Travel

Alasan Turis Kecewa Datang ke Paris, Banyak Tempat Wisata yang Dihapus

Rabu, 6 November 2019 22:10 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bagi kamu yang suka traveling pasti memasukan Paris ke dalam daftar liburanmu.

Keindahan Paris menjadi alasan para turis ini mengunjunginya.

Namun sayang yang mereka dapatkan justru kekecewaaan saat berlibur ke Paris.

Dilansir TribunTravel dari laman brightside.me, berikut 7 alasan turis kecewa saat mengunjungi Paris.

1. Antrean panjang ke dek observasi Menara Eiffel dan rumput yang rusak di halaman

Sebelum bepergian ke Paris, semua orang bermimpi melihat pemandangan paling penting di Paris, yakni Menara Eiffel .

Banyak turis juga ingin pergi ke dek observasi.

Harapan gagal pertama adalah ketika kamu masuk ke garis besar turis yang ingin mengunjungi menara.

Kekecewaan kedua adalah ketika penjaga memeriksa kamu di pintu masuk seperti di bandara.

Kamu akan berakhir menghabiskan beberapa jam di antrean sebelum akhirnya sampai di dek observasi.

Setelah semua stres ini, kamu mungkin ingin beristirahat dan piknik di halaman Menara Eiffel.

Namun apa yang kamu temukan hanya sebuah kekecewaan.

Misalnya, halaman yang kotor dengan rumput yang gundul.

Rekomendasi : Lebih baik menikmati pemandangan Menara Eiffel dari kejauhan.

Kami merekomendasikan kamu untuk berkunjung ke distrik Montmartre dan menaiki tangga Sacré-Cœur.

Ini adalah titik pengamatan yang bagus untuk melihat seluruh kota Paris.

2. Kerumunan besar di pintu masuk Louvre

Tentu saja, tempat populer lainnya adalah Louvre .

Banyak pelancong yang tidak membeli tiket di muka merekomendasikan untuk mengantri sebelum museum dibuka.

Namun antriannya sangat panjang.

Kamu harus menghabiskan waktu berjam-jam di garis antrian.

Rekomendasi: Yang terbaik adalah membeli tiket online terlebih dahulu, agar sesuai dengan pengunjung yang memiliki tiket.
Pilihan lain adalah membeli tiket di muka tetapi di kios koran reguler yang berlokasi di sekitar kota.

Mereka menjual tiket ke banyak museum di Paris.

3. Sejumlah besar orang mencoba untuk mengambil foto Mona Lisa

Saat berkunjung ke Museum Louvre, lukisan Mona Lisa menjadi tujuan utama.

Jelas, semua orang ingin melihat lukisan itu dari dekat.

Tetapi ini sulit karena ada banyak orang yang mencoba mengambil gambar lukisan itu atau mendekatinya.

Ketika kamu akhirnya mendekati lukisan itu, kamu akan melihat bahwa cahaya pada kaca pelindung tidak memungkinkan kamu untuk memotretnya.

Menemukan sudut yang tepat hampir mustahil.

Selain itu, dalam kehidupan nyata, lukisan itu kecil dan kamu tidak bisa benar-benar dekat dengannya untuk menikmati karya agung ini.

Rekomendasi : Lukisan Monalisa bukan satu-satunya benda yang dimiliki museum ini.

Louvre memiliki banyak koleksi seni dunia yang dapat kamu habiskan berjam-jam.

Banyak karya mereka sangat mudah dilihat.
Selain itu, museum itu sendiri layak untuk dinikmati, seperti interior, langit-langit, dan pemandangan dari jendela sangat menakjubkan.

Dan juga, ada bangku-bangku dekat jendela yang akan memungkinkan kamu untuk beristirahat dan menikmati pemandangan.

4. Beberapa tempat wisata telah dihapus atau sedang direnovasi

Le Pont des Arts adalah tempat di mana para pasangan menaruh kunci cinta di atasnya.

Seiring waktu, jembatan itu memiliki ribuan kunci yang membentuk penampilan uniknya yang digunakan untuk menarik orang-orang seperti magnet.

Berat kunci mencapai 45 ton dan dikhawatirkan bisa jatuh.

Jadi, pada 2015, pemerintah kota memutuskan untuk melepas hampir semua kunci.

Mereka hanya menyisakan beberapa dari mereka untuk menjadi pengingat.

Tetapi orang-orang yang tidak mendapat informasi masih kecewa karena mereka berharap bisa memasang gembok cinta mereka di sana.

Rekomendasi : Sebelum perjalanan, kamu harus membuat daftar hal-hal yang ingin kamu lihat dan mencari tahu apakah beberapa pemandangan sedang dalam rekonstruksi atau sepenuhnya dihapus.

5. Porsi di restoran kecil dan harga makanan mahal

Jangan berharap untuk makan berlebihan di restoran Prancis.

Porsi di sana sangat kecil, dan sangat mahal.

Rekomendasi: Di restoran, selalu ada makanan spesial harian yang harganya lebih murah dari hidangan lainnya.

Juga, jangan pergi ke kafe yang terletak di pusat kota dan pastikan tidak ada pemandangan populer di sekitar.

Misalnya, kopi dengan hidangan penutup di dekat Louvre akan dikenakan biaya sekitar € 18.

Dan pesanan yang sama akan dikenakan biaya sekitar € 7 di suatu tempat dekat Pantheon di Paris.

6. Ada banyak sampah menumpuk

Banyak turis mengeluh bahwa Paris itu kotor.

Bahkan jalan-jalan pusat ditumpuk dengan sampah yang tak seorang pun ingin menghapusnya.

Solusi: Mungkin kita harus mencoba dan tidak terlalu memperhatikan sampah yang menumpuk.

Tetapi jika itu terlalu mengganggu, mulailah berjalan keliling kota di pagi hari.

Ini adalah waktu ketika kota telah dibersihkan secara menyeluruh.

7. Merasa tidak aman

Di kota, ada sejumlah besar imigran dari berbagai negara.

Beberapa dari mereka mengganggu turis dengan mencoba menjual segala macam barang tidak berguna kepada mereka.

Dan mereka menjadi sangat marah jika tidak ada yang membeli sesuatu.

Ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya.

Tetapi ada beberapa distrik yang tidak harus kamu kunjungi.

Tempat paling berbahaya adalah area stasiun kereta Utara (Gare du Nord) dan Timur (Gare de L'Est), dan Saint-Denis.

Solusi: Jika kamu menginap di sekitar rute wisata populer, maka mereka akan melihat kamu sebagai turis.

Namun jika kamu ingin terlihat seperti penduduk lokal dan mendapat penginapan murah , sebaiknya menginap ke distrik lokal seperti Temple (arondisemen ke-3), Hôtel de Ville (arondisemen ke-4), Luksemburg (arondisemen ke-6), Palais Bourbon (arondisemen ke-7), dan Passy (arondisemen ke-16).

(TribunTravel/Ambar Purwaningrum)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 7 Alasan Turis Kecewa Mengunjungi Paris, Porsi Makan Kecil dan Harganya Mahal

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Marsisca Puguh Setiari
Sumber: TribunTravel.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved