pun segera membawanya ke RSUD Buleleng untuk melqakukan cek darah.

Sayangnya, setibanya di sana kondisi kamar inap sedang dalam keadaan penuh.

Tiara pun dilarikan ke RS Kertha Usada.

Sugiarta sempat menuturkan Tiara sempat bercanda saat di ambulans.

"Dari RSUD ke RS Kertha Usada itu dia naik ambulans. Masih sempat bercanda. Bahkan di dalam ambulans dia (Tiara,red) hanya duduk, jadi kami berpikir sakitnya tidak parah," katanya.

Ketika Tiara hendak dipasang peralatan medis seperti oksigen dan detak jantung, ia tiba-tiba berontak.

Kondisi tersebut membuatnya harus disunttikan obat penenang oleh pihak medis.

Selang beberapa menit, Tiara semakin drop dan tak sadarkan diri.

Seusai berjuang melawan rasa sakitnya, Tiara akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (6/11/2019) pukul 16.55 WITA.

Rencananya, jasad Tiara akan dikremasi di Setra Kelurahan Penarukan, pada Rabu (13/11/2019) mendatang.

(TribunWow.com/Fransisca Mawaski)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ungkapan Duka Teman-teman Desak Tiara Paskibraka Pembawa Baki, Ada yang Kaget dengan Kondisinya

ARTIKEL POPULER: 

Baca: Desak Putu Tiara Meninggal, Sahabat Dekat Syok hingga Tak Percaya: Saat Latihan Dia Sangat Kuat

Baca: Paskibra Bali Desak Putu Tiara Meninggal Misterius, Sang Ayah: Di Ambulans Masih Sempat Bercanda

Baca: Permintaan Terakhir Desak Putu Tiara ke Ayahnya, Minta Foto Bareng hingga Dipeluk

 

TONTON JUGA:

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Buyung Haryo
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved